CIREBON, PILARadio – Ribuan rumah di tujuh kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, masih terendam banjir hingga Minggu malam. Ketinggian banjir masih terparah di Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, dengan ketinggian air mencapai satu meter. Meski kondisi rumah masih terendam, warga memilih mengungsi ke tempat aman. Bahkan, ada warga yang bertahan di rumah dan enggan dievakuasi dengan alasan menjaga harta benda.
Ribuan rumah di Perumahan Pondok Pandawa, Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, masih terendam banjir. Ketinggian air di sejumlah titik masih tergolong tinggi hingga mencapai satu meter.
Sejumlah warga hilir mudik menyelamatkan barang berharga mereka. Saat ditinggalkan pada malam hari, sejak Minggu sore warga mengecek kondisi rumah mereka yang terdampak banjir.
Di Desa Jungjang Wetan, kondisi banjir paling parah hingga Minggu malam karena rumah warga berdekatan dengan Sungai Karangdawa yang meluap. Rumah-rumah warga bahkan masih terendam banjir.
Meski demikian, warga memilih bertahan dan enggan dievakuasi dengan alasan menjaga harta bendanya. Menurut warga, pada banjir terparah ini banyak barang berharga yang rusak. Bahkan, sejumlah warga mengevakuasi kendaraan bermotor yang sudah terendam banjir.
“Ini masih banjir hingga malam ini. Tadinya mau dievakuasi cuma memang saya disini sama suami aja saudara jauh semua.” Ujar Korban Banjir, Siti Syangada.
Sementara itu, data dari BPBD Kabupaten Cirebon mencatat terdapat tujuh kecamatan dengan rumah yang terendam banjir. Namun, menurut warga korban banjir, hingga saat ini bantuan seperti makanan, selimut, dan obat-obatan masih minim.
“Ketinggian banjir sekitar lutu orang dewasa memang ini sudah dari jam 3 subuh kemarin itu banjir dan sudah banyak orang di evakuasi namun untuk bantuan makan sendiri kita belum terima harapannya kedapan adanya tindakan dari pemerintah setempat agar tidak terjadi banjir” Ujar Korban Banjir, Ropiah.
Hingga saat ini kondisi banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut. Petugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada jika sewaktu-waktu hujan kembali turun dan terjadi peningkatan debit air kiriman dari hulu.





















