CIREBON, PILARadio – Isak tangis menyelimuti kedatangan jenazah korban kapal Virgo Transport 8 asal Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa siang. Keluarga yang bersyukur korban akhirnya ditemukan tak kuasa menahan tangis. Bahkan, sang anak dan istri korban terpaksa dipapah menjauh dari peti jenazah karena nyaris pingsan. Sementara itu, jenazah korban ditemukan 15 hari setelah kapal karam dan berhasil diidentifikasi melalui identitas yang ditemukan di dalam tasnya.
Kedatangan jenazah Yaya Carya, warga Desa Sigong, Kabupaten Cirebon, disambut isak tangis keluarga pada Selasa siang. Keluarga dan kerabat tak kuasa menahan tangis setelah peti jenazah yang membawa pria berusia 56 tahun tersebut tiba di rumah duka. Bahkan, istri dan anak korban terpaksa dipapah menjauh setelah nyaris pingsan saat berada di dekat peti jenazah.
Kedatangan jenazah korban KM Virgo Transport 8 ini disambut rasa syukur sekaligus duka cita oleh keluarga. Sang anak bersyukur jasad ayahnya akhirnya ditemukan. Namun, ia juga merasakan kesedihan mendalam setelah mengetahui nama tulang punggung keluarganya masuk dalam daftar korban hilang dalam insiden karamnya kapal Virgo Transport 8. Keluarga pun tak menyangka Yaya, yang hendak bekerja di Banjarmasin, harus meninggal dunia setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam.
“Rasanya ada bahagia dan sedih juga karena sudah 15 hari pencarian dan dapat ditemukan tadi dapat info semalam dan cukup melegakan juga akhirnya ditemukan juga dan pihak keluarga sudah berlapang dada juga karena ini juga musibah” Ujar anak korban KM Virgo, Siti Hana.
Sementara itu, jasad pria yang memiliki tiga anak tersebut berhasil ditemukan 15 hari setelah kapal karam. Jasad korban ditemukan dalam kondisi utuh oleh tim penyelam SAR di dalam kapal. Korban Yaya berhasil diidentifikasi melalui identitas yang ditemukan di dalam tas yang masih terikat di pinggangnya.
“Dari awal adanya korban kapal tenggelam ada dari warga kami kita terus mendampingi keluarga dan berusaha mencari dan akhirnya dapat ditemukan juga.” Ujar Kepala Desa Sigong, Sumarsono.
Setelah tiba di rumah duka, jenazah langsung disalatkan oleh pihak keluarga dan tetangga. Keluarga kemudian memakamkan jenazah Yaya di tempat pemakaman umum desa setempat.





