CIREBON, PILARadio – Warga Tionghoa di Kota Cirebon dibuat resah setelah ratusan makam leluhur di kawasan Kampung Wanacala, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, berubah menjadi bangunan rumah permanen. Kondisi ini membuat banyak warga kebingungan saat hendak berziarah karena makam keluarga mereka hilang tanpa jejak. Pemakaman Tionghoa yang dikenal sebagai bong Cina tersebut diketahui telah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
Warga Tionghoa di Kota Cirebon kembali dibuat resah setelah ratusan makam leluhur di kawasan Kampung Wanacala, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon, berubah menjadi bangunan rumah permanen pada Selasa siang.
Kondisi ini membuat banyak warga kebingungan saat hendak berziarah karena makam keluarga mereka hilang tanpa jejak. Pemakaman Tionghoa yang dikenal sebagai bong Cina tersebut diketahui telah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
Namun kini, sebagian besar area pemakaman telah beralih fungsi menjadi permukiman dan tempat usaha warga. Berdasarkan penelusuran di lapangan, hilangnya makam diduga berkaitan dengan praktik mafia tanah yang memperjualbelikan lahan tersebut kepada masyarakat.
Akibatnya, ratusan makam yang sebelumnya ada kini hanya menyisakan puluhan saja. Itu pun dalam kondisi memprihatinkan karena berhimpitan dengan bangunan rumah, bahkan sebagian berada di halaman warga.
“Jadi memang sebelumnya disini kondisinya banyak makam dan sekarang malah banyak rumah jadi seharusnya dibongkar karena tidak adanya IMB. hilangnya makam diduga berkaitan dengan praktik mafia tanah yang memperjualbelikan lahan tersebut kepada masyarakat. Harapannya kita akan kembalikan sebagaimana fungsinya sebagai makam tionghoa” Ujar Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani.
Sementara itu, kasus ini diharapkan segera mendapat penanganan serius agar tidak semakin merugikan masyarakat, khususnya warga yang kehilangan jejak makam leluhur mereka.


















