PILARadio.com – Celine Dion bersiap kembali ke atas panggung setelah cukup lama menjalani hiatus akibat kondisi kesehatan yang membuatnya harus mengurangi aktivitas bernyanyi. Penyanyi asal Quebec, Kanada, tersebut dijadwalkan menggelar konser tunggal di Plenitude Arena, Paris, Prancis, pada Sabtu (12/9/2026).
Kembalinya Celine Dion ke panggung menjadi salah satu momen yang paling dinantikan penggemarnya. Setelah bertahun-tahun lebih banyak menjalani perawatan dan pemulihan, pelantun lagu My Heart Will Go On itu kembali menyiapkan penampilan langsung di hadapan penonton.
Konser di Paris juga menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Celine Dion setelah dirinya harus beristirahat karena mengalami Stiff Person Syndrome (SPS), gangguan saraf langka yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk bergerak secara normal.
Selama beberapa tahun terakhir, Celine Dion menjalani berbagai proses pemulihan. Ia tidak hanya melakukan terapi fisik, tetapi juga menjalani latihan vokal secara rutin untuk menjaga kemampuannya sebagai seorang penyanyi.
Rangkaian konser yang digelar di Paris menjadi tanda bahwa Celine Dion mulai membuka kembali lembaran baru dalam karier musiknya. Penampilan tersebut sekaligus menjadi salah satu penampilan penuh pertamanya setelah enam tahun absen dari panggung tur dunia.
Celine Dion kembali manggung di Paris
Celine Dion dijadwalkan tampil dalam rangkaian konser di Plenitude Arena, Paris. Berdasarkan laporan AFP pada Kamis (10/9), rangkaian pertunjukan tersebut terdiri atas 16 konser yang berlangsung sepanjang September hingga Oktober 2026.
Tidak berhenti di tahun ini, sebanyak 10 pertunjukan tambahan juga telah disiapkan untuk Mei 2027. Dengan demikian, total terdapat 26 jadwal pertunjukan yang menjadi bagian dari rangkaian konser Celine Dion di Paris.
Kembalinya Celine Dion tentu bukan sekadar agenda pertunjukan biasa. Bagi penyanyi berusia 58 tahun tersebut, kesempatan untuk kembali tampil di depan penonton menjadi hasil dari perjalanan panjang yang harus ia lalui setelah didiagnosis mengalami SPS.
Selama beberapa tahun, aktivitas Celine Dion di dunia musik harus dibatasi. Kondisi kesehatan yang dialaminya membuat sang penyanyi tidak dapat menjalani aktivitas panggung seperti sebelumnya.
Kini, setelah menjalani berbagai bentuk terapi dan latihan, Celine Dion kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi tuntutan pertunjukan langsung.
Konser tersebut juga menjadi momen penting karena Celine Dion harus kembali membangun stamina, kekuatan fisik, serta kepercayaan diri untuk tampil di hadapan ribuan penonton.
Enam tahun absen dari panggung tur dunia
Celine Dion telah melewati masa yang cukup panjang tanpa menjalani tur dunia. Selama sekitar enam tahun, penyanyi yang dikenal lewat sejumlah lagu hits tersebut harus lebih banyak berkonsentrasi pada kondisi kesehatannya.
Bagi seorang penyanyi profesional dengan jadwal pertunjukan yang padat, keputusan untuk berhenti dari aktivitas panggung tentu bukan sesuatu yang mudah.
Celine Dion dikenal sebagai salah satu penyanyi dengan kemampuan vokal yang kuat. Penampilannya selama bertahun-tahun juga identik dengan konser berskala besar, durasi panjang, serta tuntutan fisik yang tidak ringan.
Karena itu, kembali ke panggung setelah mengalami gangguan saraf menjadi tantangan tersendiri.
Ia harus memastikan tubuhnya cukup kuat untuk menghadapi aktivitas konser. Selain itu, kemampuan vokal juga harus terus dilatih agar dapat digunakan secara maksimal ketika tampil di hadapan penonton.
Proses tersebut dilakukan secara bertahap. Celine Dion menjalani latihan fisik dan vokal secara rutin sebagai bagian dari upayanya mempersiapkan diri.
Kembalinya Celine Dion ke panggung akhirnya menjadi simbol dari perjalanan panjang yang ia jalani selama beberapa tahun terakhir.
Perjuangan Celine Dion menghadapi Stiff Person Syndrome
Celine Dion mengumumkan kepada publik bahwa dirinya mengalami Stiff Person Syndrome pada Desember 2022.
SPS merupakan gangguan neurologis langka yang dapat menyebabkan kekakuan otot dan kejang otot. Kondisi tersebut dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi sangat sulit bagi penderitanya.
Bagi Celine Dion, penyakit tersebut kemudian berdampak besar terhadap aktivitasnya sebagai penyanyi.
Ia sebelumnya terbiasa tampil dalam konser dan melakukan perjalanan untuk memenuhi jadwal pertunjukan. Namun, kondisi tubuh yang semakin sulit dikendalikan membuat aktivitas tersebut tidak lagi dapat dilakukan seperti sebelumnya.
SPS juga membuat Celine Dion harus menjalani proses pemulihan yang panjang.
Alih-alih hanya mengandalkan istirahat, ia menjalani berbagai latihan untuk membantu mempertahankan kemampuan fisiknya. Latihan tersebut dilakukan secara rutin dan membutuhkan konsistensi.
Celine Dion bahkan menggambarkan proses pemulihannya seperti latihan yang dilakukan seorang atlet.
Ia menjalani latihan balet, pilates, serta terapi vokal beberapa kali dalam sepekan. Semua aktivitas tersebut dilakukan untuk membantu menjaga kondisi tubuh sekaligus mempersiapkan dirinya jika suatu hari kembali tampil di atas panggung.
Latihan fisik menjadi bagian penting pemulihan
Sebagai penyanyi, Celine Dion tidak hanya membutuhkan kondisi suara yang baik. Konser juga membutuhkan stamina dan kekuatan fisik.
Seorang penyanyi harus mampu berdiri dalam waktu cukup lama, bergerak di atas panggung, berinteraksi dengan penonton, serta menyelesaikan sejumlah lagu dalam satu pertunjukan.
Kondisi SPS membuat kebutuhan tersebut menjadi tantangan yang jauh lebih besar bagi Celine Dion.
Karena itu, latihan fisik menjadi bagian penting dari proses pemulihannya.
Latihan balet dan pilates membantu Celine Dion menjaga kekuatan serta kelenturan tubuh. Sementara itu, terapi vokal dilakukan untuk mempertahankan kemampuan bernyanyi setelah lama tidak menjalani aktivitas panggung secara normal.
Latihan tersebut tentu tidak dapat memberikan hasil dalam waktu singkat.
Celine Dion membutuhkan waktu untuk kembali membangun kemampuan fisiknya. Prosesnya dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi tubuh.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa keputusan untuk kembali manggung bukan sesuatu yang diambil secara tiba-tiba.
Ada proses panjang yang harus dilewati sebelum dirinya merasa cukup siap untuk kembali berada di hadapan penonton.
Pernah mengalami kejang otot yang ekstrem
Salah satu bagian paling berat dari perjalanan Celine Dion menghadapi SPS adalah ketika ia mengalami kejang otot ekstrem.
Kejang tersebut tidak hanya menyebabkan rasa sakit, tetapi juga dapat mengganggu berbagai aktivitas tubuh.
Dalam kondisi tertentu, kejang otot yang dialaminya bahkan disebut sangat kuat hingga menyebabkan tulang rusuknya retak.
Masalah tersebut tentu menjadi pengalaman yang berat bagi seorang penyanyi yang selama bertahun-tahun mengandalkan kondisi fisik untuk tampil.
Celine Dion juga pernah mengalami kondisi ketika saluran pernapasannya terasa seperti tercekik akibat kejang yang terjadi.
Situasi seperti itu memperlihatkan betapa seriusnya kondisi yang harus dihadapinya.
Di tengah kondisi tersebut, Celine Dion tetap berusaha mencari cara agar bisa mempertahankan kemampuan bernyanyi dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Perjalanan pemulihan akhirnya menjadi bagian besar dari kehidupannya dalam beberapa tahun terakhir.
Gejala SPS ternyata sudah dirasakan selama bertahun-tahun
Salah satu hal yang cukup mengejutkan dari perjalanan kesehatan Celine Dion adalah pengakuannya bahwa gejala yang dialaminya ternyata sudah dirasakan jauh sebelum dirinya mendapatkan diagnosis.
Sebelum mengumumkan kondisi kesehatannya kepada publik, Celine Dion disebut telah menahan berbagai gejala selama hampir dua dekade.
Selama bertahun-tahun, ia tetap berusaha menjalani aktivitas sebagai penyanyi meskipun tubuhnya mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan.
Sebagai seorang profesional yang memiliki jadwal padat, Celine Dion berusaha mempertahankan penampilannya di atas panggung.
Namun, kondisi tersebut pada akhirnya semakin sulit disembunyikan.
Ketika gejalanya semakin berat dan mulai memengaruhi kemampuan bernyanyi serta aktivitas sehari-hari, Celine Dion akhirnya memutuskan untuk terbuka kepada publik.
Pengumuman mengenai SPS pada 2022 menjadi titik penting dalam kehidupannya.
Sejak saat itu, publik mulai mengetahui alasan di balik keputusan Celine Dion untuk membatasi aktivitasnya di dunia musik.
Celine Dion pernah mengandalkan obat penenang
Dalam perjuangannya mempertahankan karier, Celine Dion juga pernah mengandalkan obat penenang agar tetap bisa menjalani aktivitasnya.
Ia pernah mengonsumsi Valium dalam dosis tinggi dengan tujuan membantu mengatasi kondisi yang dialaminya sehingga tetap mampu tampil di atas panggung.
Namun, penggunaan obat tersebut dalam jangka panjang dan dosis tinggi kemudian disadarinya sebagai sesuatu yang sangat berisiko.
Celine Dion menyadari bahwa tindakan tersebut justru dapat membahayakan keselamatannya.
Pengalaman itu menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Celine Dion memahami kondisi tubuhnya.
Keinginan untuk terus tampil sebagai penyanyi membuatnya pada saat itu berusaha mencari berbagai cara untuk mengatasi masalah yang muncul.
Namun, setelah mengetahui kondisi sebenarnya, ia harus mengambil keputusan yang berbeda.
Kesehatan kemudian menjadi prioritas utama.
Keputusan untuk berhenti tampil bukan perkara mudah
Bagi Celine Dion, panggung bukan sekadar tempat bekerja. Dunia musik telah menjadi bagian besar dari kehidupannya sejak usia muda.
Karena itu, keputusan untuk mengurangi aktivitas dan meninggalkan panggung selama bertahun-tahun tentu bukan perkara mudah.
Di satu sisi, Celine Dion ingin terus bernyanyi dan bertemu dengan para penggemarnya.
Di sisi lain, kondisi kesehatan membuatnya harus mempertimbangkan kemampuan tubuh.
Pilihan untuk beristirahat akhirnya menjadi langkah yang harus dilakukan.
Selama masa tersebut, Celine Dion lebih banyak berkonsentrasi pada proses pemulihan. Ia menjalani terapi, latihan fisik, serta latihan vokal untuk mempertahankan kemampuan yang dimilikinya.
Waktu yang cukup panjang tersebut juga memberikan kesempatan bagi Celine Dion untuk memahami batas kemampuan tubuhnya.
Kini, keputusan untuk kembali manggung menunjukkan bahwa dirinya telah mencapai tahap baru dalam proses tersebut.
Kembalinya Celine Dion menjadi momen emosional
Bagi penggemar Celine Dion, konser di Paris bukan hanya soal mendengarkan lagu-lagu favorit secara langsung.
Pertunjukan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali sang diva setelah melalui masa sulit.
Selama bertahun-tahun, penggemar mengikuti kabar mengenai kondisi Celine Dion. Banyak yang berharap dirinya dapat kembali tampil tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Karena itu, kabar mengenai rangkaian konser di Paris membawa harapan baru bagi para penggemarnya.
Kembalinya Celine Dion ke panggung juga memperlihatkan bahwa perjalanan seorang musisi tidak selalu berjalan mulus.
Ada masa ketika seorang penyanyi harus berhenti, menjalani pemulihan, dan menyesuaikan kembali kehidupannya sebelum akhirnya memutuskan untuk tampil lagi.
Bagi Celine Dion, panggung kali ini menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Rangkaian konser berlangsung hingga 2027
Rangkaian konser Celine Dion di Paris tidak hanya berlangsung pada September 2026.
Berdasarkan laporan AFP, terdapat 16 pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung dari September hingga Oktober 2026.
Selain itu, 10 pertunjukan tambahan dijadwalkan pada Mei 2027.
Dengan total 26 jadwal pertunjukan, rangkaian konser tersebut menjadi agenda penting dalam aktivitas Celine Dion setelah lama absen dari panggung tur dunia.
Jadwal yang cukup panjang juga menunjukkan bahwa kembalinya Celine Dion bukan sekadar penampilan satu malam.
Ia akan kembali menjalani serangkaian pertunjukan yang membutuhkan persiapan fisik dan vokal.
Hal tersebut membuat proses latihan menjadi sangat penting.
Setelah melewati masa pemulihan akibat SPS, kemampuan Celine Dion untuk menjalani rangkaian konser tentu menjadi perhatian.
Namun, keputusan untuk tampil kembali menunjukkan bahwa ia telah mempersiapkan diri dengan matang.
My Heart Will Go On dan perjalanan panjang Celine Dion
Nama Celine Dion tidak bisa dilepaskan dari lagu My Heart Will Go On, lagu ikonik yang menjadi bagian dari film Titanic.
Lagu tersebut membuat namanya semakin dikenal di seluruh dunia dan menjadi salah satu karya yang paling melekat dengan kariernya.
Selama bertahun-tahun, Celine Dion juga dikenal melalui berbagai lagu populer lainnya dan penampilan konser yang spektakuler.
Karier panjang tersebut membuat dirinya memiliki basis penggemar yang tersebar di berbagai negara.
Karena itu, kabar mengenai kembalinya Celine Dion ke panggung menjadi perhatian besar.
Penggemar bukan hanya menantikan lagu-lagu yang akan dibawakan, tetapi juga ingin melihat bagaimana kondisi Celine Dion setelah melewati perjalanan kesehatan yang panjang.
Konser di Paris akhirnya menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan tersebut.
Celine Dion memilih kembali secara bertahap
Kembalinya seorang penyanyi setelah mengalami masalah kesehatan tentu tidak harus dilakukan secara terburu-buru.
Celine Dion tampaknya memilih proses yang bertahap dengan menjalani latihan fisik dan vokal terlebih dahulu.
Cara tersebut penting karena tubuhnya membutuhkan penyesuaian setelah bertahun-tahun tidak menjalani rutinitas tur seperti sebelumnya.
Latihan yang dilakukan beberapa kali dalam sepekan juga menjadi bagian dari persiapannya.
Celine Dion tidak hanya harus memikirkan kualitas suara, tetapi juga stamina dan kemampuan tubuh untuk mengikuti rangkaian pertunjukan.
Konser dengan penonton dalam jumlah besar membutuhkan energi yang tidak sedikit.
Karena itu, persiapan menjadi salah satu kunci sebelum dirinya kembali tampil penuh.
Paris menjadi panggung baru bagi Celine Dion
Paris memiliki tempat tersendiri dalam dunia musik internasional. Kota tersebut juga menjadi lokasi yang dipilih Celine Dion untuk membuka kembali babak baru dalam perjalanan kariernya.
Plenitude Arena akan menjadi tempat Celine Dion bertemu kembali dengan para penggemarnya.
Bagi sang penyanyi, panggung tersebut menjadi lebih dari sekadar lokasi konser.
Setelah enam tahun absen dari tur dunia dan melewati proses pemulihan akibat SPS, kembali berdiri di atas panggung merupakan pencapaian tersendiri.
Penonton yang hadir nantinya tidak hanya akan menyaksikan pertunjukan musik, tetapi juga perjalanan seorang penyanyi yang berhasil melewati masa sulit dalam kehidupannya.
Perjalanan Celine Dion belum selesai
Kembalinya Celine Dion bukan berarti perjalanan menghadapi SPS telah berakhir.
Kondisi kesehatan tetap menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. Karena itu, aktivitas panggung harus dijalani dengan mempertimbangkan kondisi tubuhnya.
Namun, keputusan untuk kembali bernyanyi menunjukkan bahwa Celine Dion tidak ingin membiarkan penyakit sepenuhnya menghentikan kecintaannya terhadap musik.
Setelah menjalani terapi fisik, latihan balet, pilates, serta terapi vokal, ia akhirnya kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi penonton.
Konser di Paris menjadi awal dari fase baru tersebut.
Bagi penggemarnya, momen itu tentu menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Setelah bertahun-tahun menunggu, mereka akhirnya memiliki kesempatan untuk melihat Celine Dion kembali berdiri di atas panggung dan menyanyikan lagu-lagu yang telah menemani perjalanan kariernya.
Kembalinya Celine Dion menjadi kabar baik bagi penggemar
Kabar Celine Dion siap kembali manggung menjadi salah satu kabar yang paling dinantikan penggemar musik dunia.
Perjalanan panjang yang dilaluinya membuat konser tersebut memiliki makna yang berbeda dibandingkan pertunjukan sebelum dirinya mengalami masalah kesehatan.
Jika sebelumnya konser mungkin hanya dianggap sebagai bagian dari rutinitas seorang penyanyi, kali ini setiap penampilan Celine Dion menjadi simbol perjuangan.
Ia harus melewati diagnosis penyakit langka, menjalani terapi, mengurangi aktivitas, serta belajar kembali menyesuaikan tubuh dengan tuntutan panggung.
Semua proses itu akhirnya membawa Celine Dion menuju satu titik penting: kembali bertemu dengan penonton.
Dengan rangkaian 26 pertunjukan yang dijadwalkan di Paris, Celine Dion kembali membuka pintu untuk babak baru dalam karier musiknya.
Konser di Plenitude Arena pada September 2026 menjadi awal dari perjalanan tersebut. Setelah enam tahun absen dari panggung tur dunia, Celine Dion akhirnya kembali mengambil tempatnya di depan para penggemar.
Perjalanan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kembali ke panggung bukan hanya tentang suara dan penampilan. Bagi Celine Dion, kesempatan untuk bernyanyi kembali merupakan hasil dari perjuangan panjang menjaga kondisi tubuh dan menjalani proses pemulihan.
Kini, perhatian penggemar tertuju pada penampilan Celine Dion di Paris. Setelah bertahun-tahun menunggu, sang diva akhirnya kembali menyapa penonton secara langsung.
Bagi dunia musik, kembalinya Celine Dion bukan sekadar comeback seorang penyanyi terkenal. Ini menjadi babak baru dari perjalanan seorang musisi yang memilih untuk tetap dekat dengan musik setelah melewati salah satu periode tersulit dalam hidupnya.
Sumber : www.cnnindonesia.com



