CIREBON, PILARadio – Sejumlah pedagang Pasar Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis siang, melakukan aksi protes di depan Bupati Cirebon, Imron, saat berlangsung sosialisasi relokasi ke pasar darurat yang disediakan oleh pemerintah daerah.
Para pedagang yang sebelumnya menempati pasar darurat di sepanjang Jalan Desa Jungjang diminta oleh Forkopimda Kabupaten Cirebon untuk pindah ke pasar darurat baru di kawasan lahan asrama polisi.
Para pedagang menolak relokasi tersebut karena menganggap lokasi baru kurang layak. Mereka hanya menginginkan pembangunan Pasar Tradisional Jungjang secara permanen.
“Maunya dipindah ke pasar yang baru kalau ke pasar darurat nati bongkar-bongkar lagi terus kalau dagangnya sepi ga bisa nembus pasar harapannya pasar yang baru dibangun atau diberesin ” Ujar Pedagang Pasar Jungjang, Mardiah
Penertiban pasar darurat lama akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam waktu dekat. Hal ini karena keberadaan pasar darurat tersebut menutup jalan utama di Desa Jungjang.
“Jajaran Forkopimda meninjau Pasar Jungjang karena keberadaan pasar darurat tersebut menutup jalan utama di Desa Jungjang. kami dari Pemerintah hanya ingin kemaslahatan rakyat tidak ada motif-motif lainnya” Ujar Bupati Cirebon, Imron Rosyadi.
Belum diketahui secara pasti kapan pembangunan Pasar Tradisional Jungjang secara permanen akan dilakukan, karena hal tersebut menjadi kewenangan pasar desa. Rencana pembangunan pasar itu sempat muncul pada tahun 2022, namun hingga kini masih mangkrak






















