Tim TAA Ditlantas Polda Jabar olah TKP kecelakaan pick-up yang menewaskan 12 orang

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Barat bersama Satlantas Polres Indramayu melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kecelakaan maut Jalur Pantura Kiajaran, Kabupaten Indramayu (Foto : Darfan)

INDRAMAYU, PILARadio – Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Barat bersama Satlantas Polres Indramayu melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kecelakaan maut Jalur Pantura Kiajaran, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin siang. Olah TKP dilakukan dengan memperagakan langsung menggunakan tiga kendaraan untuk mengetahui titik berhenti, tabrakan belakang, hingga tabrakan depan. Petugas juga melakukan pemetaan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan 12 orang tersebut.

Petugas TAA Ditlantas Polda Jabar dan Satlantas Polres Indramayu menggelar olah TKP di Jalur Pantura Kiajaran Kulon. Di lokasi kecelakaan yang menewaskan 12 penumpang pick-up, petugas menghadirkan tiga kendaraan dengan jenis yang sama seperti yang terlibat dalam kecelakaan. Kendaraan tersebut digunakan untuk merekonstruksi kondisi sesuai peristiwa yang terjadi pada Minggu, 12 Juli lalu.

Dalam olah TKP, petugas menandai titik berhenti kendaraan pick-up saat hendak berputar arah di jalur Jakarta menuju Jawa. Selain itu, titik tabrakan belakang oleh truk kontainer boks juga ditandai hingga kendaraan pick-up terdorong ke jalur berlawanan dan tertabrak truk bak terbuka yang melaju dari arah Jawa menuju Jakarta. Sejumlah titik jatuhnya korban di sepanjang jalur Pantura juga menjadi fokus petugas dalam mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Hingga kini, Ditlantas Polda Jawa Barat bersama Satlantas Polres Indramayu masih melakukan pendalaman hasil olah TKP. Analisis tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penentuan tersangka pada kasus kecelakaan maut tersebut.

“Kami dari Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Barat sedang melakukan olah TKP secara digital dan ilmiah guna mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Kita juga memberikan himbauan ke masyarakat agar menggunakan mobil sebagaimana fungsinya dimana mobil pickup diharuskan mengangkut barang dan bukan manusia. Hingga saat ini kita masi terus melakukan pendalaman hasil olah TKP serta korban yang terjadi dalam peristiwa tersebut kita data untuk diberikan santunan” Ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar, AKBP J. Manurung.

Sementara itu, 12 korban meninggal dunia telah dimakamkan di daerah asal masing-masing. Sedangkan enam korban luka masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top