PILARadio.com – Penyanyi asal Amerika Serikat, Jason Mraz, kembali menghadirkan karya yang berbeda dari proyek-proyek sebelumnya. Kali ini, ia tidak sekadar merilis album baru, melainkan mempersembahkan sebuah karya yang sarat makna emosional dan personal. Album bertajuk Grandma’s Gospel Favorites dijadwalkan rilis pada 8 Mei 2026, bertepatan dengan momen spesial menjelang perayaan Hari Ibu.
Berbeda dari rilisan studio pada umumnya, album ini memiliki latar belakang yang sangat personal. Proyek ini bermula dari sebuah permintaan sederhana yang datang dari sang nenek, Mary Helen Mraz-Fowler, yang akrab disapa Nanny Razz. Permintaan tersebut kemudian diwujudkan oleh Jason Mraz dalam bentuk rekaman lagu-lagu gospel yang ia buat pada tahun 2007 sebagai hadiah khusus untuk orang yang sangat ia cintai.
Selama bertahun-tahun, rekaman tersebut tersimpan sebagai koleksi pribadi. Namun kini, setelah melewati perjalanan panjang, Jason Mraz memutuskan untuk membagikan karya tersebut kepada publik. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Album ini menjadi cara dirinya mengenang sekaligus merayakan sosok nenek yang memiliki peran besar dalam hidupnya.
Bersamaan dengan pengumuman album, Jason Mraz juga merilis single perdana berjudul His Eye Is on the Sparrow. Lagu ini merupakan interpretasi dari himne klasik yang telah dikenal sejak awal abad ke-20. Dengan aransemen yang sederhana namun menyentuh, Jason Mraz berhasil menghadirkan nuansa hangat dan penuh ketulusan dalam lagu tersebut.
Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa album ini lahir dari keinginan untuk memenuhi permintaan sang nenek. Ia tidak pernah membayangkan bahwa rekaman yang awalnya dibuat sebagai hadiah pribadi akan menjadi proyek yang dirilis secara luas. Karena itu, “Grandma’s Gospel Favorites” terasa lebih seperti surat cinta dalam bentuk musik, bukan sekadar album komersial.
Album ini memuat berbagai lagu gospel klasik yang diinterpretasikan ulang dengan gaya khas Jason Mraz. Beberapa di antaranya adalah “Old Rugged Cross”, “It Is No Secret”, hingga “Turn Your Radio On”. Selain itu, terdapat pula lagu “Daddy Sang Bass” yang sebelumnya dipopulerkan oleh Johnny Cash. Setiap lagu dibawakan dengan pendekatan yang sederhana, menonjolkan vokal hangat serta nuansa akustik yang menjadi ciri khasnya.
Tidak hanya membawakan ulang lagu-lagu klasik, Jason Mraz juga menyisipkan dua lagu orisinal dalam album ini, yakni “Peach Pie” dan “When We Die (You Are Loved)”. Kedua lagu tersebut ditulis langsung olehnya dan menjadi bagian penting yang memperkuat nuansa personal dalam keseluruhan album.
Secara keseluruhan, album ini berisi sepuluh lagu yang dirancang dengan aransemen minimalis namun tetap kuat secara emosional. Jason Mraz menggandeng kolaborator lamanya, Noel “Toca” Rivera, yang turut mengisi vokal latar. Selain itu, kontribusi dari Andy Powers dan Ray Seun dalam aransemen instrumental juga memberikan warna tersendiri pada setiap lagu.
Kehadiran album ini menjadi langkah baru dalam perjalanan karier Jason Mraz. Setelah sebelumnya merilis album studio kedelapan bertajuk Mystical Magical Rhythmical Radical Ride pada 2023, ia terus mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi musik. Tidak hanya di dunia rekaman, Jason Mraz juga aktif di berbagai panggung hiburan, termasuk tampil dalam acara Dancing with the Stars musim ke-32.
Selain itu, ia juga sempat menunjukkan kemampuannya di dunia teater dengan tampil dalam musikal Waitress di Broadway. Pengalaman tersebut semakin memperkaya perjalanan kariernya sebagai seorang seniman yang tidak hanya fokus pada satu bidang saja.
Setelah perilisan album “Grandma’s Gospel Favorites”, Jason Mraz dijadwalkan langsung melanjutkan aktivitasnya dengan menggelar tur bertajuk Still Yours Tour. Rangkaian tur ini akan dimulai pada 12 Mei di Palm Beach, Florida, dan akan menyambangi sejumlah kota di wilayah East Coast Amerika Serikat.
Bagi para penggemarnya, album ini tentu menjadi sesuatu yang istimewa. Tidak hanya karena menghadirkan aransemen lagu yang berbeda, tetapi juga karena cerita di balik pembuatannya yang begitu personal. Album ini menunjukkan sisi lain dari Jason Mraz sebagai seorang cucu yang ingin memenuhi permintaan sederhana dari neneknya, sekaligus mengenang sosok yang telah memberikan banyak inspirasi dalam hidupnya.
Nuansa hangat dan penuh makna terasa kuat di setiap lagu yang disajikan. Tidak ada kesan berlebihan atau dibuat-buat. Justru kesederhanaan itulah yang membuat album ini terasa begitu dekat dan menyentuh.
“Grandma’s Gospel Favorites” bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan perjalanan emosional yang dituangkan dalam bentuk musik. Melalui album ini, Jason Mraz mengajak pendengarnya untuk merasakan kedekatan, kenangan, serta nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Berikut daftar lagu dalam album “Grandma’s Gospel Favorites”:
- Turn Your Radio On
- Daddy Sang Bass
- It Is No Secret
- Peach Pie
- Evening Prayer
- His Eye Is on the Sparrow
- Old Rugged Cross
- Never Grow Old
- When We Die (You Are Loved)
- God Be With You (Til We Meet Again)
Dengan konsep yang kuat dan cerita yang menyentuh, album ini diprediksi akan menjadi salah satu rilisan yang paling berkesan dalam perjalanan karier Jason Mraz. Tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi para pendengar yang mencari musik dengan makna lebih dalam dari sekadar hiburan.
Sumber : www.creativedisc.com



















