• Latest
  • Trending
NASA Kembangkan Pembangkit Nuklir di Bulan, Target Beroperasi dalam Dekade Ini (Ilustrasi)

NASA Kembangkan Pembangkit Nuklir di Bulan, Target Beroperasi dalam Dekade Ini

June 3, 2026
Artis peraih Grammy Award, Peabo Bryson (Tangkapan Layar)

Kabar Duka, Peabo Bryson Penyanyi Lagu Beauty and the Beast Tutup Usia

June 3, 2026
Sejumlah bajaj melewati patung raksasa Lionel Messi yang menjulang setinggi 21 meter di Kolkata, India, 27 Mei 2026. Patung ini bergoyang tertiup angin dan rawan roboh.(AFP/DIBYANGSHU SARKAR)

Jelang Piala Dunia 2026, Patung Lionel Messi di India Terancam Dibongkar karena Dinilai Berbahaya

June 3, 2026
Pasca Lebaran, Harga Cabai Merah Mencapai Rp100 Ribu, Bawang dan Sayur Mayur Masih Tinggi (Foto : Darfan)

Pasca Lebaran, Harga Cabai Merah Mencapai Rp100 Ribu, Bawang dan Sayur Mayur Masih Tinggi

June 3, 2026
Sejumlah Jasa Perhotelan Terapkan Skema Efisiensi dengan Rencana Pengurangan Karyawan (Foto : Darfan)

Sejumlah Jasa Perhotelan Terapkan Skema Efisiensi dengan Rencana Pengurangan Karyawan

June 3, 2026
Polresta Cirebon mengamankan barang bukti pencurian rumah (Foto : Darfan)

Operasi Jaran Lodaya 2026, Pelaku Pencurian Rumah di Talun Diringkus Polresta Cirebon

June 2, 2026
Pecel Jawa Timur (Tangkapan Layar)

Bangga! Pecel Jawa Timur Dinobatkan sebagai Salah Satu Salad Terbaik Dunia

June 2, 2026
Penampilan Dua Lipa dan Callum Turner di hari pernikahannya yang digelar sederhana di London, Minggu (31/5/2026).(Thesun.co.uk/Ray Collins)

Kabar Bahagia! Dua Lipa dan Callum Turner Resmi Menjadi Pasangan Suami Istri

June 2, 2026
Penyerang Timnas U19 Indonesia, Arkhan Kaka, merayakan gol ke gawang Myanmar pada laga Piala AFF U19 atau ASEAN U19 Championship di Stadion Utama Sumatera Utara pada Senin (1/6/2026).(PSSI)

Garuda Muda Menang 3-0 atas Myanmar di AFF U-19 2026

June 2, 2026
Jajaran Kodim 0614 Kota Cirebon menggelar patroli guna mengantisipasi aksi begal dan balap liar (Foto : Darfan)

Patroli Kodim Kota Cirebon Berhasil Gagalkan Balap Liar, Empat Motor Balap dan Remaja Diamankan

June 2, 2026
Kapolri dan Ketua MPR Melepas Jenazah Sesepuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon untuk Dimakamkan (Foto : Darfan)

Kapolri dan Ketua MPR Melepas Jenazah Sesepuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon untuk Dimakamkan

June 2, 2026
Ilustrasi Maskapai Jepang Jastip ke Bulan (Tangkapan Layar)

Heboh! Maskapai Jepang Akan Layani Jastip Barang ke Bulan Mulai Tahun 2028

May 29, 2026
Album You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love (Tangkapan Layar)

Olivia Rodrigo Bocorkan Tracklist Album Baru, Dibagi Jadi Dua Bagian

May 29, 2026
PILARadio 88.6 FM
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
PILARadio 88.6 FM
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

NASA Kembangkan Pembangkit Nuklir di Bulan, Target Beroperasi dalam Dekade Ini

by Akbar
June 3, 2026
A A
NASA Kembangkan Pembangkit Nuklir di Bulan, Target Beroperasi dalam Dekade Ini (Ilustrasi)

NASA Kembangkan Pembangkit Nuklir di Bulan, Target Beroperasi dalam Dekade Ini (Ilustrasi)

PILARadio.com – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus mematangkan berbagai teknologi yang dibutuhkan untuk mewujudkan kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan. Salah satu proyek yang kini menjadi perhatian utama adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir yang dirancang untuk menyediakan pasokan energi stabil bagi misi-misi masa depan di permukaan Bulan.

Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang NASA dalam membangun infrastruktur permanen di satelit alami Bumi tersebut. Keberadaan sumber energi yang andal dinilai menjadi faktor penting agar manusia dapat tinggal, bekerja, melakukan penelitian, serta menjalankan berbagai aktivitas eksplorasi dalam jangka waktu yang lama.

Program Eksekutif NASA untuk Basis Bulan, Carlos Garcia-Galan, mengungkapkan bahwa tenaga nuklir merupakan salah satu solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan energi di lingkungan Bulan yang memiliki kondisi ekstrem. Menurutnya, NASA menargetkan kemampuan menghasilkan listrik dalam jumlah besar yang dapat digunakan untuk menopang berbagai sistem pendukung kehidupan manusia.

Ia menjelaskan bahwa badan antariksa Amerika Serikat tersebut ingin mencapai tahap di mana fasilitas di Bulan mampu menghasilkan puluhan kilowatt energi listrik secara konsisten. Untuk mencapai target itu, pembangunan reaktor nuklir di permukaan Bulan dianggap sebagai langkah yang paling realistis.

Menurut Carlos Garcia-Galan, NASA akan memulai berbagai eksperimen teknologi sebelum akhirnya membangun sistem pembangkit listrik nuklir yang dapat beroperasi secara penuh. Tahapan tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh teknologi yang digunakan mampu bekerja secara aman dan efisien dalam kondisi lingkungan Bulan yang sangat berbeda dengan Bumi.

Tantangan Energi di Permukaan Bulan

RelatedPosts :

NASA Wacanakan Kembalikan Status Pluto Jadi Planet, Benarkah?

NASA Siap Bangun Kota Pertama di Bulan, Bernama Bubble City

NASA Cari Sukarelawan untuk Tinggal dalam Simulasi Mars Selama Setahun

Heboh! Maskapai Jepang Akan Layani Jastip Barang ke Bulan Mulai Tahun 2028

Penyediaan energi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam program eksplorasi Bulan. Berbeda dengan Bumi yang memiliki atmosfer dan berbagai sumber energi yang mudah dimanfaatkan, Bulan memiliki kondisi yang jauh lebih keras.

Selama ini tenaga surya menjadi pilihan utama untuk memasok energi bagi berbagai wahana antariksa. Namun NASA menilai tenaga surya memiliki keterbatasan jika digunakan sebagai satu-satunya sumber energi untuk mendukung keberadaan manusia secara permanen di Bulan.

Permasalahan utama terletak pada kondisi geografis Bulan yang memiliki banyak wilayah bayangan permanen. Beberapa area, khususnya di sekitar kutub Bulan, hampir tidak mendapatkan sinar matahari secara langsung dalam waktu lama.

Di lokasi-lokasi tersebut, panel surya tidak dapat menghasilkan energi secara optimal. Akibatnya, kebutuhan listrik untuk habitat manusia, sistem komunikasi, laboratorium penelitian, hingga kendaraan eksplorasi berpotensi terganggu.

Selain itu, malam di Bulan berlangsung jauh lebih lama dibandingkan di Bumi. Satu malam bulan dapat berlangsung sekitar 14 hari Bumi. Selama periode tersebut, panel surya tidak mampu menghasilkan energi sehingga diperlukan sumber daya alternatif yang dapat bekerja tanpa bergantung pada cahaya matahari.

