PILARadio.com – Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh beredarnya sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi tidak biasa di sektor pertanian Indonesia. Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial tersebut, tampak seorang pria dengan sangat tenang berdiri dan melayang di udara menggunakan sebuah pesawat tanpa awak atau drone berukuran besar. Narasi yang berkembang di kalangan netizen menyebutkan bahwa pria tersebut adalah seorang petani lokal di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang menggunakan teknologi drone sebagai alat transportasi pribadi untuk pulang-pergi ke lahan perkebunan miliknya.
Aksi yang sekilas menyerupai adegan dalam film fiksi ilmiah ini langsung memicu perdebatan dan decak kagum. Banyak netizen yang memuji kreativitas dan kemajuan teknologi pertanian di daerah tersebut. Namun, benarkah drone itu kini beralih fungsi menjadi sarana transportasi manusia di ladang? Bagaimana aspek keamanan dan fakta sebenarnya di balik pembuatan video tersebut?
Detail Rekaman Video yang Menggemparkan Netizen
Melansir laporan dari detikJatim, dalam rekaman video berdurasi pendek tersebut, visual yang ditampilkan memang tampak sangat meyakinkan. Pria yang mengenakan pakaian khas pekerja lapangan itu terlihat melayang stabil di atas alat mekanis penunjang pertanian. Drone raksasa tersebut terlihat memiliki daya angkat yang luar biasa kuat, mampu menaikkan bobot tubuh sang pria hingga ketinggian sekitar 15 meter dari permukaan tanah.
Tidak hanya sekadar terangkat ke atas secara vertikal, dalam video tersebut drone juga terlihat bergerak maju dan diklaim mampu menempuh jarak horizontal hingga sejauh satu kilometer dalam satu kali penerbangan. Latar belakang video memperlihatkan hamparan lahan hijau yang luas, yang belakangan diketahui merupakan area perkebunan komersial di wilayah Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Belakangan terungkap pula bahwa sosok pria yang berada di atas drone tersebut bukanlah petani sembarangan, melainkan kepala area perkebunan setempat yang sedang bekerja bersama mitra karibnya.
Klarifikasi Pemilik Akun: Murni Konten untuk Edukasi dan Media Sosial
Melihat bola liar rumor yang semakin membesar di masyarakat, pemilik akun media sosial yang pertama kali mengunggah video tersebut akhirnya angkat bicara demi meluruskan simpang siur informasi. Video tersebut awalnya dibagikan oleh Budianto (47), yang menjabat sebagai Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang.
Budianto secara terbuka mengakui bahwa aksi pria “terbang” di atas drone tersebut sebenarnya adalah bagian dari pembuatan konten kreatif. Tujuan utama dari pembuatan video tersebut adalah untuk strategi pemasaran digital, guna menarik perhatian publik dan meningkatkan jumlah pengikut (followers) di akun media sosial resmi milik perusahaannya. Kendati demikian, unit drone yang digunakan dalam video itu bukanlah animasi grafis komputer (CGI), melainkan alat nyata yang memang beroperasi di ladang mereka.
“Perlu kami sampaikan bahwa penggunaan drone yang sebenarnya di lahan kami hanya difungsikan untuk membantu operasional pertanian, yaitu untuk mengangkut bibit, pupuk, dan hasil panen ke area lahan tanam,” ujar Budianto menjelaskan fungsi asli alat tersebut.
Ia menegaskan bahwa dalam aktivitas operasional harian, pihak perusahaan sama sekali tidak pernah mengizinkan atau merekomendasikan penggunaan drone sebagai alat transportasi pekerja karena faktor risiko keselamatan yang sangat tinggi. Aksi dalam video tersebut dilakukan di bawah pengawasan khusus dan murni untuk keperluan visual visual kreatif di media sosial.
Modifikasi Teknologi Drone untuk Efisiensi Pertanian Modern
Meskipun narasi tentang “petani terbang” murni merupakan bagian dari konten kreatif, keberadaan drone raksasa di lahan perkebunan Merakurak, Tuban ini tetap menjadi bukti nyata dari penerapan sistem pertanian modern (smart farming) di Jawa Timur. Drone yang mengudara tersebut merupakan hasil modifikasi khusus yang dirancang untuk menjawab tantangan efisiensi tenaga kerja dan waktu di sektor agrikultur.
Pada fungsi utamanya, drone berspesifikasi tinggi ini digunakan oleh para pekerja kebun untuk melakukan penyemprotan cairan pestisida secara presisi serta penyebaran pupuk cair ke seluruh area tanaman dari ketinggian tertentu. Penggunaan metode udara (aerial spraying) ini dinilai jauh lebih efektif dan hemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional yang mengandalkan tenaga manusia dengan tangki semprot manual di punggung.
Ada beberapa keunggulan utama dari penerapan teknologi drone modifikasi ini di lahan pertanian:
- Menjangkau Medan yang Sulit dan Ekstrem
Area perkebunan di wilayah Tuban sering kali memiliki topografi yang tidak rata, mulai dari perbukitan, tanah berundak, hingga area tengah lahan yang sulit ditembus oleh kaki manusia jika tanaman sudah tumbuh lebat. Dengan menggunakan drone, pembagian pupuk dan obat tanaman bisa dilakukan secara merata tanpa ada area yang terlewat, bahkan di sudut lahan yang paling sulit dijangkau sekalipun.
- Menghemat Waktu dan Tenaga Kerja secara Signifikan
Proses pemupukan atau penyemprotan hama pada lahan seluas beberapa hektar yang biasanya memakan waktu berhari-hari jika dikerjakan secara manual, kini bisa diselesaikan hanya dalam hitungan jam menggunakan drone. Hal ini membuat manajemen perkebunan bisa mengalokasikan tenaga kerja ke sektor produktif lainnya, seperti perawatan intensif tanaman atau penyortiran hasil panen.
- Keamanan Pekerja dari Paparan Bahan Kimia
Dengan menyerahkan tugas penyemprotan pestisida kepada mesin drone otomatis, para pekerja di darat dapat terhindar dari risiko menghirup atau kontak langsung dengan cairan kimia pelindung tanaman. Operator cukup mengendalikan drone menggunakan remote kontrol dari jarak aman di tepi lahan.
Masa Depan Alat Mekanisasi Otomatis di Indonesia
Fenomena viralnya video di Tuban ini secara tidak langsung membuka mata publik mengenai potensi besar digitalisasi dan mekanisasi di sektor agraria nasional. Di saat minat generasi muda untuk turun ke sektor pertanian konvensional terus menurun karena citra kerja kasar dan berlumpur, kehadiran teknologi canggih seperti drone modifikasi ini bisa menjadi daya tarik baru bagi generasi milenial dan Gen Z untuk melirik bisnis pertanian.
PT Bina Tani Makmur Jombang melalui konten kreatifnya secara tidak langsung memberikan edukasi kepada masyarakat luas bahwa dunia tani saat ini sudah jauh berkembang dan mulai mengadopsi teknologi digital. Penggunaan drone, sensor tanah, hingga sistem pengairan otomatis kini perlahan mulai menjadi standar baru bagi perusahaan agrobisnis di Indonesia guna meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil pangan nasional demi menghadapi tantangan global ke depan.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyerap informasi yang beredar di media sosial dan selalu melihat fungsi esensial dari sebuah kemajuan teknologi demi kemaslahatan bersama tanpa mengabaikan faktor keselamatan kerja.
Sumber : www.news.detik.com
