PILARadio.com – Olimpiade Musim Dingin 2026 di Cortina, Italia, menghadirkan banyak momen bersejarah. Namun, salah satu cerita paling unik dan menginspirasi datang dari cabang olahraga ski Alpen nomor downhill. Dominik Paris, atlet tuan rumah Italia, sukses meraih medali perunggu dalam ajang bergengsi tersebut. Yang membuat kisah ini semakin menarik, Paris bukan hanya seorang atlet elite, tetapi juga vokalis band metal Italia bernama Rise Of Voltage.
Keberhasilan Dominik Paris meraih medali perunggu downhill di Olimpiade Musim Dingin 2026 menjadikannya salah satu sorotan utama publik. Di usia 36 tahun, ia tercatat sebagai atlet tertua kedua yang berhasil meraih medali dalam sejarah cabang ski Alpen nomor downhill di ajang Olimpiade. Prestasi ini menjadi bukti konsistensi dan dedikasi panjangnya di dunia olahraga musim dingin.
Bagi Italia sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2026, pencapaian Paris tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Sorak sorai penonton di Cortina mengiringi aksinya meluncur dengan kecepatan tinggi menaklukkan lintasan bersalju yang menantang. Medali perunggu ini terasa sangat spesial, mengingat sepanjang kariernya Paris telah mengoleksi 24 kemenangan di Piala Dunia Ski, tetapi belum pernah meraih medali Olimpiade sebelumnya.
Dalam wawancara yang dikutip NME pada Rabu, 11 Februari, Dominik Paris mengungkapkan betapa emosionalnya momen tersebut. “Memperoleh kesuksesan di bukit ini sangat berarti bagi saya. Piala Dunia itu berbeda, namun Olimpiade benar-benar istimewa—Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pada Olimpiade sebelumnya, ia telah berusaha sangat keras, terutama saat masih muda dan berada dalam kondisi fisik terbaiknya.
Keberhasilan di Olimpiade Musim Dingin 2026 ini sekaligus menjadi penebusan bagi Paris setelah perjalanan panjang dan penuh tantangan. Cedera, persaingan ketat, hingga tekanan sebagai atlet tuan rumah menjadi bagian dari dinamika yang harus ia hadapi. Namun pengalaman dan kematangan mental tampaknya menjadi kunci keberhasilannya kali ini.
Menariknya, di balik citra Dominik Paris sebagai atlet ski Alpen kelas dunia, terdapat sisi lain yang tak kalah mencuri perhatian. Ia adalah frontman atau vokalis utama band metal Italia, Rise Of Voltage. Ketertarikannya pada musik metal sudah tumbuh sejak usia 14 tahun. Genre musik cadas tersebut bukan sekadar hobi sampingan, melainkan bagian penting dari hidupnya.
Pada 2017, Dominik Paris bersama saudaranya Lukas Paris, serta Frank Pichler dan Florian Schwienbacher, mendirikan band Rise Of Voltage. Sejak terbentuk, band metal ini aktif berkarya dan telah merilis dua album penuh, yakni “Time” pada 2018 dan “Escape” pada 2024. Musik mereka dikenal mengusung nuansa heavy metal dengan energi tinggi yang sejalan dengan karakter Paris di lintasan ski.
Perpaduan antara dunia olahraga ekstrem dan musik metal menjadikan sosok Dominik Paris semakin unik. Ia mampu menyeimbangkan jadwal latihan dan kompetisi ski dengan aktivitas rekaman hingga tampil di atas panggung bersama bandnya. Tak jarang, publik menyebutnya sebagai atlet dengan “jiwa rockstar”.
Dalam wawancara yang sama, Paris mengakui bahwa tampil di atas panggung bersama Rise Of Voltage justru terasa lebih menegangkan dibandingkan saat berlomba di Olimpiade Musim Dingin. “Sangat berbeda rasanya berada di atas panggung bersama band. Tidak mudah untuk bertahan selama satu jam di atas panggung sambil berteriak,” tuturnya.
Ia bahkan mengaku tidak terlalu gugup saat mengikuti balapan ski karena sudah memahami dengan jelas apa yang harus dilakukan. “Bagi saya, saya tidak terlalu gugup saat melakukan balapan ski karena saya tahu persis apa yang harus saya lakukan,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan betapa berpengalamannya ia sebagai atlet profesional.
Dengan nada bercanda, Dominik Paris juga menyampaikan bahwa kemampuan ski-nya mungkin lebih unggul dibandingkan kemampuan vokalnya. “Saya yakin saya adalah pemain ski yang lebih baik daripada penyanyi, tapi saya rasa saya tidak terlalu buruk sebagai vokalis band metal,” ujarnya sambil tersenyum.
Kisah Dominik Paris di Olimpiade Musim Dingin 2026 menjadi inspirasi bahwa seseorang dapat memiliki lebih dari satu identitas dan tetap berprestasi di keduanya. Ia membuktikan bahwa dunia olahraga dan musik tidak harus saling bertentangan. Justru keduanya bisa berjalan beriringan, saling melengkapi dan memberikan energi positif.
Setelah sukses meraih medali perunggu downhill di Cortina, Dominik Paris tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Jadwalnya sudah menanti di dunia musik. Ia dijadwalkan tampil bersama Rise Of Voltage di festival Alpen Flair pada musim panas mendatang. Festival tersebut akan menghadirkan sejumlah band internasional, termasuk Ice Nine Kills, yang dikenal di kancah musik metal global.
Partisipasinya di festival Alpen Flair semakin menegaskan bahwa Paris serius menekuni dua dunia sekaligus. Di satu sisi, ia adalah peraih medali Olimpiade Musim Dingin 2026. Di sisi lain, ia tetap berdiri di atas panggung sebagai vokalis band metal Italia.
Kisah Dominik Paris menjadi salah satu highlight Olimpiade Musim Dingin 2026 di Cortina. Bukan hanya karena medali perunggu yang diraihnya, tetapi juga karena kepribadiannya yang multidimensional. Ia adalah simbol dedikasi, keberanian, dan kebebasan berekspresi.
Dari lintasan ski bersalju hingga panggung musik penuh distorsi gitar, Dominik Paris membuktikan bahwa semangat kompetisi dan kreativitas bisa berjalan seiring. Prestasinya di Olimpiade Musim Dingin 2026 akan dikenang, begitu pula kiprahnya bersama Rise Of Voltage di dunia musik metal Italia.


















