CIREBON, PILARadio – Pemerintah Kabupaten Cirebon menyikapi surat edaran Gubernur Jawa Barat tentang larangan penanaman sawit. Bupati bersama DPRD Kabupaten Cirebon dan unsur TNI meninjau langsung hamparan perkebunan sawit di Desa Cigobang sebagai respons dan berencana melakukan eksekusi terhadap sawit ilegal.
Sawit yang sudah tertanam sebanyak empat ratus batang di lahan seluas dua koma lima hektare rencananya akan dicabut dan diganti dengan tanaman yang ramah terhadap lingkungan dan sesuai dengan kondisi vegetasi hutan Cigobang. Terlebih, penolakan warga terhadap sawit semakin keras karena khawatir perkebunan sawit di atas bukit setinggi 28 meter di atas permukaan laut akan menimbulkan dampak bencana, mulai dari kekeringan hingga longsor.
Perihal perkebunan sawit di Desa Cigobang, Bupati Imron mengaku awalnya tidak mengetahui karena tidak ada izin yang diproses oleh pihak perusahaan. Hingga akhirnya, hal tersebut menuai penolakan dan gejolak masyarakat yang menginginkan sawit di Bukit Cigobang segera dimusnahkan.
“Memang ada larangan dari pa Gubernur Jawa Barat untuk penanaman sawit dan setelah kita cek di Kabupaten Cirebon itu ada yaitu di Desa Cigobang maka dari itu kami meninjau bersama perangkat desa setempat dan ini baru perencanaan 2 hektar setengah sebanyak 400 batang” Ujar Bupati Cirebon, Imron.
Sementara itu, Danrem 063 Sunan Gunungjati Cirebon mendukung post-merger atau proses penggantian sawit menjadi komoditas tanaman lain yang lebih ramah lingkungan dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Cigobang yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.
“Danrem 063 Sunan Gunungjati Cirebon mendukung post-merger sawit menjadi komoditas lain yang lebih ramah lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi petani Cigobang” Ujar Danrem 063 Sunan Gunungjati Cirebon, Kolonel Inf. Hista Harahap.
Pemerintah saat ini masih menunggu usulan atau surat pengajuan dari masyarakat kepada pihak perusahaan agar proses post-merger dapat segera dilakukan. Pemerintah juga berencana mengirimkan bibit pohon lain, seperti mangga gincu, serta bibit tanaman lain yang dianggap sesuai dengan kondisi tanah di Bukit Desa Cigobang.






















