Hati-hati! Kebiasaan di Ruangan Ber-AC Ini Diam-diam Bisa Bikin Sendi Bermasalah (Sumber Foto : iStock/AndreyPopov)Hati-hati! Kebiasaan di Ruangan Ber-AC Ini Diam-diam Bisa Bikin Sendi Bermasalah (Sumber Foto : iStock/AndreyPopov)

PILARadio.com – Beraktivitas di ruangan ber-AC kini menjadi bagian dari keseharian banyak orang, terutama bagi pekerja kantoran yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan. Udara sejuk dari pendingin ruangan atau air conditioner (AC) dianggap mampu memberikan kenyamanan, terlebih saat suhu di luar sedang panas terik.

Namun di balik rasa nyaman tersebut, tidak sedikit orang mengeluhkan tubuh terasa tidak fit setelah terlalu lama berada di ruangan ber-AC. Keluhan yang sering muncul antara lain lutut terasa kaku, leher pegal, punggung nyeri, hingga otot tubuh yang terasa tegang dan tidak nyaman.

Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan di masyarakat: apakah ruangan ber-AC benar-benar menjadi penyebab nyeri sendi dan gangguan otot?

AC Tidak Langsung Menyebabkan Nyeri Sendi

Ketua sekaligus ahli bedah ortopedi di Welcare Hospital, Dr. Bharat S. Mody, memberikan penjelasan terkait anggapan bahwa penggunaan AC dapat merusak sendi. Menurutnya, klaim tersebut tidak sepenuhnya benar.

Ia menegaskan bahwa pendingin ruangan tidak secara langsung menyebabkan penyakit seperti artritis (radang sendi) maupun kerusakan tulang. Masalah yang sering dirasakan justru berkaitan dengan kebiasaan seseorang saat berada terlalu lama di dalam ruangan ber-AC.

“Pendingin ruangan tidak secara langsung menyebabkan artritis atau kerusakan tulang,” ujar Dr. Bharat S. Mody, dikutip dari Hindustan Times.

Menurutnya, yang menjadi pemicu utama keluhan otot dan sendi adalah gaya hidup kurang bergerak atau sedentari yang sering terjadi ketika seseorang terlalu lama duduk di dalam ruangan ber-AC.

“Gaya hidup sedentari atau kurang bergerak yang sering terjadi akibat terlalu lama berada di ruangan ber-AC dapat memperburuk kekakuan dan nyeri otot,” lanjutnya.

Duduk Lama di Ruangan AC Jadi Pemicu Utama

Banyak pekerja kantoran menghabiskan waktu sekitar 8 hingga 10 jam per hari di depan komputer. Posisi duduk yang tidak ideal dalam waktu lama dapat menyebabkan otot menjadi tegang dan sendi terasa kaku secara perlahan.

Kondisi ini bukan hanya dipengaruhi oleh suhu ruangan, tetapi juga minimnya pergerakan tubuh. Saat tubuh jarang bergerak, aliran darah menjadi kurang lancar, sehingga otot lebih mudah mengalami kekakuan.

Mengapa Lansia Lebih Rentan Nyeri di Ruangan Dingin?

Keluhan nyeri sendi di ruangan ber-AC lebih sering dirasakan oleh kelompok usia lanjut. Hal ini terjadi karena kondisi fisik yang sudah mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia.

Menurut Dr. Mody, otot dan sendi pada lansia memiliki daya tahan yang lebih rendah dibandingkan usia muda. Selain itu, terdapat penurunan massa otot serta sirkulasi darah yang tidak seoptimal sebelumnya.

Kondisi degeneratif pada sendi juga membuat tubuh lebih sensitif terhadap perubahan suhu, termasuk udara dingin dari AC.

Penyebab Sendi Terasa Kaku Saat Dingin

Secara ilmiah, suhu dingin memang dapat memengaruhi kondisi tubuh. Beberapa dampaknya antara lain:

  • Otot menjadi lebih tegang
  • Fleksibilitas tubuh menurun
  • Aliran darah melambat
  • Gerakan sendi terasa lebih terbatas

Kondisi ini biasanya lebih terasa pada individu yang sudah memiliki riwayat gangguan sendi seperti nyeri kronis atau peradangan.

Kondisi yang Membuat Nyeri Lebih Mudah Muncul

Beberapa kondisi kesehatan dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami ketidaknyamanan saat berada di ruangan ber-AC, di antaranya:

  • Osteoartritis
  • Spondilosis servikal atau pengapuran leher
  • Frozen shoulder atau bahu kaku
  • Nyeri punggung bawah
  • Riwayat cedera otot atau sendi

Pada kondisi tersebut, paparan udara dingin dan posisi tubuh yang tidak tepat dapat memperburuk rasa nyeri yang sudah ada.

Apakah AC Merusak Tulang?

Dr. Mody juga menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan AC dapat menyebabkan osteoporosis atau merusak tulang secara langsung.

Namun, dampak tidak langsung bisa terjadi ketika seseorang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Aktivitas fisik menjadi berkurang, begitu juga dengan paparan sinar matahari yang penting bagi tubuh.

Risiko Kekurangan Vitamin D

Kebiasaan berada di dalam ruangan ber-AC dalam waktu lama dapat membuat seseorang jarang terkena sinar matahari. Kondisi ini berpotensi menyebabkan defisiensi vitamin D.

“Defisiensi vitamin D masih sangat umum terjadi pada masyarakat perkotaan yang jarang terkena sinar matahari. Padahal vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang dan penyerapan kalsium,” jelas Dr. Mody.

Kekurangan vitamin D dapat memicu beberapa gangguan seperti:

  • Kelemahan otot
  • Mudah lelah
  • Nyeri tulang
  • Rasa pegal di tubuh
  • Risiko patah tulang meningkat pada kondisi berat

Gejala yang Sering Diabaikan

Banyak orang menganggap keluhan setelah bekerja di ruangan ber-AC sebagai hal biasa. Padahal, jika dibiarkan, gejala tersebut bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan tertentu.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Leher dan punggung terasa kaku
  • Nyeri lutut setelah duduk lama
  • Kram otot
  • Bahu terasa tegang
  • Kesemutan pada tangan
  • Tubuh kaku saat bangun tidur
  • Pegal di seluruh tubuh
  • Mudah lelah saat bekerja di dalam ruangan

Menurut penjelasan medis, kondisi ini bisa berkaitan dengan postur tubuh yang buruk, ketegangan otot, awal osteoartritis, hingga kekurangan vitamin D.

Cara Mencegah Nyeri Saat di Ruangan Ber-AC

Meski sering menimbulkan keluhan, efek tidak nyaman dari ruangan ber-AC dapat dicegah dengan beberapa langkah sederhana.

  1. Atur Suhu AC dengan Bijak

Suhu ideal ruangan berkisar antara 24–26 derajat Celsius agar tetap nyaman bagi tubuh.

  1. Hindari Paparan Langsung AC

Jangan duduk tepat di bawah hembusan AC, terutama pada area leher dan punggung.

  1. Rutin Bergerak

Lakukan peregangan ringan setiap 30–45 menit untuk menjaga kelenturan otot.

  1. Cukupi Asupan Air

Ruangan ber-AC dapat membuat tubuh lebih mudah dehidrasi, sehingga penting untuk menjaga asupan cairan.

  1. Perhatikan Posisi Duduk

Gunakan kursi ergonomis dan pastikan posisi duduk tidak membebani punggung.

  1. Olahraga dan Berjemur

Aktivitas fisik serta paparan sinar matahari membantu menjaga kesehatan otot dan tulang.

  1. Gunakan Pakaian yang Sesuai

Jika sensitif terhadap dingin, gunakan pakaian tambahan seperti jaket tipis.

Kesimpulan

Terlalu lama berada di ruangan ber-AC memang dapat memicu rasa kaku dan nyeri pada otot maupun sendi. Namun, penyebab utamanya bukanlah AC secara langsung, melainkan gaya hidup yang kurang bergerak, postur tubuh yang buruk, serta faktor kesehatan lainnya.

Dengan menjaga pola hidup aktif, memperbaiki postur, serta memperhatikan durasi duduk, keluhan akibat ruangan ber-AC dapat diminimalkan. Ruangan dingin tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan otot dan sendi.

Sumber : www. life.indozone.id

By Akbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM