PILARadio.com – Musisi dunia Bruno Mars resmi ditunjuk sebagai Duta Global Record Store Day (RSD) 2026. Pengumuman ini menjadi kabar gembira bagi para pecinta musik dan kolektor piringan hitam di seluruh dunia. Penunjukan Bruno Mars dinilai sangat tepat, mengingat perannya yang besar dalam menghidupkan kembali budaya menikmati musik secara fisik di tengah dominasi platform digital dan layanan streaming yang serba instan.
Record Store Day sendiri merupakan perayaan tahunan yang digelar untuk mendukung keberlangsungan toko rekaman independen. Acara ini menjadi momentum penting bagi musisi, kolektor, dan penggemar musik untuk kembali merayakan rilisan fisik, khususnya piringan hitam atau vinyl, yang memiliki nilai seni dan historis tinggi.
Bruno Mars dan Perannya di Record Store Day 2026
Sebagai bagian dari perannya sebagai Duta Global Record Store Day 2026, Bruno Mars telah menyiapkan kejutan spesial bagi para penggemarnya. Solois asal Hawaii tersebut akan merilis sebuah piringan hitam eksklusif (LP) berjudul “The Collaborations”, yang dijadwalkan meluncur bertepatan dengan puncak perayaan Record Store Day pada 18 April 2026.
Album kompilasi ini akan merangkum sejumlah karya kolaborasi ikonik Bruno Mars bersama musisi papan atas dunia. Beberapa lagu yang masuk dalam daftar rilisan antara lain “Uptown Funk” bersama Mark Ronson, “Die With A Smile” hasil kolaborasinya dengan Lady Gaga, hingga lagu viral yang masuk nominasi Grammy, “APT.”, yang merupakan kerja samanya dengan Rosé.
Rilisan vinyl ini diprediksi menjadi salah satu item paling diburu saat Record Store Day 2026, mengingat popularitas Bruno Mars serta nilai eksklusivitas yang ditawarkan.
Kecintaan Bruno Mars pada Budaya Toko Rekaman
Dalam sebuah video promosi yang dirilis bersamaan dengan pengumuman resminya sebagai duta RSD, Bruno Mars mengungkapkan kecintaannya terhadap toko musik independen. Menurutnya, berada di dalam toko rekaman memberikan pengalaman yang tidak dapat digantikan oleh gawai atau aplikasi digital apa pun.
“Mengapa toko rekaman begitu penting adalah karena Anda mendapatkan kesempatan untuk membenamkan diri dan mengelilingi diri Anda dengan musik,” kata Bruno Mars, dikutip dari Variety, Senin (2/2).
Bagi pelantun “Just The Way You Are” tersebut, mendengarkan musik melalui piringan hitam merupakan bentuk apresiasi seni yang kini mulai terlupakan. Ia menilai, kehadiran rilisan fisik memungkinkan pendengar untuk benar-benar fokus menikmati musik tanpa distraksi.
“Saya suka bisa secara fisik dikelilingi oleh musik, bukan sekadar menatap ponsel dan mengunduh sesuatu, tetapi benar-benar melihat semua karya seni yang indah di sekitar Anda. Hal itu menginspirasi saya,” lanjutnya.
Vinyl, Nostalgia, dan Nilai Sentimental
Bruno Mars juga menyoroti sisi sentimental dari kebiasaan mengoleksi piringan hitam. Ia mengenang masa kecilnya ketika sang ayah sering membelikannya vinyl, termasuk rekaman legendaris milik Jackson Five, yang turut membentuk kecintaannya pada musik sejak dini.
Menurut Mars, pengalaman mendengarkan musik lewat piringan hitam memiliki nuansa emosional yang kuat. Duduk santai di sofa, memasang piringan, dan membiarkan musik mengalun tanpa gangguan notifikasi media sosial adalah sebuah kemewahan tersendiri di era modern.
“Duduk, memasang piringan hitam, dan menikmatinya, itu adalah ide yang sangat romantis,” ujar penyanyi berusia 40 tahun tersebut.
“Dukunglah toko rekaman lokal Anda. Jika Anda belum punya pemutar piringan hitam, saya sarankan Anda membelinya, beli rekaman favorit Anda, duduk dan dengarkan, lalu rasakan apa yang terjadi,” tambahnya.
Pernyataan ini sejalan dengan semangat Record Store Day yang bertujuan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga ekosistem musik fisik.
Listening Party Eksklusif Album Terbaru Bruno Mars
Kejutan dari Bruno Mars sebagai Duta Record Store Day 2026 tidak berhenti pada rilisan vinyl eksklusif. Toko-toko rekaman independen di berbagai negara juga dijadwalkan menggelar listening party eksklusif untuk album solo terbaru Bruno Mars bertajuk “The Romantic”.
Acara ini akan berlangsung pada 25 Februari 2026, dua hari sebelum album tersebut dirilis secara resmi ke publik pada 27 Februari 2026. Melalui sesi ini, para penggemar berkesempatan mendengarkan seluruh isi album lebih awal dalam suasana intim khas toko rekaman.
Listening party ini diprediksi akan menjadi daya tarik besar, sekaligus mendorong penggemar untuk kembali mengunjungi toko musik lokal dan merasakan pengalaman mendengarkan musik secara kolektif.
Record Store Day dan Kebangkitan Musik Fisik
Penunjukan Bruno Mars sebagai Duta Global Record Store Day 2026 dinilai sebagai langkah strategis untuk menjangkau generasi pendengar yang lebih luas. Dengan basis penggemar lintas usia dan genre, Mars diharapkan mampu menjadi jembatan antara pendengar digital dan budaya musik fisik.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren penjualan piringan hitam memang menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai negara. Fenomena ini menandakan bahwa di tengah kemudahan streaming, masih ada kerinduan terhadap pengalaman mendengarkan musik yang lebih personal dan bermakna.
Melalui peran barunya, Bruno Mars tak hanya menjadi wajah dari Record Store Day 2026, tetapi juga simbol kebangkitan apresiasi terhadap musik sebagai karya seni utuh, bukan sekadar konsumsi cepat.
Dengan rilisan vinyl eksklusif, listening party album terbaru, serta ajakan mendukung toko rekaman independen, Record Store Day 2026 bersama Bruno Mars diprediksi akan menjadi salah satu perayaan paling berkesan dalam sejarah RSD.
Sumber : www.voi.id

















