CIREBON, PILARadio – Seorang siswa SMK di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dikabarkan hilang di laut lepas saat tengah menjalani praktik kerja lapangan bersama kapal penangkap ikan pada Kamis pagi. Siswa kelas dua tersebut diduga tersangkut jaring yang sedang diturunkan saat operasi penangkapan ikan. Tubuhnya tidak terlihat meski tangannya sempat berusaha diraih oleh empat anak buah kapal yang terjun ke laut untuk memberikan pertolongan.
Proses pencarian dilakukan setelah Reyhan, siswa SMK Negeri 1 Mundu, Kabupaten Cirebon, dilaporkan hilang di perairan Selat Makassar. Reyhan dikabarkan jatuh ke laut lepas pada Kamis pagi saat kapal Putra Haji Mashudi melakukan operasi penangkapan ikan. Kabar hilangnya Reyhan membuat pihak keluarga syok. Sang ibu terus menangis meratapi hilangnya sang anak yang telah menjalani praktik kerja lapangan selama sekitar lima bulan.
Kabar hilangnya Reyhan pertama kali diterima oleh pihak Desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Perwakilan sekolah, pihak kapal, hingga tim SAR dari Kabupaten Pati mendatangi desa tersebut pada Kamis malam. Pihak desa kemudian menyampaikan kabar tersebut kepada keluarga Reyhan. Keluarga pun mengalami syok berat setelah mengetahui anak mereka hilang saat menjalani praktik kerja lapangan. Reyhan seharusnya pulang pada akhir Oktober mendatang. Namun, ia dilaporkan hilang setelah diduga tersangkut jaring ketika mengikuti kegiatan penangkapan ikan di laut.
“Informasi awal yang kita terima korban ini diduga tersangkut jaring yang sedang diturunkan saat operasi penangkapan ikan dan sampai saat ini masih dilakukan pencarian” Ujar Kepala Desa Japura Lor, Gufron.
Sementara itu, pihak SMK Negeri 1 Mundu membenarkan bahwa salah satu siswanya hilang di perairan Selat Makassar saat menjalani praktik kerja lapangan bersama 18 siswa lainnya. Empat anak buah kapal Putra Haji Mashudi sempat berupaya memberikan pertolongan dengan terjun ke laut. Mereka bahkan sempat meraih tangan Reyhan. Namun, bobot pemberat jaring diduga membuat tubuh Reyhan ikut terseret hingga tenggelam. Pihak kapal kemudian berupaya menarik kembali jaring tersebut. Namun, tubuh Reyhan tidak ditemukan dan diduga terbawa arus laut yang kuat.
“Jadi memang Empat anak buah kapal Putra Haji Mashudi sempat berupaya memberikan pertolongan dengan terjun ke laut. Mereka bahkan sempat meraih tangan Reyhan. Namun, bobot pemberat jaring diduga membuat tubuh Reyhan ikut terseret hingga tenggelam. Dan sampai saat ini masih dalam proses pencarian” Ujar Plt. Kepala SMK Negeri 1 Mundu, Ijat Danajat.
Upaya pencarian masih dilakukan oleh petugas SAR gabungan bersama sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi hilangnya Reyhan. Reyhan telah menjalani praktik kerja lapangan sejak April dengan mengikuti kapal yang berangkat dari Pelabuhan Pati, Jawa Tengah. Kegiatan praktik tersebut sedianya akan berakhir pada akhir Oktober mendatang. Pihak desa terus berkoordinasi dengan sekolah maupun tim SAR untuk memantau perkembangan pencarian. Keluarga dan pihak terkait berharap Reyhan dapat segera ditemukan.



