PILARadio.com – Tim peneliti Situs Gunung Padang memamerkan penampakan batu menhir berbobot 2,3 ton yang kini kembali ditegakkan di teras lima situs megalitikum tersebut. Batu simbolik ini sebelumnya berada dalam posisi rebah sebelum akhirnya dipancangkan kembali sebagai bagian dari proses pemugaran.
Ketua Tim Kajian dan Pemugaran Situs Gunung Padang, Ali Akbar, menjelaskan bahwa penataan ulang batu menhir tersebut merupakan bagian dari upaya rekonstruksi Situs Gunung Padang. Penempatan posisi batu disesuaikan dengan dokumen visual serta foto-foto lama yang menunjukkan bahwa batu menhir itu awalnya berdiri tegak dengan sedikit kemiringan.
Dalam masyarakat prasejarah, batu menhir umumnya didirikan sebagai media penghormatan kepada leluhur atau sarana ritual kepercayaan, sehingga keberadaannya memiliki nilai simbolik yang kuat.
Ali menegaskan, batu menhir seberat 2,3 ton tersebut sengaja dibawa dari lokasi lain. Hal ini semakin menguatkan bahwa Situs Gunung Padang merupakan situs megalitikum hasil karya budaya manusia, bukan fenomena alam semata.
“Jenis batuannya berbeda dengan columnar joint yang banyak ditemukan di permukaan situs,” ujar Ali Akbar kepada Kompas.com di lokasi Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (15/12/2025).
Ia menambahkan, pada permukaan batu menhir terdapat sejumlah goresan berupa simbol, termasuk lekukan yang menyerupai tulang belakang manusia. Selain itu, terdapat bentukan segitiga berulang menyerupai ketupat serta goresan nama yang diduga memiliki makna tertentu.
Selain menata ulang batu menhir, tim peneliti Situs Gunung Padang juga telah merekonstruksi batuan di hampir seluruh teras yang sebelumnya miring dan rebah ke tanah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan situs.
“Prioritas utama pemugaran Situs Gunung Padang adalah memperpanjang usia situs agar tidak longsor dan runtuh. Karena itu, penguatan teras-teras samping menjadi fokus utama pekerjaan,” jelas Ali.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara resmi mencanangkan pemugaran Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (15/1/2025).
Didampingi Bupati Cianjur Wahyu Ferdian serta pejabat Kementerian Kebudayaan RI, Dedi Mulyadi memancangkan batu di teras lima sebagai penanda dimulainya pemugaran situs megalitikum Gunung Padang. Ia berharap proses pemugaran kali ini dapat dilakukan secara menyeluruh sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melestarikan warisan budaya leluhur.
Sumber : www.kompas.com





















