• Latest
  • Trending
Studi Ungkap Deforestasi Bikin Nyamuk Makin Agresif Menghisap Darah Manusia

Studi Ungkap Deforestasi Bikin Nyamuk Makin Agresif Menghisap Darah Manusia

February 9, 2026
Gebyar Ramadan Penuh Hikmah Forum Jurnalis Cirebon, Ngabuburit dan Bukber Bareng Puluhan Wartawan (Tangkapan Layar)

Gebyar Ramadan Penuh Hikmah Forum Jurnalis Cirebon, Ngabuburit dan Bukber Bareng Puluhan Wartawan

March 15, 2026
Film Na Willa Di Jakarta Sold Out dan 22 Kota Di Indonesia

Tayang Lebih Dulu Tiket Film Na Willa Di Jakarta Sold Out dan 22 Kota Di Indonesia Hampir Habis

March 13, 2026
Band Rock Bon Jovi (Tangkapan Layar)

Band Rock Bon Jovi Akan Diangkat ke Layar Lebar Lewat Film Biopik Musikal Terbaru

March 13, 2026
Melbourne (Tangkapan Layar)

Daftar Kota Terbaik Dunia 2026 Versi Global Ranking, Ada Indonesia?

March 13, 2026
Jersey Home dan Away Timnas Indonesia, Kelme

Resmi! Jersey Terbaru Timnas Indonesia Diluncurkan untuk Musim 2026

March 13, 2026
Ratusan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, porak-poranda usai diterjang angin puting beliung (Foto :Darfan)

Ratusan rumah di dua kecamatan di Cirebon rusak parah usai diterjang angin puting beliung

March 13, 2026
Jepang Jadi Destinasi Utama Wisata Musim Semi Asia Pasifik 2026

Jepang Jadi Destinasi Wisata Musim Semi Terpopuler 2026

March 12, 2026
Boyband legendaris Taiwan, F4.

Boyband Legendaris F4 Akan Konser Reuni di Indonesia Arena pada 30 Mei 2026

March 12, 2026
Dua pemain Iran merayakan keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2026 usai bermain imbang dengan Uzbekistan pada 25 Maret 2025 lalu

FIFA Pastikan Iran Tetap Bisa Berlaga di Piala Dunia 2026

March 12, 2026
Bulan puasa, pedagang nyambi kurir sabu diringkus polisi

Bulan puasa, pedagang nyambi kurir sabu diringkus polisi

March 12, 2026
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, pada Rabu pagi melakukan peninjauan ke Keraton Kasepuhan

Menteri Pariwisata RI Widiyanti tinjau kesiapan wisata di Kota Cirebon

March 12, 2026
Angkutan dicek, pengemudi dites Kesehatan, pemerintah pastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi baik

Angkutan dicek, pengemudi dites kesehatan, pemerintah pastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi baik

March 12, 2026
PILARadio 88.6 FM
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
PILARadio 88.6 FM
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

Studi Ungkap Deforestasi Bikin Nyamuk Makin Agresif Menghisap Darah Manusia

by Akbar
February 9, 2026
A A
Studi Ungkap Deforestasi Bikin Nyamuk Makin Agresif Menghisap Darah Manusia

Deforestasi (Tangkapan Layar)

PILARadio.com – Sebuah studi terbaru mengungkap dampak serius deforestasi terhadap kesehatan manusia. Berkurangnya tutupan hutan dan punahnya satwa liar ternyata membuat nyamuk semakin “haus darah” manusia. Kondisi ini terjadi karena nyamuk kehilangan inang alami mereka dan akhirnya lebih bergantung pada darah manusia, sehingga meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit menular berbahaya.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers dan menyoroti hubungan erat antara kerusakan lingkungan, perubahan ekosistem, serta meningkatnya ancaman penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Studi tersebut menyimpulkan bahwa hilangnya habitat alami mendorong nyamuk lebih sering menggigit manusia, memperbesar potensi penyebaran penyakit seperti demam berdarah, Zika, dan demam kuning.

