KUNINGAN, PILARadio – Puluhan ikan dewa di Balong Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sempat dianggap sebagai fenomena langka. Pasalnya, kematian ikan yang dianggap keramat itu baru pertama kali terjadi sejak belasan bahkan puluhan tahun. Namun, hasil identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan luka yang dialami ikan dewa disebabkan oleh tumbuhnya parasit di tubuhnya. Selain itu, minimnya sirkulasi air dan asupan pakan membuat penurunan daya tahan terhadap perubahan suhu yang diakibatkan cuaca ekstrem.
Kematian puluhan ikan dewa secara berturut-turut di Balong Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin pagi, dianggap sebagai sebuah fenomena langka. Pasalnya, kematian massal ikan yang dianggap keramat oleh masyarakat itu baru pertama kali terjadi sejak belasan bahkan puluhan tahun.
Namun, setelah dilakukan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut, kematian ikan dewa tersebut disebabkan adanya parasit jenis cacing yang hidup di tubuh ikan, sehingga menyebabkan kerusakan insang dan badan ikan.
Selain itu, kurangnya sirkulasi air dan asupan pakan membuat daya tahan ikan menurun. Terlebih dengan cuaca ekstrem saat ini yang membuat kadar air cenderung mengalami perubahan.
Sedikitnya lima puluh lebih ikan yang mati dievakuasi dan langsung dikubur agar tidak menyebabkan penularan kepada ikan lainnya. Sedangkan ikan-ikan yang terlihat masih lemas langsung dipindahkan ke kolam khusus untuk diberikan penanganan secara tradisional dengan pemberian daun khusus pengobatan.
“Dari hasil identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut, kematian ikan dewa tersebut disebabkan adanya parasit jenis cacing yang hidup di tubuh ikan, sehingga menyebabkan kerusakan insang dan badan ikan. Selain itu, kurangnya sirkulasi air dan asupan pakan membuat daya tahan ikan menurun. Terlebih dengan cuaca ekstrem saat ini yang membuat kadar air cenderung mengalami perubahan.” Ujar Kabid Perikanan Diskanak Kuningan, Deni Rianto.
Sementara itu, instansi terkait prihatin dengan peristiwa kematian ikan mendadak dalam jumlah banyak tersebut, mengingat ikan dewa merupakan ikan konservatif dan ikonik yang sangat dijaga kelestariannya.


















