PILARadio.com – Justin Bieber kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan kritik tajam terhadap industri musik global. Melalui sejumlah unggahan emosional di Instagram, penyanyi berusia 31 tahun itu menegaskan bahwa dirinya bukan produk industri, melainkan seorang individu yang memiliki identitas dan nilai kemanusiaan.
Dalam unggahannya, Justin Bieber membagikan ayat-ayat Alkitab disertai refleksi tentang perjalanan karier dan tekanan komersial yang selama ini membelenggunya. Ia menegaskan tidak ingin diperlakukan sebagai komoditas oleh label maupun sistem industri musik.
“Saya tidak berbicara sebagai korban yang masih terluka, tetapi sebagai seseorang yang telah dipulihkan,” tulis Bieber dalam keterangan unggahan pada Senin (29/12). Ia menambahkan bahwa sikapnya saat ini bukan dilandasi dendam, melainkan penebusan diri.
Bieber kembali menegaskan pernyataannya yang menuai perhatian publik, “Saya bukan sebuah produk. Saya bukan apa yang diminta oleh industri. Saya adalah seorang putra.”
Pelantun lagu Baby itu juga mengungkap bahwa proses pemulihan kesehatan mental membantunya belajar memaafkan masa lalu. Menurut Bieber, memaafkan bukan berarti melupakan ketidakadilan, melainkan membebaskan diri dari luka yang terus membayangi.
Meski bersuara keras, Justin Bieber menegaskan tujuannya bukan untuk menghancurkan industri musik, melainkan mendorong perubahan agar sistem tersebut menjadi lebih aman, jujur, dan manusiawi.
Kritik terhadap industri musik ini bukan kali pertama disampaikan Bieber. Sebelumnya, ia juga pernah mengungkap perjuangannya melawan masalah emosi, tekanan popularitas, dan krisis identitas, yang membuatnya merasa tidak autentik di balik gemerlap dunia hiburan.
Sumber : www.voi.id






