Para peneliti menjelaskan bahwa deforestasi dan aktivitas manusia lainnya, seperti pembangunan dan alih fungsi lahan, secara signifikan mengurangi populasi tumbuhan dan satwa liar di berbagai wilayah. Di sisi lain, jumlah penduduk manusia di kawasan yang sama justru terus meningkat. Ketidakseimbangan ini menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk untuk beradaptasi dengan sumber makanan baru, yaitu manusia.

“Nyamuk yang biasanya memakan inang lain di habitat tersebut dapat beralih ke manusia jika habitat itu tidak lagi cocok untuk inang-inang tersebut dan mereka meninggalkan wilayah tersebut,” ujar Laura Harrington, profesor entomologi dari Cornell University.

Menurut Harrington, perubahan lanskap akibat deforestasi memaksa nyamuk menyesuaikan perilaku mencari makan. Ketika hewan-hewan liar yang sebelumnya menjadi sumber darah utama berkurang atau menghilang, manusia menjadi pilihan paling dekat dan paling mudah diakses.

Studi ini mengambil sampel dari dua wilayah yang sebelumnya tidak berpenghuni di negara bagian Rio de Janeiro, Brasil. Wilayah tersebut dulunya merupakan bagian dari Hutan Atlantik, salah satu ekosistem paling kaya keanekaragaman hayati di dunia. Hutan Atlantik pada masa lalu mencakup area seluas sekitar 502.000 mil persegi, namun kini telah menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar 29 persen akibat deforestasi dan pembangunan masif.

RelatedPosts :

Pertama Kali! Nyamuk Hidup Ditemukan di Islandia, Sinyal Darurat Iklim Dunia?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa darah manusia ditemukan secara luas pada sembilan spesies nyamuk yang hidup di wilayah tersebut. Temuan ini mengindikasikan adanya pergeseran pola makan nyamuk yang sebelumnya lebih banyak bergantung pada darah hewan liar.

Para peneliti juga merujuk pada sejumlah studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat deforestasi lebih parah cenderung memiliki populasi nyamuk yang lebih tinggi. Tak hanya itu, angka penyakit yang ditularkan oleh nyamuk di wilayah tersebut juga lebih besar. Hal ini disebabkan habitat yang terganggu justru lebih menguntungkan spesies nyamuk yang mampu berkembang biak di sekitar permukiman manusia.

Pada saat yang sama, penurunan keanekaragaman hayati turut menghilangkan spesies hewan yang sebenarnya berperan sebagai “penyangga” penularan penyakit. Dengan berkurangnya hewan-hewan tersebut, manusia menjadi sumber darah utama bagi nyamuk, sehingga risiko penularan penyakit meningkat secara signifikan.

Sérgio Lisboa Machado, salah satu penulis studi dan profesor di Universitas Federal Rio de Janeiro, menjelaskan bahwa nyamuk merupakan serangga oportunis yang cenderung tidak menjelajah jauh untuk mencari makanan.

“Nyamuk jarang terbang jauh. Mereka tidak akan menghabiskan banyak energi untuk mencari sumber makanan lain. Jadi, ketika manusia berada di dekat mereka, manusia menjadi target utama,” ujar Lisboa.

Kondisi ini menjadi semakin mengkhawatirkan mengingat peran nyamuk sebagai vektor penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa lebih dari 17 persen dari seluruh penyakit menular di dunia disebabkan oleh penyakit yang ditularkan oleh vektor, yaitu organisme hidup seperti nyamuk, kutu, dan lalat. Penyakit-penyakit ini menyebabkan lebih dari 700.000 kematian setiap tahunnya di seluruh dunia.

WHO juga menyebut bahwa nyamuk saja mampu menularkan puluhan penyakit serius kepada manusia. Karena dampak globalnya yang besar, nyamuk bahkan kerap disebut sebagai hewan paling mematikan di Bumi.

Para peneliti menjelaskan bahwa nyamuk betina menjadi aktor utama dalam penularan penyakit. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), nyamuk betina membutuhkan darah untuk mendapatkan protein dan zat besi yang diperlukan dalam proses pembentukan telur.

“Ada dorongan reproduksi yang membuat mereka memakan darah. Jika tidak ada inang lain, kebanyakan nyamuk akan memakan darah manusia,” ungkap Harrington.

