PILARadio.com – Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari AdventHealth Research Institute dan University of Pittsburgh mengungkap cara sederhana agar usia otak tampak lebih muda secara biologis. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik, khususnya olahraga aerobik selama 150 menit per minggu, tidak hanya baik untuk tubuh tetapi juga berdampak signifikan pada kesehatan otak.
Dikutip dari Eating Well, Selasa (28/01/2026), penelitian ini dilatarbelakangi rasa ingin tahu para ilmuwan tentang apakah olahraga benar-benar bisa mengubah struktur fisik otak. Mereka ingin mengetahui apakah perubahan tersebut bisa terlihat melalui hasil pemindaian MRI. Untuk menjawab pertanyaan ini, tim peneliti melakukan uji klinis acak tersamar tunggal terhadap 130 orang dewasa sehat dengan rentang usia 26 hingga 58 tahun.
Para peserta dibagi secara acak ke dalam dua kelompok: kelompok latihan aerobik intensitas sedang hingga berat, dan kelompok kontrol yang tidak mengubah tingkat aktivitas. Kelompok latihan mengikuti dua sesi mingguan selama 60 menit di laboratorium, sekaligus diberikan tambahan latihan berbasis rumah untuk mencapai target 150 menit aktivitas aerobik per minggu. Aktivitas yang dilakukan beragam, termasuk jogging, berjalan, berlari di treadmill, bersepeda, menggunakan mesin elips, atau dayung. Selama penelitian, peserta dipantau dengan monitor detak jantung untuk memastikan intensitas latihan tetap sesuai standar.
Untuk menilai efek olahraga terhadap otak, para peneliti menggunakan pemindaian MRI di awal dan akhir penelitian, serta mengukur kebugaran kardiorespirasi melalui tes VO2peak atau pengambilan oksigen puncak. Hasil dari kedua metode ini memungkinkan tim peneliti menghitung perbedaan usia otak yang diprediksi, sekaligus menilai efek positif dari olahraga rutin.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of Sport and Health Science menunjukkan bahwa kelompok yang rutin berolahraga mengalami penurunan usia otak rata-rata 0,6 tahun dibandingkan awal penelitian. Sementara itu, kelompok kontrol justru menunjukkan usia otak meningkat sekitar 0,35 tahun. Meskipun penurunan dan peningkatan ini tidak signifikan secara statistik masing-masing, perbandingan antara kedua kelompok menghasilkan selisih hampir satu tahun yang jelas menguntungkan kelompok olahraga. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas aerobik intensitas sedang hingga berat benar-benar memberi manfaat nyata bagi kesehatan otak.
Ahli saraf Kirk I. Erickson, Ph.D., menambahkan bahwa olahraga minimal 150 menit per minggu dapat membantu menjaga otak tetap lebih muda secara biologis. Erickson menekankan pentingnya memulai aktivitas fisik sejak usia 30-an, 40-an, atau 50-an untuk memaksimalkan manfaatnya. Aktivitas aerobik tidak hanya menunda penuaan otak, tetapi juga meningkatkan kebugaran dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Bagi yang belum mencapai target 150 menit per minggu, penelitian ini memberikan panduan sederhana. Aktivitas sehari-hari seperti berjalan kaki singkat, menggunakan tangga daripada lift, berenang, bersepeda, atau jalan cepat secara konsisten dapat membantu mencapai angka tersebut. Pendekatan ini mudah diterapkan, bahkan bagi mereka yang memiliki jadwal padat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan tanpa perlu olahraga ekstrem.
Meski demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Sampel penelitian relatif kecil dan terdiri dari sukarelawan yang sehat dan berpendidikan, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya merepresentasikan populasi luas. Namun, temuan ini tetap memberikan bukti kuat bahwa olahraga aerobik rutin dapat menjadi strategi efektif untuk menjaga kesehatan otak.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan hubungan positif antara olahraga dan usia otak. Dengan rutin melakukan 150 menit olahraga per minggu, Anda tidak hanya menjaga tubuh tetap sehat tetapi juga memberi otak kesempatan untuk tetap muda secara biologis. Temuan ini membuka peluang baru dalam pencegahan penuaan otak dan penyakit neurodegeneratif melalui aktivitas fisik yang konsisten.
Sumber : www.indozone.id

















