KUNINGAN, PILARadio – Hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali terbakar sejak Rabu malam. Hingga Kamis sore, petugas gabungan masih berupaya memadamkan api secara manual karena lokasi kebakaran sulit dijangkau. Kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, tepatnya di Desa Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu malam. Kondisi vegetasi kering berupa ilalang yang disertai angin kencang membuat api dengan cepat meluas ke area sekitarnya.
Petugas gabungan yang terdiri atas personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), relawan, dan masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Dengan menggunakan peralatan seadanya, petugas berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas. Namun, akses menuju lokasi yang sulit dilalui serta kondisi jalan yang curam menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Hingga Kamis sore, api masih berkobar dan membakar sebagian kawasan Gunung Ciremai. Menurut petugas, titik kebakaran berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga menyulitkan upaya penanganan di lapangan. Petugas gabungan terus melakukan pemadaman secara manual untuk mencegah api menjalar ke area hutan lainnya. Kondisi medan yang terjal membuat petugas harus berhati-hati saat menjangkau titik api.
“Setelah menerima laporan masyarakat, kami mengecek lokasi kebakaran menggunakan drone dan menerjunkan petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, TNGC, relawan, serta masyarakat. Titik api berada di ketinggian lebih dari 1.000 mdpl sehingga sulit dijangkau.” Ujar Kepala Seksi Taman Nasional Gunung Ciremai Wilayah I, Eko Kosasih.
Sebagai upaya mempercepat penanganan, pemadaman melalui jalur udara direncanakan berlangsung pada Jumat. Petugas berencana mengerahkan helikopter untuk melakukan pengeboman air atau water bombing sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.