Sementara itu, nyamuk jantan tidak menggigit manusia. Mereka bertahan hidup dengan memakan nektar dan gula dari tumbuhan. Perbedaan peran biologis ini membuat nyamuk betina menjadi fokus utama dalam studi tentang penularan penyakit.

Harrington juga menjelaskan bahwa terdapat sekitar 3.500 spesies nyamuk di seluruh dunia. Namun, hanya sebagian kecil yang benar-benar memiliki preferensi kuat terhadap darah manusia. Dalam kondisi normal, sebagian besar nyamuk tidak secara khusus memilih manusia jika masih tersedia inang lain.

“Ini sebenarnya sudah lama diketahui. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana manipulasi lanskap oleh manusia dapat mengubah pola makan nyamuk dan mengarahkannya lebih sering ke manusia,” jelas Harrington.

Temuan ini memperkuat peringatan bahwa deforestasi bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan publik. Kerusakan hutan, hilangnya keanekaragaman hayati, dan ekspansi manusia ke wilayah alami berpotensi menciptakan siklus baru penyebaran penyakit menular.

Para peneliti menekankan pentingnya menjaga ekosistem alami sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati dinilai tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga berperan penting dalam melindungi manusia dari ancaman penyakit yang dibawa oleh nyamuk.

Dengan semakin jelasnya hubungan antara deforestasi dan meningkatnya risiko penyakit, studi ini menjadi pengingat bahwa kesehatan manusia sangat bergantung pada keseimbangan alam. Tanpa upaya serius untuk melindungi lingkungan, ancaman penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk dikhawatirkan akan terus meningkat di masa depan.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Tags: Darah ManusiaDeforestasiMengihisapNyamukStudi Ungkap Deforestasi Bikin Nyamuk Makin Agresif Menghisap Darah Manusia
Previous Post

Taylor Swift Pecahkan Rekor Spotify Lewat Video Opalite Bernuansa 80–90-an

Next Post

Jelang Ramadan, harga daging ayam meroket tajam di Kuningan

Related Category

Melbourne (Tangkapan Layar)
MESTITAU

Daftar Kota Terbaik Dunia 2026 Versi Global Ranking, Ada Indonesia?

by Akbar
March 13, 2026

PILARadio.com - Majalah gaya hidup dan perjalanan Time Out kembali merilis daftar tahunan 50 kota terbaik di dunia untuk dikunjungi...

Read more
Jepang Jadi Destinasi Utama Wisata Musim Semi Asia Pasifik 2026

Jepang Jadi Destinasi Wisata Musim Semi Terpopuler 2026

March 12, 2026
Ilustrasi Singapura (Sumber: Bussines Insider SG)

Singapura Salip Bali dalam Daftar Destinasi Budaya Terbaik Dunia 2026

March 11, 2026
Roti sedikit berjamur.

Penting! Roti Jamuran Tetap Harus Dibuang Meski Hanya Sedikit

March 10, 2026
Para peneliti telah mengkonfirmasi bahwa possum jari panjang kerdil (Dactylonax kambuayai) masih hidup di Papua.

Ilmuwan Temukan 2 Spesies Marsupial Papua yang Dikira Punah Ribuan Tahun Lalu

March 9, 2026
Next Post
Jelang Ramadan, harga daging ayam meroket tajam

Jelang Ramadan, harga daging ayam meroket tajam di Kuningan

Puluhan pelajar yang diduga tergabung dalam geng motor diamankan warga saat melintas di wilayah Kecamatan Klangenan dan Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon

Viral puluhan geng motor pelajar diamankan warga, empat motor dibakar

INDONESIA ARENA - Situasi venue Indonesia Arena berlangsungnya Piala Asia Futsal 2026

PSSI Kena Denda Rp235 Juta akibat Pelanggaran Aturan AFC Futsal 2026

Comeback Setelah 10 Tahun, Maher Zain Rilis Album Back To You Selama Ramadan

Comeback Setelah 10 Tahun, Maher Zain Rilis Album Back To You Selama Ramadan

Leave Comment
TikTok Instagram Youtube Facebook

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist