CIREBON, PILARadio – Aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis di Kota Cirebon memanas. Massa Aliansi Masyarakat Cirebon dan mahasiswa kecewa karena Wali Kota dan Ketua DPRD tidak hadir menemui pendemo. Aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis di Kota Cirebon memanas. Gelombang aksi massa dari Aliansi Masyarakat Cirebon dan mahasiswa mendatangi kantor Wali Kota dan gedung DPRD Kota Cirebon. Massa yang datang juga menyampaikan kekecewaan karena Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Cirebon tidak hadir menemui pendemo.
Ketidakhadiran Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Cirebon menjadi pemicu kemarahan massa dalam aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis. Aliansi Masyarakat Cirebon dan mahasiswa menilai persoalan keracunan MBG yang berdampak pada ratusan orang seharusnya mendapat perhatian serius dari para pemangku kebijakan.
Massa mendesak Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Cirebon membuat pernyataan sikap tertulis di atas materai, berisi penolakan dan penghentian program MBG di Kota Cirebon. Pernyataan dari pemerintah daerah rencananya akan dibawa ke pemerintah pusat dan Badan Gizi Nasional sebagai bentuk desakan agar program MBG di Kota Cirebon dihentikan.
“Aksi demo ini kami ingin menyuarakan kita menolak adanya terkait mekanisasi dan prosedural MBG yang di Kalijaga kami juga menuntut dan mengawal bahwa korban-korban bukan hanya pemenuhan hak kesehatan banya kdukungan support yang harus diberikan ” Ujar Mahasiswa
Aliansi Masyarakat Cirebon dan mahasiswa menegaskan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama, terlebih setelah munculnya kasus dugaan keracunan yang menimpa ratusan orang. Massa juga mengancam kembali menggelar aksi pada Senin mendatang dengan jumlah peserta yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak mendapat respons serius.
Massa aksi tolak MBG bahkan sempat menduduki kantor DPRD Kota Cirebon dan ditemui oleh anggota DPRD, Kepala Dinas Kesehatan, Korwil SPPG, dan Kapolres Cirebon Kota. Aliansi Masyarakat Cirebon dan mahasiswa menegaskan penolakan ini secara khusus ditujukan pada pelaksanaan MBG di Kota Cirebon demi mencegah kejadian serupa terulang



