PILARadio.com – Film dokumenter terbaru tentang Oasis, “Oasis: Don’t Look Back In Anger”, akhirnya memperlihatkan trailer dan poster resminya. Dokumenter yang mengangkat perjalanan reuni Liam Gallagher dan Noel Gallagher tersebut menjadi salah satu proyek musik yang paling banyak dinantikan, terutama setelah Oasis kembali menggelar tur bersama melalui Oasis Live ’25.
Trailer terbaru film dokumenter Oasis ini memberikan gambaran mengenai perjalanan Liam dan Noel Gallagher ketika kembali berada di atas panggung setelah bertahun-tahun menjalani perjalanan masing-masing. Tidak hanya memperlihatkan penampilan mereka dalam konser, film ini juga membawa penonton masuk ke suasana di balik layar, mulai dari persiapan tur, latihan, hingga momen-momen yang terjadi di luar panggung.
“Oasis: Don’t Look Back In Anger” dijadwalkan mulai tayang di bioskop Amerika Serikat dan sejumlah layar IMAX pada 11 September 2026. Sebelum penayangan reguler, penggemar juga mendapatkan kesempatan menyaksikan film tersebut melalui program IMAX Early Access pada 9 September 2026.
Kehadiran film dokumenter Oasis ini menjadi semakin menarik karena reuni Liam dan Noel Gallagher merupakan salah satu peristiwa terbesar dalam perjalanan musik Inggris dalam beberapa tahun terakhir.
Trailer Dokumenter Oasis Tampilkan Perjalanan Reuni Liam dan Noel
Trailer “Oasis: Don’t Look Back In Anger” memperlihatkan berbagai potongan perjalanan Oasis ketika menjalani tur reuni. Film tersebut tidak hanya berfokus pada penampilan di atas panggung, tetapi juga mencoba menangkap bagaimana dua bersaudara, Liam dan Noel Gallagher, kembali bekerja dalam satu proyek musik setelah hubungan mereka selama bertahun-tahun menjadi perhatian publik.
Reuni Oasis menjadi momen yang sudah lama dinantikan penggemar. Band asal Manchester tersebut memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kelompok musik paling berpengaruh dalam perkembangan Britpop dan musik rock Inggris.
Perselisihan antara Liam dan Noel Gallagher selama bertahun-tahun membuat kemungkinan Oasis kembali tampil bersama sempat terlihat sangat kecil. Karena itu, ketika reuni akhirnya terwujud melalui Oasis Live ’25, perhatian terhadap setiap aktivitas mereka kembali meningkat.
Film dokumenter ini hadir untuk merekam perjalanan tersebut dari jarak yang lebih dekat.
Penonton tidak hanya akan melihat Oasis tampil di hadapan puluhan ribu penggemar, tetapi juga dapat menyaksikan berbagai proses yang berlangsung sebelum konser dimulai.
Adegan latihan, persiapan panggung, suasana di belakang panggung, hingga interaksi para anggota tim menjadi bagian dari cerita yang ingin ditampilkan.
Oasis Live ’25 Menjadi Fokus Utama Film
Salah satu bagian utama “Oasis: Don’t Look Back In Anger” adalah perjalanan tur Oasis Live ’25.
Tur tersebut menjadi momentum penting karena menandai kembalinya Oasis dalam format yang kembali mempertemukan Liam dan Noel Gallagher.
Selama bertahun-tahun, penggemar Oasis hanya bisa berharap kedua bersaudara tersebut suatu saat kembali berdiri di atas panggung bersama.
Reuni tersebut kemudian menjadi kenyataan dan menghasilkan antusiasme besar dari penggemar di berbagai negara.
Film dokumenter ini berusaha menangkap suasana tersebut secara lebih lengkap. Konser bukan satu-satunya bagian yang ditampilkan. Proses panjang di balik tur juga menjadi bagian penting dari cerita.
Bagi penggemar, melihat bagaimana Oasis mempersiapkan diri sebelum naik ke panggung dapat memberikan pengalaman berbeda.
Selama ini, penonton lebih banyak mengenal Oasis melalui album, video musik, konser, dan pemberitaan media. Dokumenter ini menawarkan kesempatan untuk melihat sisi lain dari perjalanan band tersebut.
Wawancara Liam dan Noel Gallagher Jadi Momen Istimewa
Salah satu bagian paling menarik dari film dokumenter Oasis adalah wawancara bersama Liam Gallagher dan Noel Gallagher.
Keduanya disebut melakukan wawancara bersama untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun.
Hal tersebut menjadi sangat penting karena hubungan Liam dan Noel selama bertahun-tahun selalu menjadi bagian dari cerita besar Oasis.
Keduanya tidak hanya dikenal sebagai dua musisi utama Oasis, tetapi juga sebagai saudara yang memiliki hubungan penuh dinamika.
Perselisihan mereka bahkan menjadi salah satu alasan utama perjalanan Oasis mengalami perubahan besar.
Karena itu, wawancara Liam dan Noel dalam dokumenter ini berpotensi memberikan sudut pandang berbeda mengenai perjalanan mereka.
Penonton dapat mendengar langsung dari kedua bersaudara tersebut mengenai pengalaman kembali bekerja bersama dan menghadapi tur besar setelah sekian lama.
Kehadiran wawancara tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa “Oasis: Don’t Look Back In Anger” memiliki nilai khusus bagi penggemar lama.
Banyak penggemar yang mengikuti perjalanan Oasis sejak era 1990-an tentu memiliki rasa penasaran terhadap apa yang terjadi di balik reuni tersebut.
Dokumenter Oasis Tidak Hanya Menampilkan Konser
“Oasis: Don’t Look Back In Anger” tidak dibuat sekadar sebagai rekaman konser.
Film ini juga menghadirkan sejumlah materi dari belakang panggung yang memberikan gambaran mengenai proses di balik tur Oasis Live ’25.
Penonton akan diajak melihat sesi latihan dan berbagai aktivitas yang berlangsung sebelum pertunjukan.
Bagian tersebut menjadi penting karena konser yang terlihat sederhana di depan penonton sebenarnya membutuhkan persiapan panjang.
Para musisi, kru, teknisi, hingga tim produksi harus bekerja sama untuk memastikan setiap pertunjukan berjalan sesuai rencana.
Dengan menghadirkan footage dari balik layar, dokumenter ini dapat memperlihatkan sisi yang jarang diketahui penonton.
Suasana sebelum konser juga menjadi bagian yang menarik. Ribuan bahkan puluhan ribu penggemar menunggu Oasis tampil, sementara kru mempersiapkan panggung dan para musisi melakukan persiapan terakhir.
Semua momen tersebut menjadi bagian dari cerita besar reuni Oasis.
Footage yang Belum Pernah Dilihat Sebelumnya
Selain rekaman konser dan wawancara, film dokumenter Oasis ini juga menjanjikan sejumlah footage yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya.
Materi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi penggemar.
Oasis sudah memiliki perjalanan panjang sejak terbentuk pada awal 1990-an. Selama lebih dari tiga dekade, berbagai momen perjalanan band telah terdokumentasi melalui media, televisi, majalah, hingga rekaman pribadi.
Namun, masih terdapat banyak momen yang belum pernah dilihat publik.
Film “Don’t Look Back In Anger” akan menghadirkan sejumlah materi tersebut sebagai bagian dari cerita reuni.
Footage yang belum pernah ditampilkan memberikan kesempatan kepada penggemar untuk melihat Oasis dari perspektif berbeda.
Tidak hanya tentang panggung dan lagu, tetapi juga mengenai suasana dan emosi yang muncul ketika Liam dan Noel kembali berada dalam satu proyek musik.
Atmosfer Konser Oasis Jadi Bagian Penting
Oasis memiliki basis penggemar yang sangat besar. Lagu-lagu mereka telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang selama beberapa generasi.
Karena itu, atmosfer konser menjadi bagian penting dalam film dokumenter ini.
Trailer memperlihatkan bagaimana para penggemar menyambut kembalinya Oasis. Lagu-lagu yang sudah dikenal selama puluhan tahun kembali dinyanyikan bersama oleh ribuan penonton.
Momen tersebut bukan sekadar pertunjukan musik.
Bagi banyak penggemar, konser Oasis Live ’25 menjadi kesempatan untuk kembali merasakan musik yang menemani mereka sejak masa muda.
Ada pula generasi baru yang mengenal Oasis melalui orang tua atau melalui perkembangan musik digital.
Reuni tersebut akhirnya mempertemukan berbagai generasi penggemar dalam satu tempat.
