Tag: Subang

  • Fenomena Awan Hitam Berbau Septic Tank di Subang Bikin Heboh

    Fenomena Awan Hitam Berbau Septic Tank di Subang Bikin Heboh

    PILARadio.com – Warga Subang dihebohkan dengan kemunculan awan hitam yang terlihat melayang di langit pada Rabu (29/10). Fenomena ini viral di media sosial, termasuk TikTok dan Twitter, karena selain warnanya yang gelap, awan tersebut disebut-sebut mengeluarkan bau tak sedap menyerupai septic tank.

    Beberapa video yang beredar memperlihatkan awan hitam tersebut tampak melayang dan bahkan diduga jatuh ke beberapa area pemukiman warga. Fenomena ini membuat masyarakat resah dan panik, mengingat awan biasanya berwarna putih atau abu-abu, bukan hitam pekat.

    Warga Subang Sebut Awan Hitam Mengeluarkan Bau Septic Tank

    Dalam salah satu video viral, warga Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, terlihat kaget melihat gumpalan busa berwarna hitam di langit. Salah seorang warga menyampaikan, “Awan ini, ihh busa bau. Awas beracun. Nggak tahu ini apa, turun dari langit.”

    Warga lain menambahkan, bau yang muncul seperti aroma got atau septic tank sejak pagi hari. Fenomena ini membuat sebagian warga memilih tetap di dalam rumah untuk menghindari paparan zat yang tidak diketahui asalnya.

    Penjelasan Ilmiah Mengenai Awan

    Secara ilmiah, awan terbentuk dari tetesan air atau kristal es kecil yang mengembun di udara. Awan terbentuk ketika uap air naik, mendingin, dan mengembun di sekitar partikel debu atau kotoran di atmosfer. Awan berperan penting dalam siklus air Bumi, membantu distribusi air melalui hujan atau salju.

    Namun, awan hitam pekat seperti yang terlihat di Subang tergolong fenomena tidak biasa dan bisa menimbulkan kekhawatiran karena warna gelapnya. Warna hitam pada awan biasanya menandakan kepadatan uap air yang tinggi atau tercampur dengan polusi atau partikel lainnya.

    Waspada Cuaca Ekstrem di Seluruh Indonesia

    Fenomena awan hitam ini muncul bersamaan dengan peringatan dini BMKG terkait potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. BMKG mengingatkan adanya kemungkinan hujan ringan hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di beberapa kota besar, termasuk:

    • Jakarta
    • Kalimantan Barat
    • Laut Sulawesi
    • Aceh dan Riau
    • Lampung hingga Sumatera Selatan
    • Jawa Tengah hingga Selat Karimata

    Kondisi ini meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sepanjang jalur konvergensi atau konfluensi, yaitu daerah pertemuan aliran udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

    Kekhawatiran Masyarakat dan Viral di Medsos

    Video-video yang beredar di TikTok dan platform media sosial lain menunjukkan warga Subang yang terkejut dan waspada. Banyak komentar dari netizen yang mempertanyakan asal-usul awan hitam serta kemungkinan dampak kesehatan dari bau yang menyengat.

    Fenomena ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi polusi udara. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait asal-usul awan hitam, warga disarankan untuk tetap mengikuti informasi terkini dari BMKG dan instansi terkait.

    Kesimpulan

    Awan hitam berbau septic tank yang viral di Subang bukan hanya menarik perhatian media sosial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan potensi risiko lingkungan. Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan cuaca dan polusi dapat memicu situasi yang tidak biasa dan memengaruhi aktivitas masyarakat.

    Sumber : www.tvonenews.com

  • Korban Longsor di Subang Belum Semua Ditemukan

    SUBANG, PILARadio – Telah terjadi bencana tanah longsor di Kampung Cipondok, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Minggu (7/1/2024). 1 orang dikabarkan meninggal dunia dan 11 orang mengalami luka ringan.

    Hal tersebut disampaikan Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Dani Ramdan yang melaporkan, pihaknya telah mengirim tim untuk turun tangan melakukan evakuasi dan asesmen kebutuhan personil, peralatan, dan logistik penanggulangan bencana.

    “Tim BPBD saat ini sudah berada di TKP untuk melakukan evakuasi dan asesmen kebutuhan personil, peralatan dan logistik penanggulangan bencananya,” ucap Dani, melansir laman Subanginfo. (Red)

    Berdasarkan laporan sementara dari berbagai sumber, sekitar 300 warga mengungsi. Adapun warga terdampak akan diungsikan ke Majlis Ta’lim Bantar Panjang.

    Oleh karenanya, pihaknya terus melakukan asesmen dan pendataan masih terus dilakukan secara intens dengan BPBD Kabupaten Subang.

    Sementara itu, melalui edaran yang tersebar di banyak WAG, Camat Kasomalang, Tatang Saepulloh menjelaskan, kejadian sekitar pukul 17.30 WIB tersebut mengakibatkan Warung milik warga, Pos Sumber dan tempat wisata Air terbawa arus longsor.

    Derasnya air disertai material tanah yang terseret longsor menyebabkan tertutup nya sumber mata air salah satu perusahaan air minum ternama.

    Bahkan, mengutip sejumlah sumber lain, diperkirakan masih ada korban yang masih belum ditemukan.

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM