PILARadio.com – Platform pemesanan aktivitas dan pengalaman wisata, Klook, baru-baru ini merilis laporan terbaru bertajuk Spring Readiness Index 2026, yang mengungkap tren perjalanan wisata musim semi di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2026. Laporan ini menyajikan tinjauan musiman yang menggambarkan kesiapan wisatawan menghadapi periode puncak liburan musim semi, sekaligus menjadi pengembangan dari riset tahunan Klook, Travel Pulse 2026.
Berdasarkan survei terhadap 900 wisatawan di sembilan pasar utama Asia, yaitu Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Taiwan, dan India, Jepang kembali menjadi destinasi utama perjalanan musim semi dengan tingkat minat mencapai 78 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Korea Selatan dengan 52 persen, sementara China menempati posisi ketiga dengan 42 persen. Mayoritas wisatawan memilih periode Maret hingga April untuk berlibur, guna menikmati atraksi khas musim semi, termasuk fenomena alam musiman seperti mekarnya bunga sakura.
Tren Wisata Musim Semi 2026
Vice President Global Marketing Klook, Marcus Yong, menjelaskan bahwa tren perjalanan musim semi tahun 2026 menunjukkan perubahan perilaku wisatawan yang semakin terencana dan fleksibel. “Melalui Spring Readiness Index, kami melihat wisatawan kini merencanakan perjalanan dengan fleksibilitas lebih besar, tetap memprioritaskan pengalaman paling bermakna, mulai dari eksplorasi budaya lokal hingga mencicipi kuliner khas setiap destinasi,” ungkapnya, seperti dikutip dari keterangan resmi Klook.
Fenomena ini menandai pergeseran perilaku wisatawan ke gaya perjalanan discovery-driven travel, di mana pengalaman baru dan eksplorasi destinasi menjadi prioritas. Alih-alih hanya mengunjungi satu kota besar, wisatawan kini lebih suka menggabungkan beberapa destinasi dalam satu perjalanan. Berdasarkan data Travel Pulse 2026, sekitar dua pertiga wisatawan berencana mengunjungi lebih dari satu destinasi dalam perjalanan musim semi mereka.
Dalam pola perjalanan ini, kota besar sering dijadikan gerbang menuju destinasi lain yang lebih kecil atau kurang populer. Di Jepang, minat wisatawan meningkat pada kota-kota berkembang seperti Fukuoka, Nagoya, dan Hiroshima. Di Korea Selatan, wilayah Gyeonggi-do, Gangwon-do, dan Gyeongju mulai menarik perhatian wisatawan. Sementara itu, di China, destinasi seperti Qingyuan, Yinchuan, dan Lijiang menunjukkan lonjakan popularitas di kalangan pelancong.
Keramaian Atraksi dan Kekhawatiran Wisatawan
Survei Spring Readiness Index juga mengungkap kekhawatiran wisatawan terhadap keramaian atraksi. Sekitar 47 persen responden khawatir dengan antrean panjang dan waktu tunggu yang lama di destinasi populer. Sebanyak 41 persen wisatawan takut melewatkan momen puncak musiman, seperti mekarnya bunga sakura yang menjadi ikon wisata musim semi Jepang dan Korea Selatan.
Namun demikian, sebagian besar wisatawan tidak terlalu khawatir terhadap faktor lain seperti cuaca atau kenaikan harga selama musim liburan. Sebanyak 70 persen responden berencana memesan aktivitas wisata musim semi dalam waktu dua bulan sebelum keberangkatan, menunjukkan keinginan untuk tetap fleksibel dalam menyesuaikan waktu perjalanan dengan kondisi alam dan festival musiman.
Klook Perkenalkan Chief Spring Officer dan Penawaran Eksklusif
Sebagai bagian dari kampanye perjalanan musim semi, Klook memperkenalkan peran Chief Spring Officer pada Februari 2026. Peran ini bertujuan membantu wisatawan menghadapi kompleksitas perjalanan musim puncak. Setelah menerima lebih dari 150 kandidat dari 43 kota, Klook memperluas peran tersebut menjadi dewan yang terdiri dari 25 Chief Spring Officers. Mereka ditempatkan di Jepang, Korea Selatan, dan China mulai 20 Maret hingga 10 April 2026 untuk memberikan panduan perjalanan dan pengalaman optimal.
Klook juga berkolaborasi dengan merchant lokal untuk menghadirkan pengalaman wisata eksklusif, termasuk di Everland, taman hiburan terbesar di Korea Selatan. Wisatawan dapat menikmati Secret Garden, area untuk melihat mekarnya bunga sakura dengan dua opsi tur: siang hari dan malam hari dengan pertunjukan kembang api. Tur ini dipandu oleh pemandu profesional, memberikan cara intim untuk menikmati keindahan musim bunga sambil menjelajahi area yang jarang dikunjungi.
Bloom Back Guarantee: Solusi untuk Wisatawan Musim Semi
Menjawab kekhawatiran wisatawan terkait kemungkinan melewatkan momen mekarnya bunga sakura, Klook menghadirkan Bloom Back Guarantee. Garansi ini tersedia sebagai add-on untuk pemesanan tur bunga sakura tertentu di Jepang dan Korea Selatan. Jika bunga sakura tidak mekar pada periode prakiraan resmi, wisatawan berhak mendapatkan pengembalian dana sebesar 30 persen.
Inisiatif ini menunjukkan bagaimana insight dari Spring Readiness Index diterjemahkan menjadi solusi nyata yang membantu wisatawan merencanakan perjalanan musim semi dengan fleksibilitas dan ketenangan pikiran lebih tinggi. Selain itu, Klook menghadirkan halaman khusus Klook Discovers Spring untuk menjelajahi pengalaman wisata terkurasi, mendapatkan update terbaru, dan tips perjalanan menarik.
Kesimpulan: Tren Wisata Musim Semi 2026
Laporan Klook ini menegaskan bahwa Jepang tetap menjadi destinasi favorit wisatawan musim semi 2026, diikuti oleh Korea Selatan dan China. Wisatawan kini lebih memilih perjalanan fleksibel, discovery-driven, dan memprioritaskan pengalaman autentik. Dengan hadirnya Chief Spring Officer, pengalaman eksklusif di Everland, dan Bloom Back Guarantee, Klook menghadirkan solusi cerdas bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan musim semi Asia Pasifik tanpa stres.
Tren ini menegaskan bahwa wisata musim semi Jepang 2026 tidak hanya sekadar perjalanan melihat bunga sakura, tetapi juga pengalaman budaya, kuliner, dan eksplorasi destinasi baru yang semakin diminati wisatawan Asia. Dengan persiapan matang dan penawaran eksklusif dari Klook, musim semi 2026 diprediksi akan menjadi salah satu periode perjalanan paling dinanti bagi traveler di kawasan Asia Pasifik.
Sumber : www.kumparan.com






