Film dokumenter ini mencoba menangkap atmosfer tersebut dan menjadikannya bagian dari perjalanan cerita.
Oasis dan Pengaruh Besarnya dalam Musik Inggris
Oasis merupakan salah satu band yang memiliki pengaruh besar terhadap musik Inggris.
Band ini muncul pada era Britpop dan kemudian berkembang menjadi salah satu grup rock terbesar di dunia.
Lagu seperti “Wonderwall”, “Don’t Look Back in Anger”, “Live Forever”, “Champagne Supernova”, dan sejumlah lagu lainnya membuat Oasis memiliki tempat khusus dalam sejarah musik.
Popularitas mereka tidak hanya terjadi di Inggris.
Oasis memiliki penggemar di berbagai negara dan lagu-lagu mereka tetap diputar hingga sekarang.
Karena itulah, setiap kabar mengenai reuni Liam dan Noel selalu mendapatkan perhatian besar.
Film dokumenter “Oasis: Don’t Look Back In Anger” hadir pada saat yang tepat karena mengabadikan salah satu momen paling penting dalam perjalanan band tersebut.
Judul Film Terinspirasi dari Lagu Ikonik Oasis
Judul “Don’t Look Back In Anger” tentu tidak asing bagi penggemar Oasis.
Lagu tersebut merupakan salah satu karya paling populer dalam katalog band.
Judul tersebut memiliki makna yang kuat ketika digunakan untuk film dokumenter tentang reuni Oasis.
Perjalanan Liam dan Noel tidak pernah terlepas dari berbagai konflik yang terjadi selama bertahun-tahun.
Namun, reuni menunjukkan bahwa keduanya akhirnya kembali bekerja bersama dalam sebuah proyek besar.
Penggunaan judul “Don’t Look Back In Anger” terasa semakin relevan karena film ini tidak hanya menceritakan masa lalu, tetapi juga perjalanan menuju babak baru Oasis.
Bagi penggemar, judul tersebut seolah menjadi simbol dari perjalanan panjang band dan hubungan kedua bersaudara tersebut.
Steven Knight Terlibat dalam Produksi
“Oasis: Don’t Look Back In Anger” diproduksi oleh Magna Studios dan Sony Music Vision.
Film ini juga melibatkan Steven Knight sebagai penulis sekaligus produser.
Nama Steven Knight sudah cukup dikenal dalam dunia perfilman dan televisi. Ia merupakan kreator serial populer “Peaky Blinders”.
Keterlibatan Knight memberikan warna tersendiri dalam proyek dokumenter Oasis.
Sebagai penulis dan produser, ia memiliki pengalaman dalam membangun cerita yang kuat dan karakter yang memiliki latar belakang kompleks.
Kisah Oasis sendiri memiliki banyak unsur yang dapat dikembangkan menjadi cerita dokumenter, mulai dari kesuksesan besar, konflik internal, perpisahan, hingga reuni.
Disutradarai Dylan Southern dan Will Lovelace
Film dokumenter Oasis ini disutradarai Dylan Southern dan Will Lovelace.
Keduanya bukan nama baru dalam produksi dokumenter musik.
Southern dan Lovelace sebelumnya menggarap sejumlah proyek yang berkaitan dengan dunia musik, termasuk “Shut Up and Play the Hits” dan “Meet Me in the Bathroom”.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menggarap dokumenter mengenai Oasis.
Dokumenter musik membutuhkan pendekatan berbeda karena tidak hanya mengandalkan wawancara, tetapi juga harus mampu menangkap energi penampilan, hubungan antarpersonel, serta reaksi penggemar.
Dengan pengalaman di genre tersebut, Southern dan Lovelace memiliki latar belakang yang sesuai untuk membawa cerita Oasis ke layar lebar.
Tayang di Bioskop dan IMAX September 2026
Penggemar Oasis di Amerika Serikat dapat menyaksikan “Oasis: Don’t Look Back In Anger” di bioskop mulai 11 September 2026.
Film ini juga akan ditayangkan di sejumlah layar IMAX.
Bahkan, terdapat kesempatan bagi penggemar untuk menonton lebih awal melalui program IMAX Early Access pada 9 September 2026.
Pemutaran di bioskop memberikan pengalaman berbeda bagi penggemar karena dokumenter ini memiliki banyak materi konser.
