PILARadio.com – Kabar mengejutkan datang dari skuad Timnas Indonesia jelang bergulirnya FIFA Series 2026. Bek kiri Go Ahead Eagles, Dean James, dipastikan tidak masuk dalam daftar akhir pemain yang akan membela skuad Garuda. Keputusan ini terbilang mendadak karena dilakukan hanya satu hari sebelum pertandingan perdana dimulai.
Pencoretan Dean James bukan tanpa alasan. Regulasi turnamen memaksa Timnas Indonesia untuk memangkas jumlah pemain yang sebelumnya telah dipanggil. Dari total 24 pemain yang masuk dalam daftar, hanya 23 nama yang bisa didaftarkan secara resmi untuk mengikuti ajang FIFA Series 2026.
Situasi ini membuat pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, harus mengambil keputusan sulit dengan mencoret satu pemain dari daftar akhir. Nama Dean James menjadi pilihan yang harus tersingkir demi menyesuaikan dengan aturan yang berlaku.
Timnas Indonesia sendiri dijadwalkan akan menjalani dua pertandingan penting dalam FIFA Series 2026. Laga pertama akan mempertemukan skuad Garuda dengan Saint Kitts and Nevis pada Jumat, 27 Maret 2026, pukul 20.00 WIB. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Jika berhasil meraih kemenangan pada laga pembuka, Timnas Indonesia berpeluang melaju ke partai final yang akan berlangsung tiga hari setelahnya. Di final nanti, Indonesia akan menghadapi pemenang dari pertandingan antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan konfirmasi langsung terkait pencoretan Dean James dari skuad. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut murni karena keterbatasan kuota pemain yang diperbolehkan dalam turnamen.
“Semua pemain Timnas sudah berkumpul malam ini. Untuk Dean James memang kami batalkan, karena hanya 23 pemain yang bisa didaftarkan,” ujar Sumardji.
Ia juga menambahkan bahwa sejak awal Timnas Indonesia memang memanggil 24 pemain sebagai langkah antisipasi. Namun, pada akhirnya satu pemain tetap harus dicoret agar sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh penyelenggara.
“Karena hanya 23 pemain yang bisa didaftarkan, maka satu pemain harus dicoret. Tidak ada alasan lain selain itu,” jelasnya.
Sebelumnya, Dean James sempat masuk dalam daftar skuad sementara yang diumumkan oleh PSSI pada 21 Maret 2026. Dalam daftar tersebut, terdapat 24 pemain yang dipilih dari total 41 nama yang masuk dalam tahap seleksi awal.
Pemain berusia 25 tahun itu sebenarnya berhasil melewati fase seleksi awal yang cukup ketat. Namun, nasib berkata lain ketika aturan kompetisi memaksa adanya pengurangan satu pemain di detik-detik terakhir.
Di sisi lain, nama Dean James sempat menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini berkaitan dengan status kewarganegaraan sang pemain yang disebut-sebut memiliki paspor ganda, yakni Indonesia dan Belanda.
Isu tersebut mencuat setelah klub NAC Breda melayangkan protes usai kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles dalam lanjutan Liga Belanda pada 15 Maret 2026. Dalam protesnya, NAC Breda mempertanyakan keabsahan Dean James yang dimainkan dalam pertandingan tersebut.
Menurut pihak NAC Breda, Dean James yang sudah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia dinilai tidak memenuhi syarat sebagai pemain Uni Eropa. Hal ini dianggap melanggar regulasi yang berlaku di kompetisi tersebut.
Namun, pihak Go Ahead Eagles memberikan klarifikasi terkait situasi tersebut. Mereka menyatakan bahwa saat Dean James dikontrak pada Januari 2025, status pemain tersebut masih sebagai warga negara Belanda.
Perubahan status kewarganegaraan baru terjadi pada Maret 2025, ketika Dean James resmi menjadi Warga Negara Indonesia. Situasi inilah yang kemudian memunculkan polemik terkait status administrasi sang pemain di kompetisi Eropa.
Kasus ini saat ini tengah ditangani oleh Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB). Proses penyelidikan masih berlangsung untuk mencari solusi terbaik yang tidak merugikan semua pihak yang terlibat.
Terlepas dari polemik tersebut, pencoretan Dean James dari Timnas Indonesia ditegaskan tidak ada kaitannya dengan isu kewarganegaraan. Pihak BTN memastikan bahwa keputusan ini sepenuhnya berdasarkan kebutuhan teknis dan regulasi jumlah pemain.
Dengan skuad yang telah dipastikan berjumlah 23 pemain, Timnas Indonesia kini fokus mempersiapkan diri menghadapi laga perdana. Dukungan publik diharapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi skuad Garuda untuk tampil maksimal di hadapan pendukung sendiri.
FIFA Series 2026 menjadi ajang penting bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan perkembangan performa di level internasional. Selain itu, turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi pelatih untuk menguji komposisi pemain terbaik sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar ke depannya.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Timnas Indonesia mampu memanfaatkan momentum ini. Tanpa kehadiran Dean James di skuad akhir, para pemain yang terpilih diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal demi membawa Indonesia meraih hasil terbaik di FIFA Series 2026.
Sumber : www.bola.com


















