95 Hektare Sawah Padi Kering Kerontang hingga Retak-Retak

95 Hektare Sawah Padi Kering Kerontang hingga Retak-Retak (Foto : Darfan)

CIREBON, PILARadio – Kemarau panjang mulai berdampak pada sektor pertanian, khususnya tanaman padi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tidak adanya hujan dalam beberapa bulan terakhir mengakibatkan puluhan hektare sawah mengalami kekeringan hingga tanahnya retak-retak dengan kedalaman mencapai sepuluh sentimeter.

Kondisi tersebut semakin parah lantaran pasokan air dari hulu tidak sampai ke saluran irigasi yang menjadi sumber pengairan lahan persawahan. Kondisi lahan pertanian sawah padi di Desa Kalisapu, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Kamis pagi, terlihat memprihatinkan. Di lahan yang baru ditanami tersebut, tanaman padi tidak lagi bisa tumbuh akibat tidak adanya pasokan air.

Bahkan, sebagian pemilik lahan memilih pasrah dengan kondisi tersebut dan berupaya mengganti tanaman padi dengan jenis tanaman lain yang lebih tahan terhadap keterbatasan air, seperti semangka atau timun suri.

Hampir 95 hektare sawah di desa tersebut mengalami kekeringan parah. Tanah yang seharusnya basah dan lembap karena mendapat pasokan air, justru mengalami retakan hingga kedalaman sepuluh sentimeter.

Kondisi semakin memburuk setelah saluran irigasi yang menjadi sumber masuknya air dari wilayah hulu juga mengalami kekeringan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah desa untuk menyelamatkan persawahan dari dampak musim kemarau panjang. Pemerintah desa telah meminta pengiriman air dari wilayah hulu, namun bukan air yang datang, justru sampah yang memenuhi saluran irigasi.

Bahkan, dalam satu tahun terakhir, para petani hanya mampu melakukan satu kali tanam padi dan harus kembali mencari alternatif tanaman lain yang lebih tahan terhadap keterbatasan air.

“Untuk musim kemarau yang terjadi di Desa Kalisapu yang yang terdampak sekitar 95 hektare dikarenakan tidak adanya pasokan air yang mencukupi dan memang diganti jenis tanaman lain seperti semangka dan timun suri” Ujar Kepala Desa Kalisapu, Suhana.

Petani dan pemerintah desa berharap pemerintah segera memperbaiki jalur pengairan menuju irigasi sawah agar persoalan kekeringan akibat musim kemarau tidak terus berulang setiap tahunnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top