CIREBON, PILARadio – Ratusan rumah di dua desa di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kembali terendam banjir pada Kamis malam. Air luapan anak Sungai Cipager meluap dan membanjiri permukiman warga dengan ketinggian mencapai satu meter. Petugas pun mengevakuasi sejumlah lansia yang terjebak di dalam rumah yang terendam banjir.
Ratusan rumah di Desa Dawuan dan Desa Kalibaru, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, kembali terendam banjir pada Kamis malam. Kondisi terparah dialami ratusan rumah di Kompleks Perumahan Graha Nuansa Dawuan yang berada di Desa Kalibaru. Di lokasi ini, ketinggian air bervariasi mulai dari 70 sentimeter hingga satu meter, baik di jalan maupun di dalam rumah warga.
Banjir yang terjadi untuk kedua kalinya selama musim penghujan ini dipicu meluapnya anak Sungai Cipager yang berada di belakang kompleks perumahan. Arus air yang semakin deras membanjiri hampir seluruh kawasan perumahan setelah tembok pembatas jebol karena tidak mampu menahan tingginya debit air dari wilayah hulu. Warga pun hanya bisa pasrah saat air masuk ke dalam rumah dan menenggelamkan sejumlah perabotan.
“Jadi ini memang kalau di Kuningan hujan besar kemungkinan Sungai Cipager meluap dan menyebabkan Kompleks Perumahan Graha Nuansa Dawuan terendam banjir dan tahun ini sudah 4 kali dan total yang terendam ada 120 Unit rumah” Ujar Warga Perumahan Graha Nuansa Dawuan, Usman.
Sementara itu, petugas gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD melakukan penyisiran di lokasi, khususnya di area terdalam yang terdampak banjir. Sejumlah warga, terutama anak-anak, ibu-ibu, dan lansia, dievakuasi ke tempat yang lebih aman menggunakan perahu karet. Akibat banjir ini, sebanyak 151 kepala keluarga yang menempati ratusan rumah terdampak.
“Jadi memang penyebab terjadinya banjir ini dikarenakan meluapnya Sungai Cipager dan banjir ini meremdam 2 desa yaitu Desa Dawuan dan Desa Kalibaru” Ujar Camat Tengah Tani, Tedi Tri Susilo.
Banjir yang dirasakan lebih parah dibandingkan sebelumnya ini hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Warga masih khawatir debit air Sungai Cipager kembali meningkat apabila hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah hulu Kabupaten Kuningan.
Warga berharap pemerintah daerah bersama pengembang perumahan dapat segera mencari solusi, khususnya dengan memperbaiki dinding pembatas yang jebol, agar persoalan banjir tidak terus menghantui kawasan permukiman mereka.


















