PILARadio.com – Video azan berkumandang di Stadion Old Trafford, markas Manchester United, viral di media sosial pada Rabu (25/2) dini hari WIB. Momen bersejarah ini langsung menjadi perbincangan hangat warganet, terutama para penggemar sepak bola dan komunitas Muslim di Inggris maupun Indonesia.
Azan tersebut dikumandangkan oleh qari asal Inggris, Ibrahim Idris atau yang dikenal dengan nama Ibi Idris. Ia mengumandangkan azan Magrib untuk pertama kalinya di stadion kebanggaan Manchester United tersebut. Video azan di Old Trafford itu pun menyebar luas dan menuai beragam komentar dari netizen.
Sejumlah warganet menanggapi momen tersebut dengan candaan khas sepak bola. “Kandang setan diazanin,” tulis seorang netizen berkelakar, merujuk pada julukan Manchester United sebagai Setan Merah. Ada pula yang berkomentar, “Rahasia di balik keganasan King MU.” Bahkan beberapa penggemar optimistis tim kesayangannya akan meraih gelar juara setelah momen tersebut. “Fiks tahun ini Manchester United juara Liga Inggris,” tulis netizen lain. “Masya Allah, stadion klub pemenang treble musim depan,” timpal warganet lainnya. “Barokahnya akan membuat MU juara musim ini,” ujar komentar lain yang turut meramaikan media sosial.
Momen azan di Stadion Old Trafford ini terjadi pada Selasa (24/2) waktu setempat. Saat itu, stadion yang terletak di Manchester tersebut dijadikan lokasi acara buka puasa bersama yang digelar Komunitas Muslim Suporter MU (MUMSC). Kegiatan tersebut merupakan agenda khusus Ramadan yang diinisiasi komunitas suporter Muslim Manchester United.
View this post on Instagram
Acara buka puasa bersama di Old Trafford dirancang secara terbatas dan eksklusif bagi anggota komunitas. Kuota peserta dibatasi sekitar 80 orang yang terdiri dari pengurus serta pendukung setia klub berjuluk Setan Merah itu. Meski jumlahnya tidak besar, suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa begitu kental.
Para peserta dijadwalkan berkumpul di salah satu area stadion untuk melaksanakan buka puasa bersama. Setelah waktu Magrib tiba dan azan dikumandangkan, kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah. Momentum ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan, karena tidak setiap hari stadion sepak bola sekelas Old Trafford menjadi tempat ibadah dan kegiatan keagamaan.
Kehadiran Ibi Idris menjadi salah satu sorotan utama dalam kegiatan tersebut. Selain mengumandangkan azan Magrib, ia juga membacakan ayat suci Alquran dan bertindak sebagai imam salat berjamaah. Suara merdunya menggema di dalam stadion, menciptakan suasana yang khusyuk sekaligus mengharukan bagi para peserta yang hadir.
Banyak yang menilai momen azan di markas Manchester United ini sebagai simbol inklusivitas dan keberagaman. Old Trafford, yang selama ini dikenal sebagai salah satu stadion paling ikonik di dunia sepak bola, untuk pertama kalinya menjadi saksi dikumandangkannya azan secara resmi dalam sebuah agenda komunitas.
Acara buka puasa bersama fans Muslim Manchester United ini bukanlah yang pertama kali digelar. Kegiatan serupa telah dimulai pada Ramadan sebelumnya dan mendapat respons positif dari berbagai pihak. Tradisi ini kemudian dilanjutkan sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antaranggota komunitas serta menunjukkan bahwa sepak bola dapat menjadi ruang yang ramah bagi semua kalangan.
Momentum ini juga memperlihatkan bagaimana klub-klub besar Eropa semakin terbuka terhadap keberagaman latar belakang pendukungnya. Manchester United sebagai salah satu klub dengan basis suporter global memiliki penggemar dari berbagai negara, budaya, dan agama. Kegiatan seperti buka puasa bersama di stadion menjadi wujud nyata bahwa perbedaan dapat dirayakan dalam semangat persaudaraan.
Viralnya video azan di Old Trafford turut memperluas jangkauan pesan kebersamaan tersebut. Banyak warganet yang merasa terharu melihat suasana stadion yang biasanya riuh oleh sorakan suporter kini dipenuhi lantunan azan dan doa. Tidak sedikit pula yang mengapresiasi inisiatif komunitas Muslim suporter MU dalam menyelenggarakan kegiatan positif di bulan suci.
Selain bernilai spiritual, acara ini juga memperkuat identitas komunitas Muslim pendukung Manchester United. Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton pertandingan, tetapi juga aktif membangun jaringan sosial dan kegiatan keagamaan yang bermanfaat.
Bagi para peserta, pengalaman berbuka puasa dan melaksanakan salat berjamaah di stadion megah seperti Old Trafford tentu menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Momen tersebut menghadirkan perpaduan unik antara kecintaan pada sepak bola dan pengamalan nilai-nilai keagamaan.
Viralnya azan di markas Manchester United ini pun menjadi bukti bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan juga medium yang mampu menjembatani perbedaan dan menghadirkan kebersamaan. Di tengah hiruk pikuk kompetisi dan rivalitas di lapangan, momen seperti ini menghadirkan sisi lain dari dunia sepak bola yang lebih humanis dan penuh makna.
Sumber : www.cnnindonesia.com


















