Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda disorot, pemerhati budaya Cirebon menilai jika diubah sebaiknya menjadi Padjajaran

Usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda menuai sorotan. Pemerhati budaya Cirebon menilai usulan tersebut belum mendesak. (Foto : Darfan)

CIREBON, PILARadio – Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda yang diusulkan DPRD Provinsi Jawa Barat menuai sorotan. Salah satunya datang dari pemerhati budaya Cirebon yang menilai belum ada urgensi untuk melakukan perubahan tersebut. Menurutnya, apabila memang akan dilakukan perubahan nama, lebih baik dikembalikan ke nama awal sebagai Provinsi Padjajaran.

Usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda atau Sunda yang sempat dibahas di tingkat DPRD Provinsi Jawa Barat mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari pemerhati budaya di Kota Cirebon, Jajat Sudrajat.

Perubahan nama dari Jawa Barat menjadi Tatar Sunda atau Pasundan disebut telah diperjuangkan sejak masa kolonial Belanda pada tahun 1925 oleh Paguyuban Pasundan. Berdasarkan sejumlah literatur sejarah, kawasan Tatar Sunda disebut mencakup wilayah budaya yang luas, mulai dari Banten, Jakarta, hingga Sungai Cipamali di perbatasan Jawa Tengah.

Namun, usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda dinilai belum menjadi kebutuhan yang mendesak. Menurut Jajat, wilayah administratif Jawa Barat saat ini telah berjalan harmonis, khususnya di Cirebon yang terbentuk melalui proses akulturasi dan multikulturalisme berbagai suku dan agama. Selain itu, masyarakat Cirebon juga telah ditetapkan sebagai suku bangsa Cirebon.

Jajat menyebut, apabila pemerintah dan legislatif menghendaki adanya perubahan nama provinsi, akan lebih bermartabat jika dikembalikan ke nama awal, yaitu Provinsi Padjajaran. Menurutnya, para leluhur di wilayah Jawa Barat dan Cirebon memiliki keterkaitan dengan peradaban Padjajaran.

“Dalam kondisi seperti ini Cirebon mempunyai Marwah dan di tahun 2010 Cirebon sudah menjadi suku bangsa. Kami ingin dikaji dulu terkait perubahan nama provinsi dan saya tidak setuju dengan adanya perubahan nama provinsi menjadi Tatar Sunda” Ujar pemerhati budaya Cirebon, Jajat Sudrajat.

Sementara itu, khusus Cirebon memiliki keterkaitan sejarah dengan Jakarta. Menurut penuturan narasumber, pada masa Kesultanan Cirebon, Faletehan atau Fatahillah mendapat tugas sebagai panglima perang gabungan Kesultanan Demak dan Kesultanan Cirebon untuk mengusir Portugis di Batavia. Setelah berhasil menaklukkan Sunda Kelapa, wilayah tersebut kemudian dikenal sebagai Jayakarta yang kini menjadi Jakarta. Atas dasar keterkaitan sejarah tersebut, narasumber berpendapat Cirebon dapat diusulkan menjadi bagian dari Jakarta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top