MAJALENGKA, PILARadio – Dampak terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau, sejumlah penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dialihkan sementara melalui Bandara Internasional Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin siang.
Pengalihan dilakukan akibat gangguan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap operasional penerbangan di Soetta.
Dua pesawat Garuda Indonesia yang seharusnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Senin siang.
Pengalihan ini dilakukan akibat gangguan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap operasional penerbangan di Soetta.
Dua pesawat tersebut merupakan penerbangan Garuda Indonesia yang membawa jemaah umrah dari Arab Saudi. Pesawat pertama, yakni GA 961 rute Madinah–Jakarta, menggunakan Boeing 777-300.
Pesawat tersebut dialihkan ke BIJB Kertajati dan mendarat sekitar pukul 14.25 WIB. Pesawat itu membawa 356 penumpang yang seluruhnya merupakan jemaah umrah.
Selanjutnya, pesawat GA 983 rute Jeddah–Jakarta juga dialihkan ke Kertajati. Pesawat Boeing 777-300 tersebut membawa 307 penumpang dan mendarat di BIJB Kertajati sekitar pukul 15.00 WIB.
“Gangguan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Dua penerbangan Garuda Indonesia dari Arab Saudi yang membawa jemaah umrah dialihkan ke BIJB Kertajati, Majalengka. Penerbangan GA 961 rute Madinah–Jakarta dengan Boeing 777-300 membawa 356 penumpang dan mendarat sekitar pukul 14.25 WIB. Sementara GA 983 rute Jeddah–Jakarta membawa 307 penumpang dan tiba sekitar pukul 15.00 WIB.” Ujar Executive General Manager (EGM) BIJB Kertajati, Nuril Huda.
Pengalihan dua pesawat Garuda tersebut terjadi karena keduanya telah berada di udara ketika informasi terkait gangguan operasional di Bandara Soekarno-Hatta diterbitkan.
Pesawat dari Madinah dan Jeddah diperkirakan telah terbang sekitar sembilan jam sebelum akhirnya dialihkan ke Kertajati.
Meski demikian, BIJB Kertajati menyatakan siap menjadi bandara alternatif apabila kembali dibutuhkan, termasuk untuk penerbangan domestik.

