KUNINGAN, PILARadio – Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi masih mengancam bencana alam dan keselamatan warga. Pihak Balai Taman Nasional Gunung Ciremai terpaksa menutup jalur pendakian di gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut. Hal ini dilakukan demi keselamatan para pendaki dari ancaman cuaca buruk.
Ancaman bencana alam akibat cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini masih berpotensi terjadi. Pada Minggu pagi, untuk mengantisipasi ancaman terhadap masyarakat, pihak Balai Taman Nasional Gunung Ciremai atau BTNGC melakukan penutupan jalur pendakian Gunung Ciremai.
Penutupan jalur pendakian gunung tertinggi di Jawa Barat ini sementara dilakukan pada jalur Apuy dan jalur Linggarjati sejak 28 Januari lalu hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Jika kondisi cuaca buruk dengan intensitas hujan tinggi masih terjadi hingga pekan depan, pihak BTNGC juga memungkinkan akan melakukan penutupan pada tiga jalur pendakian lainnya, seperti Palutungan, Sadarehe, dan Trisakti.
Langkah ini dilakukan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai sebagai antisipasi bahaya yang dapat mengancam para pendaki apabila tetap melakukan pendakian di tengah kondisi cuaca buruk.
“Kita menginformasikan adanya penutupan jalur pendakian pada jalur Apuy dan jalur Linggarjati dikaibatkan cuaca yang buruk hingga batas waktu yang belum ditentukan. Dan tidak menutup kemungkinan jikalau jalur pendakian lainnya akan ditutup apabila cuaca buruk terjadi dan memang dampak cuaca buruk ini bisa mengakibatkan jalur pendakian licin dan longsor.” Ujar Humas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Ady Sularso.
Sementara itu, penutupan jalur pendakian Gunung Ciremai akan kembali dibuka apabila kondisi cuaca dinilai benar-benar aman untuk aktivitas pendakian.

















