MAJALENGKA, PILARadio – Jelang penyelenggaraan haji tahun 2026, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan perjalanan haji para jemaah Indonesia tidak terganggu meski adanya konflik di Timur Tengah. Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengunjungi ratusan calon jemaah haji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Selasa pagi.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Haji dan Umrah bertemu dengan ratusan calon jemaah haji asal Majalengka untuk memastikan kesiapan calon jemaah serta meyakinkan bahwa konflik di Timur Tengah tidak mengganggu kenyamanan maupun perjalanan para jemaah haji ke Tanah Suci.
Menteri Haji dan Umrah juga menekankan komitmen pemerintah dalam menciptakan keadilan bagi seluruh calon jemaah haji melalui transformasi kebijakan distribusi kuota dan pemberdayaan ekonomi domestik.
“Kita selalu komunikasi bersama Pemerintah dan KBRI di Arab Saudi dan sudah mendapat lampu hijau untuk melakukan perjalanan haji. Untuk kesiapan sudah rampung dan untuk kuota haji tidak bertambah” Ujar Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf.
Sementara itu, kuota serta pemberangkatan haji Indonesia tahun 2026 ditetapkan sebesar 221.000 jemaah, sama dengan tahun sebelumnya, di mana 203.320 jemaah atau 92 persen merupakan kuota reguler dan 17.680 jemaah atau 8 persen merupakan kuota khusus.
Para jemaah haji Indonesia dipastikan mulai berangkat pada 22 April 2026. Jemaah akan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026. Rangkaian keberangkatan terbagi dalam dua gelombang, dengan puncak wukuf di Arafah diperkirakan pada 26 Mei 2026.


