Karena alasan itulah NASA mulai mengembangkan teknologi nuklir sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan energi di Bulan.

Nuklir Dinilai Menjadi Solusi Paling Efektif

NASA menilai teknologi nuklir memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sumber energi lainnya. Salah satunya adalah kemampuan menghasilkan listrik secara terus-menerus tanpa dipengaruhi kondisi cuaca maupun siklus siang dan malam.

Dengan menggunakan reaktor nuklir berukuran kecil, pasokan energi dapat tetap tersedia selama bertahun-tahun. Hal ini sangat penting untuk mendukung operasional fasilitas penelitian dan tempat tinggal astronot yang nantinya dibangun di Bulan.

Selain pembangkit listrik, NASA juga berencana memanfaatkan unit pemanas radioisotop pada berbagai perangkat eksplorasi awal. Teknologi tersebut dapat membantu menjaga suhu peralatan tetap stabil ketika menghadapi suhu ekstrem selama malam bulan yang sangat dingin.

Penggunaan energi nuklir sebenarnya bukan hal baru dalam dunia antariksa. Selama beberapa dekade terakhir, berbagai misi luar angkasa telah menggunakan generator termoelektrik radioisotop untuk menyediakan energi bagi wahana yang beroperasi jauh dari Matahari.

Teknologi serupa telah digunakan pada misi terkenal seperti Voyager, Cassini, hingga rover Curiosity dan Perseverance yang saat ini menjelajahi permukaan Mars.

Keberhasilan teknologi tersebut menjadi dasar bagi NASA untuk mengembangkan sistem yang lebih besar dan lebih kuat guna mendukung aktivitas manusia di Bulan.

Rencana Pembangunan Basis Permanen di Bulan

Pengembangan pembangkit nuklir merupakan bagian dari visi besar NASA untuk membangun basis permanen di Bulan. Pada Maret lalu, badan antariksa tersebut mengumumkan peta jalan pembangunan pangkalan bulan yang akan dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama difokuskan pada pengiriman berbagai peralatan dan kargo ke Bulan. Infrastruktur dasar seperti sistem energi, komunikasi, serta fasilitas penelitian akan mulai dibangun dalam fase ini.

Berbagai teknologi pendukung juga akan diuji untuk memastikan seluruh sistem dapat bekerja dengan baik di lingkungan Bulan yang memiliki gravitasi lebih rendah dibandingkan Bumi.

Setelah infrastruktur awal tersedia, NASA akan memasuki tahap kedua yang berfokus pada pembangunan fasilitas yang lebih layak huni. Habitat astronot akan dirancang agar mampu memberikan kenyamanan serta perlindungan dari radiasi luar angkasa dan suhu ekstrem.

Pada fase ini, kerja sama internasional juga akan memainkan peran penting. Berbagai badan antariksa dari sejumlah negara diperkirakan akan berkontribusi dalam pengembangan teknologi maupun penyediaan fasilitas pendukung.

Kolaborasi internasional dianggap penting karena pembangunan basis permanen di Bulan membutuhkan sumber daya, teknologi, dan investasi yang sangat besar.

Target Kehadiran Manusia Jangka Panjang

Tahap ketiga menjadi tujuan akhir dari keseluruhan program pembangunan pangkalan bulan. Pada fase ini, NASA berharap manusia dapat tinggal dan bekerja di Bulan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Keberadaan sumber energi yang stabil menjadi syarat utama agar target tersebut dapat terwujud. Pembangkit nuklir diharapkan mampu menyediakan pasokan listrik untuk kebutuhan sehari-hari para astronot, mulai dari sistem pendukung kehidupan, fasilitas penelitian, hingga produksi air dan oksigen.

Selain itu, energi yang dihasilkan juga dapat digunakan untuk mengoperasikan kendaraan eksplorasi serta mendukung aktivitas penambangan sumber daya yang mungkin dilakukan di masa depan.

NASA meyakini bahwa Bulan dapat menjadi batu loncatan penting sebelum manusia melakukan perjalanan lebih jauh ke Mars. Pengalaman membangun dan mengelola pangkalan di Bulan akan memberikan banyak pelajaran berharga dalam menghadapi tantangan eksplorasi antariksa jarak jauh.

Persaingan Eksplorasi Bulan Semakin Ketat

Ambisi membangun pangkalan permanen di Bulan tidak hanya dimiliki oleh Amerika Serikat. Sejumlah negara lain seperti China, Rusia, Jepang, dan berbagai negara anggota Badan Antariksa Eropa juga tengah mengembangkan program eksplorasi bulan mereka masing-masing.

Persaingan ini mendorong percepatan pengembangan teknologi baru, termasuk sistem energi yang mampu mendukung keberadaan manusia di luar Bumi.

Dalam beberapa tahun terakhir, eksplorasi Bulan kembali menjadi fokus utama berbagai negara setelah sempat meredup pasca program Apollo pada abad ke-20. Kemajuan teknologi membuat peluang membangun koloni manusia di Bulan kini semakin realistis.

Masa Depan Eksplorasi Antariksa

Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan menjadi salah satu langkah penting menuju era baru eksplorasi luar angkasa. Jika berhasil diwujudkan, teknologi tersebut akan membuka peluang bagi manusia untuk tinggal lebih lama di luar Bumi dan memperluas jangkauan eksplorasi ke wilayah yang lebih jauh.

NASA melihat proyek ini bukan sekadar pembangunan sumber energi, melainkan fondasi utama bagi masa depan peradaban manusia di luar planet asalnya. Dengan dukungan teknologi nuklir, Bulan berpotensi berubah dari sekadar objek penelitian menjadi pusat aktivitas manusia di luar angkasa.

Keberhasilan proyek tersebut nantinya dapat menjadi titik awal bagi misi yang lebih ambisius, termasuk perjalanan manusia ke Mars dan pengembangan habitat permanen di berbagai lokasi lain dalam tata surya.

Sumber : www.voi.id

Tags: BeroperasiBulanNASANASA Kembangkan Pembangkit Nuklir di BulanNuklirTarget Beroperasi dalam Dekade Ini
Previous Post

Kabar Duka, Peabo Bryson Penyanyi Lagu Beauty and the Beast Tutup Usia

Related Category

Pecel Jawa Timur (Tangkapan Layar)
MESTITAU

Bangga! Pecel Jawa Timur Dinobatkan sebagai Salah Satu Salad Terbaik Dunia

by Akbar
June 2, 2026

PILARadio.com - Kuliner tradisional Indonesia kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Kali ini, pecel khas Jawa Timur berhasil masuk dalam...

Read more
Ilustrasi Maskapai Jepang Jastip ke Bulan (Tangkapan Layar)

Heboh! Maskapai Jepang Akan Layani Jastip Barang ke Bulan Mulai Tahun 2028

May 29, 2026
Soto, makanan Khas Lamongan yang telah menjadi ikon kuliner dan dikenal di berbagai daerah di Indonesia. (Foto: Istimewa)

Soto Lamongan Ditetapkan Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal oleh Pemerintah

May 26, 2026
Ilustrasi teh. (FREEPIK/TOPNTP26)

Teh Jadi Minuman Favorit Kedua Masyarakat Indonesia Setelah Air Putih

May 22, 2026
Model kerangka Nagatitan chaiyaphumensis, dinosaurus terbesar di Thailand, difoto di Museum Thainosaur di Bangkok, Thailand, Jumat (15/5/2026). Foto: Lillian SUWANRUMPHA / AFP

Wow! Fosil Dinosaurus Raksasa 27.000 Kg Ditemukan di Asia Tenggara

May 21, 2026
Leave Comment
TikTok Instagram Youtube Facebook

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM