Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan Teman Sendiri, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri. (Instagram/@kotakband_)

PILARadio.com – Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri, mengungkapkan dirinya menjadi salah satu korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh orang yang selama ini dikenal sebagai temannya sendiri. Tantri mengaku mengalami kekecewaan mendalam setelah mengetahui adanya dugaan masalah dalam kerja sama investasi yang melibatkan dirinya dan sejumlah korban lainnya.

Kasus dugaan penipuan tersebut mulai mencuat setelah Tantri membagikan sejumlah unggahan melalui akun Instagram Story miliknya pada Senin (22/6). Dalam unggahan tersebut, Tantri menyampaikan bahwa dirinya bersama korban lain tengah mencari keberadaan terduga pelaku yang disebut bernama Poppy Nupitasari.

Tantri menyebut bahwa dugaan penipuan tersebut tidak hanya menimpa dirinya. Berdasarkan informasi yang diterima dari para korban lainnya, total kerugian yang dialami disebut mencapai angka sekitar Rp10 miliar.

Melalui media sosial, Tantri juga meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan terduga pelaku. Ia berharap masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik tanpa harus langsung menempuh jalur hukum, mengingat hubungan awal antara dirinya dan terduga pelaku merupakan sebuah pertemanan.

Tantri Kotak Ungkap Dugaan Penipuan Lewat Instagram

Dalam unggahan Instagram Story, Tantri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan para pengikutnya yang memberikan dukungan, menanyakan kondisi, serta ikut menyebarkan informasi terkait permasalahan yang sedang dihadapinya.

“Terima kasih banyak buat semua respons teman-teman yang menanyakan kabar, mendoakan, dan peduli buat repost Story aku,” tulis Tantri.

Tantri kemudian membenarkan bahwa dirinya sedang menghadapi masalah setelah diduga menjadi korban penipuan oleh teman sendiri. Ia mengungkapkan bahwa hingga beberapa waktu setelah kejadian, terduga pelaku tidak memberikan kabar maupun menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Benar, aku lagi kena penipuan teman sendiri karena sudah 3×24 jam dia menghilang dan enggak ada iktikad baik buat ketemu,” tulis Tantri.

Meski demikian, Tantri mengaku belum siap menjelaskan secara lengkap mengenai kronologi kejadian karena masih membutuhkan waktu untuk mengumpulkan energi dan informasi. Saat itu, fokus utamanya adalah mencari keberadaan terduga pelaku serta mencari solusi terbaik bagi seluruh korban.

“Detailnya aku belum sanggup energi untuk cerita, aku lagi ploting energi dulu. Energi yang aku pakai sekarang cari tahu di mana keberadaan Poppy Nupitasari,” ungkapnya.

Korban Dugaan Penipuan Disebut Lebih dari Satu Orang

Dalam unggahan lainnya, Tantri menyampaikan bahwa kasus tersebut tidak hanya dialami oleh dirinya. Ia menyebut terdapat banyak orang lain yang juga menjadi korban dalam dugaan kasus tersebut.

Tantri meminta bantuan masyarakat melalui media sosial agar dapat memberikan informasi terkait keberadaan terduga pelaku. Menurutnya, para korban saat ini masih berupaya mencari jalan keluar dan berharap adanya penyelesaian secara baik.

“Please sosmed do your magic, yang ketipu bukan hanya aku, melainkan banyak orang yang kalau ditotal hampir Rp10 miliar,” tulis Tantri.

Tantri juga menjelaskan bahwa pihak keluarga terduga pelaku disebut belum mengambil langkah terkait permasalahan tersebut. Sementara itu, dirinya bersama korban lain masih mempertimbangkan langkah berikutnya sambil berharap adanya tanggung jawab dari pihak terduga pelaku.

Tantri mengatakan dirinya belum langsung membuat laporan ke pihak kepolisian karena masih memberikan kesempatan agar masalah tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan pengembalian hak para korban.

Tantri Kecewa karena Terduga Pelaku Merupakan Teman Dekat

Selain mengalami kerugian secara materi, Tantri mengaku yang paling membuat dirinya terpukul adalah rasa kecewa karena dugaan penipuan tersebut dilakukan oleh seseorang yang selama ini dianggap sebagai teman.

Menurut Tantri, hubungan pertemanannya dengan terduga pelaku sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, mereka telah saling mengenal sejak anak Tantri masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

“Intinya dia teman baik saya. Kami sudah kenal dari zaman anak saya masih TK, jadi dia salah satu orang tua murid. Tiba-tiba muncullah ajakan investasi itu,” ujar Tantri.

Karena hubungan pertemanan yang sudah terjalin, Tantri mengaku awalnya tidak memiliki rasa curiga ketika mendapatkan tawaran kerja sama tersebut. Ia percaya bahwa bisnis yang ditawarkan oleh temannya tersebut dapat berjalan dengan baik.

Namun, kondisi berubah setelah komunikasi dengan terduga pelaku mulai terputus. Tantri mengaku kecewa karena orang yang sebelumnya dipercaya justru membuat dirinya dan korban lain mengalami kerugian.

“Patah hati banget, kirain benar-benar mau jadi teman, ternyata cuma memanfaatkan saja,” tulis Tantri dalam unggahannya.

Awal Mula Kerja Sama Investasi Tantri dengan Terduga Pelaku

Tantri menjelaskan bahwa dugaan permasalahan tersebut berawal dari tawaran kerja sama yang diberikan oleh terduga pelaku pada 2025.

Kerja sama tersebut berkaitan dengan pembelian produk atau investasi bisnis. Pada awalnya, Tantri sempat merasa ragu karena khawatir hubungan pertemanan dapat terganggu apabila terjadi masalah dalam urusan bisnis.

Namun, karena adanya rasa percaya terhadap temannya tersebut, Tantri akhirnya menerima tawaran tersebut.

Menurut Tantri, selama satu tahun pertama kerja sama tersebut berjalan dengan baik. Tidak ada tanda-tanda yang membuat dirinya merasa curiga terhadap aktivitas bisnis tersebut.

Akan tetapi, situasi berubah setelah transaksi terakhir dilakukan pada 19 Juni 2026. Setelah transaksi tersebut, nomor telepon dan akun media sosial terduga pelaku disebut tidak lagi dapat dihubungi.

“Setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun media sosialmu tidak lagi dapat dihubungi,” tulis Tantri.

Sejak saat itu, Tantri bersama korban lain mulai mencari informasi mengenai keberadaan terduga pelaku. Mereka bahkan berusaha mendatangi rumah keluarga dan orang tua terduga pelaku untuk mendapatkan kejelasan.

Namun, upaya tersebut belum mendapatkan hasil yang diharapkan.

Tantri Masih Berharap Ada Iktikad Baik

Meski merasa dirugikan dan kecewa, Tantri masih berharap permasalahan tersebut dapat diselesaikan tanpa harus melalui proses hukum.

Menurutnya, dirinya masih menghargai hubungan pertemanan yang sebelumnya sudah terjalin. Ia berharap terduga pelaku dapat muncul dan memberikan penjelasan kepada para korban.

“Saya masih mencari cara bagaimana caranya tanpa harus berhubungan dengan hukum dan kepolisian. Saya masih menunggu iktikad baiknya karena dasarnya pertemanan, saya juga maunya semua baik-baik saja,” ujar Tantri.

Namun, apabila tidak ada penyelesaian yang jelas, Tantri bersama korban lainnya tentu akan mempertimbangkan langkah hukum untuk mendapatkan hak mereka.

Tantri juga mengaku belum dapat menjelaskan secara detail mengenai modus dugaan penipuan tersebut karena masih mempertimbangkan berbagai hal dan tidak ingin memberikan informasi yang belum dipastikan.

Kasus Dugaan Penipuan Tantri Kotak Jadi Perhatian Publik

Ungkapan Tantri mengenai dugaan penipuan yang dialaminya langsung menjadi perhatian publik. Banyak penggemar dan masyarakat memberikan dukungan kepada penyanyi tersebut agar masalah yang dihadapinya dapat segera menemukan jalan keluar.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam melakukan kerja sama bisnis maupun investasi, termasuk dengan orang yang sudah dikenal dekat.

Kepercayaan dalam hubungan pertemanan memang menjadi hal penting, tetapi tetap diperlukan kehati-hatian dan pertimbangan matang ketika melibatkan urusan finansial.

Hingga saat ini, Tantri bersama para korban lainnya masih berupaya mendapatkan penyelesaian terbaik. Mereka berharap terduga pelaku dapat memberikan klarifikasi dan bertanggung jawab atas dugaan kerugian yang dialami para korban.

Kasus dugaan penipuan yang melibatkan Tantri Kotak tersebut masih terus menjadi perhatian. Publik pun menunggu perkembangan selanjutnya terkait langkah yang akan diambil oleh Tantri dan para korban untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top