Layar besar dan tata suara bioskop dapat membuat penonton merasa lebih dekat dengan suasana konser Oasis.
Apalagi, lagu-lagu Oasis memiliki karakter yang sangat kuat ketika dimainkan dalam format suara besar.
Bagi penggemar yang ingin merasakan atmosfer Oasis Live ’25 tanpa hadir langsung di stadion, penayangan dokumenter di bioskop bisa menjadi pilihan menarik.
Disney+ Akan Menayangkan Dokumenter Oasis
Setelah periode penayangan di bioskop, “Oasis: Don’t Look Back In Anger” akan tersedia secara eksklusif di Disney+ untuk penonton internasional.
Sementara itu, penonton di Amerika Serikat dapat menyaksikannya melalui Hulu dan Disney+ pada akhir 2026.
Kehadiran dokumenter di layanan streaming membuat film ini dapat menjangkau penggemar Oasis yang tidak memiliki kesempatan menonton langsung di bioskop.
Distribusi melalui platform streaming juga memungkinkan dokumenter tersebut ditonton oleh penggemar dari berbagai negara.
Hal ini penting mengingat basis penggemar Oasis tersebar luas di seluruh dunia.
Reuni Oasis Jadi Momen yang Dinantikan Penggemar
Bagi penggemar Oasis, reuni Liam dan Noel Gallagher bukan sekadar kembalinya sebuah band.
Oasis memiliki hubungan emosional yang kuat dengan banyak pendengarnya.
Lagu-lagu mereka menjadi soundtrack bagi berbagai fase kehidupan. Ada yang mengenal Oasis saat masih sekolah, ada pula yang tumbuh bersama musik mereka sejak era Britpop.
Ketika Oasis berpisah, banyak penggemar tidak pernah benar-benar berhenti berharap band tersebut kembali.
Karena itu, Oasis Live ’25 menjadi momen yang sangat penting.
Film dokumenter ini kemudian hadir untuk mengabadikan perjalanan tersebut.
Penonton akan melihat bagaimana antusiasme penggemar bertemu dengan kehadiran kembali Liam dan Noel di atas panggung.
Bukan Sekadar Nostalgia
Meski membawa kembali nama besar Oasis, “Don’t Look Back In Anger” tidak hanya mengandalkan nostalgia.
Film ini juga berusaha memperlihatkan apa arti reuni bagi para penggemar.
Oasis merupakan band yang memiliki sejarah panjang, tetapi musik mereka masih relevan bagi pendengar masa kini.
Generasi baru terus menemukan lagu-lagu Oasis melalui platform streaming dan media sosial.
Reuni Liam dan Noel juga membuat musik lama mereka kembali menjadi perhatian.
Konser Oasis Live ’25 mempertemukan penggemar lama dan pendengar generasi baru.
Situasi tersebut menjadi salah satu hal menarik yang ingin ditangkap oleh dokumenter.
Liam dan Noel Kembali dalam Satu Panggung
Hubungan Liam dan Noel Gallagher selalu menjadi salah satu cerita utama dalam sejarah Oasis.
Keduanya memiliki karakter yang berbeda dan sering menjadi pusat perhatian selama perjalanan band.
Namun, di balik berbagai konflik, keduanya juga memiliki peran besar dalam membentuk identitas Oasis.
Liam dikenal dengan karakter vokalnya yang khas, sementara Noel menjadi salah satu sosok penting dalam penulisan lagu Oasis.
Ketika keduanya kembali berada dalam satu panggung, momen tersebut tentu memiliki nilai emosional tersendiri.
Film dokumenter akan memperlihatkan perjalanan mereka dalam menjalani tur dan menghadapi perhatian publik yang kembali tertuju kepada Oasis.
Antusiasme Penggemar Menjadi Bagian Cerita
Penggemar Oasis tidak hanya menjadi penonton dalam film ini.
Reaksi dan antusiasme mereka juga menjadi bagian dari cerita.
Dari antrean menuju lokasi konser hingga nyanyian massal di dalam stadion, semua menggambarkan seberapa besar pengaruh Oasis terhadap penggemarnya.
Banyak lagu Oasis yang dapat dinyanyikan bersama oleh ribuan orang tanpa harus melihat lirik.
Momen seperti itu menjadi salah satu ciri khas konser mereka.
Dokumenter “Don’t Look Back In Anger” berusaha membawa atmosfer tersebut ke layar bioskop.
Film yang Menandai Babak Baru Oasis
Reuni melalui Oasis Live ’25 menjadi salah satu babak baru dalam sejarah Oasis.
Tidak ada yang bisa memastikan bagaimana perjalanan band tersebut setelah tur berakhir.
Namun, dokumenter ini setidaknya akan menjadi catatan visual mengenai bagaimana Liam dan Noel kembali berada dalam satu panggung.
Film ini juga menjadi cara untuk mengabadikan antusiasme penggemar yang menyambut kembalinya Oasis.
Bagi penggemar lama, dokumenter tersebut dapat menjadi perjalanan nostalgia.
Bagi generasi baru, film ini dapat menjadi pintu masuk untuk memahami mengapa Oasis memiliki pengaruh besar terhadap musik Inggris.
Trailer Jadi Gambaran Awal Dokumenter Oasis
Trailer terbaru “Oasis: Don’t Look Back In Anger” memberikan gambaran awal mengenai apa yang akan disajikan.
Mulai dari aksi panggung, suasana latihan, aktivitas di belakang panggung, wawancara Liam dan Noel, hingga reaksi penggemar akan menjadi bagian dari film.
Kombinasi berbagai materi tersebut membuat dokumenter ini tidak hanya berisi rekaman konser.
Film ini juga mencoba menceritakan proses di balik reuni.
Bagi penggemar Oasis, bagian tersebut mungkin menjadi salah satu materi yang paling menarik karena memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi ketika dua bersaudara tersebut kembali bekerja bersama.
Jadwal Tayang Film Dokumenter Oasis
“Oasis: Don’t Look Back In Anger” akan hadir lebih dulu di bioskop Amerika Serikat.
Jadwal pemutaran reguler ditetapkan pada 11 September 2026, sementara pemutaran khusus IMAX Early Access dijadwalkan pada 9 September 2026.
Setelah penayangan di bioskop, film akan berlanjut ke layanan streaming.
Disney+ akan menjadi platform eksklusif untuk penonton internasional. Sementara di Amerika Serikat, film ini juga akan tersedia melalui Hulu dan Disney+ pada akhir 2026.
Dengan jadwal tersebut, penggemar memiliki beberapa pilihan untuk menyaksikan perjalanan reuni Oasis.
Bioskop menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati atmosfer konser melalui layar besar dan sistem suara berkualitas tinggi.
Sementara layanan streaming memberikan fleksibilitas bagi penonton yang ingin menyaksikannya dari rumah.
Dokumenter Oasis Layak Dinantikan
Kehadiran “Oasis: Don’t Look Back In Anger” menjadi salah satu kabar besar bagi penggemar musik rock dan dokumenter musik.
Film ini memiliki sejumlah elemen yang membuatnya menarik, mulai dari reuni Liam dan Noel Gallagher, perjalanan Oasis Live ’25, footage yang belum pernah dilihat, hingga wawancara kedua bersaudara tersebut setelah lebih dari 20 tahun.
Keterlibatan Steven Knight serta sutradara Dylan Southern dan Will Lovelace juga menambah daya tarik proyek tersebut.
Film ini bukan hanya mendokumentasikan konser, tetapi juga mencoba menggambarkan hubungan antara Oasis dan para penggemarnya.
Bagi penggemar lama, cerita reuni tersebut tentu memiliki nilai nostalgia.
Sementara bagi pendengar generasi baru, dokumenter ini dapat menjadi kesempatan untuk memahami lebih jauh perjalanan salah satu band terbesar yang pernah muncul dari Inggris.
Dengan jadwal tayang di bioskop Amerika Serikat pada September 2026 dan distribusi melalui Disney+ serta Hulu setelahnya, “Oasis: Don’t Look Back In Anger” diperkirakan akan menjadi salah satu dokumenter musik yang banyak dibicarakan.
Trailer yang telah dirilis menjadi pembuka sebelum penonton melihat cerita lengkapnya.
Kini, pertanyaan yang tersisa hanya satu: seperti apa kisah lengkap reuni Liam dan Noel Gallagher setelah bertahun-tahun menjadi bagian dari sejarah panjang Oasis?
Jawabannya akan hadir ketika “Oasis: Don’t Look Back In Anger” mulai diputar di layar lebar pada September 2026.
Sumber : www.creativedisc.com




