Tak Ada Air, Warga Sedot Air Selokan untuk Mandi dan Mencuci

Tak Ada Air, Warga Sedot Air Selokan untuk Mandi dan Mencuci (Foto : Darfan)

CIREBON, PILARadio – Kemarau panjang mulai berdampak pada krisis air bersih di sejumlah kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu pagi. Warga yang sumur dan sumber airnya kering bahkan rela menggunakan air selokan yang diendapkan di dalam sumur untuk keperluan mandi dan mencuci. Meski kotor dan berbau, tidak ada pilihan lain bagi warga untuk meminimalisasi pengeluaran tambahan di musim kemarau.

Deru mesin pompa ini terdengar setiap hari di sekitar selokan Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Minggu pagi. Bukan untuk mengairi persawahan, melainkan untuk memenuhi sumur-sumur warga yang sejak dua bulan terakhir kering kerontang. Ya, air selokan ini menjadi satu-satunya harapan warga agar bisa mendapatkan air, meski tidak layak karena kondisinya keruh, berbau, dan rentan menimbulkan penyakit.

Namun, tidak turunnya hujan sejak akhir Mei membuat warga tidak memiliki pilihan lain. Air selokan yang berasal dari limbah rumah tangga dan irigasi menjadi pilihan untuk menekan pengeluaran mereka. Air selokan ini dimasukkan ke dalam sumur untuk diendapkan selama tiga hari sebelum digunakan untuk keperluan mandi dan mencuci.

“Jadi memang ketika musim kemarau tiba warga disini menggunakan air selokan karena tidak adanya kebutuhan air bersih hampir 80 persen menggunakan ini semua dan dampaknya sendiri hingga saat ini belum ada jadi memang air yang dari selokan ini di endapkan tiga hari untuk digunakan mandi dan mencuci” Ujar Perangkat Desa Slangit, Dama Adi Sucipto.

Sementara bagi warga Desa Slangit, penggunaan air selokan ini sudah rutin dilakukan ketika menghadapi musim kemarau. Meski tidak layak karena air tersebut merupakan limbah rumah tangga dan persawahan, mereka tidak memiliki cukup biaya untuk membeli air bersih. Untuk kebutuhan minum dan memasak, warga membeli air galon. Satu galon biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama dua hari.

“Jadi memang biasa ngisi air dari selokan dan kita endapkan dulu sampai 3 hari kemudian baru bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Dan sudah hampir 15 tahun tahun melakukan ini” Ujar Warga Desa Slangit, Wandi.

Saat ini, hampir 80 persen rumah, khususnya yang memiliki sumur, sudah mengalami kekeringan. Warga pun berharap bantuan air bersih dapat rutin disalurkan ke Desa Slangit. Sejauh ini, terdapat lima kecamatan di Kabupaten Cirebon yang telah melaporkan krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top