MAJALENGKA, PILARadio – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon menyelenggarakan Festival Ramadan tahun 2026 di Kabupaten Majalengka. Festival Ramadan diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan gaya hidup halal di wilayah Ciayumajakuning. Festival Ramadan kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Majalengka sebagai wujud eratnya kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam menggerakkan roda ekonomi, khususnya ekonomi syariah.
Rangkaian kegiatan FestRa 2026 akan berlangsung pada 1 sampai 7 Maret 2026 dengan mengusung tema “Ramadan Langkung Sae, Sinergi Nilai Ramadan dalam Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah”. Penyelenggaraan FestRa 2026 merupakan kontribusi peran Bank Indonesia di wilayah Ciayumajakuning dalam perhelatan Road to Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa, sekaligus mendukung Provinsi Jawa Barat dalam ajang Anugerah Adinata Syariah Nasional serta menyemarakkan Bulan Pembiayaan Syariah dan National Halal Festival.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berfokus pada tiga strategi utama, yaitu penguatan ekosistem produk halal, penguatan ekonomi syariah, serta penguatan literasi, inklusi, dan halal lifestyle.
“Kita ingin pengembangan UMKM agar naik kelas dengan adanya kegiatan ini kemudian digitalisasi transaksi yaitu dengan mengakselerasi qris” Ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis.
Bank Indonesia Cirebon memfasilitasi 27 UMKM unggulan yang terdiri dari 21 pelaku kuliner, 3 kriya, dan 3 modest fashion. Momentum ini juga ditandai dengan peresmian Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) Kasungka Majalengka yang menjadi kawasan kuliner terverifikasi halal dan higienis pertama di Ciayumajakuning.
Hasil kolaborasi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran, seluruh transaksi merchant di area FestRa diwajibkan menggunakan QRIS, didukung program apresiasi “QRIS Jawara” bagi pedagang dan “QRIS Race” bagi pengunjung.
Pemerintah Kabupaten Majalengka beserta pemangku kepentingan terkait menyambut baik sinergi yang terjalin dalam kegiatan ini. Rangkaian FestRa juga dimeriahkan dengan berbagai edukasi dan perlombaan yang tidak hanya untuk menjadi pemenang, tetapi untuk lebih memaknai ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan menyejahterakan umat.
“Kita sangat mengapresiasi adanya rangkaian kegiatan FestRa ini. berbagai edukasi dan perlombaan yang tidak hanya untuk menjadi pemenang, tetapi untuk lebih memaknai ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan menyejahterakan umat. Dan bertepatan juga dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Majalengka sebagai wujud eratnya kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam menggerakkan roda ekonomi, khususnya ekonomi syariah.” Ujar Bupati Majalengka, Eman Suherman.
Lebih lanjut, FestRa 2026 memfasilitasi perluasan akses pembiayaan melalui inovasi “In-Festasi” (Integrasi Festival Finansial), di mana UMKM dapat mengecek riwayat kredit (SLIK OJK) dan berkonsultasi langsung dengan perbankan syariah di lokasi. Optimalisasi instrumen keuangan sosial syariah juga didorong melalui program wakaf “Berkafein”.
Animo peserta lebih dari 500 orang dari Kabupaten Majalengka dan se-Ciayumajakuning. Pada puncak syiar ekonomi dan keuangan syariah, FestRa 2026 akan ditutup dengan tabligh akbar oleh Ustaz Hanan Attaki pada 6 Maret 2026. Diharapkan melalui Festival Ramadan ini dapat mengakselerasi peningkatan omzet UMKM, memperluas literasi ekonomi syariah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.






















