PILARadio.com – Kabar mengejutkan datang dari industri musik Indonesia, khususnya bagi para penggemar band for Revenge. Archims Pribadi atau yang lebih dikenal dengan nama Chimot memutuskan untuk mundur dari band yang telah membesarkan namanya selama kurang lebih 20 tahun.
Chimot merupakan drummer sekaligus salah satu personel pendiri for Revenge. Keputusan tersebut menjadi momen emosional karena ia telah melewati perjalanan panjang bersama band asal Bandung tersebut sejak pertama kali dibentuk pada April 2006.
Kabar pengunduran diri Chimot disampaikan melalui sebuah video yang ditampilkan dalam konser bertajuk Titik Sadrah di Bandung pada 31 Oktober 2026. Dalam video tersebut, Chimot secara langsung menyampaikan bahwa dirinya sudah bukan lagi bagian dari for Revenge.
Tidak hanya mengumumkan keputusannya, Chimot juga menitipkan pesan kepada tiga personel yang masih melanjutkan perjalanan band, yakni Boniex Noer sebagai vokalis, Arief Ismail sebagai gitaris, dan Izha Muhammad sebagai bassist.
Dengan suara bergetar, Chimot meminta agar rekan-rekannya tetap menjaga for Revenge. Ia juga menyampaikan bahwa sudah tidak ada orang lain yang lebih dipercaya untuk melanjutkan perjalanan band tersebut selain ketiga personel yang masih bertahan.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian emosional dalam konser Titik Sadrah. Pasalnya, keputusan Chimot menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang personel pendiri bersama band yang telah menjadi bagian penting dalam karier bermusiknya.
Pengunduran diri ini juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi kesehatan Chimot yang sebelumnya mengalami cedera kaki cukup parah sejak 2025. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang yang menyertai perjalanan sang drummer sebelum akhirnya memutuskan untuk mundur dari for Revenge.
Chimot Umumkan Mundur dari for Revenge Lewat Video di Konser Titik Sadrah
Kabar Chimot mundur dari for Revenge pertama kali disampaikan dalam konser Titik Sadrah yang berlangsung di Bandung pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, sebuah video yang menampilkan pesan pribadi Chimot diputar di hadapan para penonton. Melalui rekaman itu, ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjadi bagian dari band yang telah dibangun bersama sejak 2006.
Pengumuman tersebut tentu menjadi kabar yang tidak mudah diterima oleh penggemar for Revenge. Selama dua dekade, Chimot menjadi salah satu sosok yang ikut membangun karakter dan perjalanan musik band tersebut.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada Boniex Noer, Arief Ismail, dan Izha Muhammad. Ketiganya merupakan personel yang masih melanjutkan perjalanan for Revenge setelah keputusannya untuk mundur.
Dalam video tersebut, Chimot meminta rekan-rekannya dan seluruh penggemar yang dikenal sebagai for Revenge Family untuk terus menjaga keberlangsungan band.
“Boniex, Arief, Izha, komite, dan kalian for Revenge Family dari seluruh Indonesia, tolong jaga for Revenge,” kata Chimot dalam video yang ditampilkan di konser tersebut.
Pesan itu memperlihatkan besarnya arti for Revenge dalam perjalanan hidup Chimot. Meski memutuskan tidak lagi menjadi bagian dari band, ia tetap berharap karya dan perjalanan yang telah dibangun selama bertahun-tahun dapat terus berlanjut.
Chimot juga mengungkapkan bahwa keputusan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali tertunda. Namun, pada akhirnya ia merasa waktu untuk mengambil keputusan itu telah tiba.
“Ini saatnya ya, setelah diundur-undur. Enggak ada lagi yang saya percaya buat jagain for Revenge selain mereka. Sudah banyak hal yang kita lalui. Semoga bermanfaat buat kalian, semoga berarti buat hidup kalian,” lanjutnya dengan suara bergetar.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam video pengumuman pengunduran dirinya.
Selama 20 tahun, Chimot telah melalui berbagai fase bersama for Revenge. Mulai dari awal pembentukan band, perubahan formasi, perilisan album, hingga perkembangan popularitas mereka di industri musik Indonesia.
Karena itu, keputusan untuk mundur bukan sekadar pergantian personel biasa. Ada perjalanan panjang, persahabatan, serta berbagai pengalaman yang telah dilewati bersama.
Chimot Sampaikan Pesan Khusus untuk Boniex Noer
Selain menitipkan pesan kepada seluruh personel, Chimot juga secara khusus menyampaikan ungkapan emosional kepada Boniex Noer.
Boniex merupakan vokalis yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan for Revenge. Keduanya telah melewati berbagai dinamika selama bertahun-tahun, termasuk perbedaan pendapat yang sesekali terjadi dalam perjalanan sebuah band.
Dalam video tersebut, Chimot mengungkapkan rasa sayang dan kepercayaannya kepada Boniex. Ia bahkan menyebut bahwa dirinya tidak pernah kehilangan kepercayaan terhadap sang vokalis sejak dulu.
“Bon, I love you, Bon. Gue enggak pernah hilang kepercayaan sama orang ini sejak dulu, cuma berantem terus. Nih orang gila, gue salut sama dia,” sambung Chimot, seperti diberitakan detikHot.
Pernyataan tersebut memperlihatkan hubungan personal yang telah terjalin di antara keduanya.
Meski mengaku kerap berdebat, Chimot tetap memberikan apresiasi kepada Boniex. Ia menilai sang vokalis sebagai sosok yang memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan for Revenge.
Hubungan dalam sebuah band memang tidak selalu berjalan mulus. Perbedaan pendapat mengenai musik, pekerjaan, maupun keputusan tertentu menjadi bagian dari dinamika yang sering dialami para personel.
Namun, perjalanan selama dua dekade tentu menghadirkan banyak pengalaman yang tidak mudah dilupakan.
Pesan Chimot kepada Boniex juga memperlihatkan bahwa keputusan untuk mundur tidak serta-merta menghapus hubungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Ia tetap memberikan kepercayaan kepada Boniex untuk menjaga for Revenge bersama Arief dan Izha.
Bagi penggemar, pernyataan tersebut menjadi momen yang cukup menyentuh. Terlebih, Chimot bukan hanya seorang drummer, tetapi juga salah satu orang yang ikut mendirikan for Revenge sejak awal.
Keputusan untuk mundur setelah 20 tahun tentu menjadi babak baru, baik bagi Chimot maupun bagi band yang telah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Cedera Kaki Parah Sejak 2025 Jadi Bagian dari Perjalanan Chimot
Sebelum kabar pengunduran dirinya diumumkan, Chimot diketahui sempat mengalami cedera kaki cukup parah sejak 2025.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang menyertai perjalanan sang drummer dalam beberapa waktu terakhir.
Sebagai seorang drummer, kondisi fisik menjadi salah satu aspek penting untuk menunjang aktivitas bermusik. Permainan drum membutuhkan koordinasi tubuh, kekuatan tangan, serta pergerakan kaki yang baik untuk menjaga ritme selama pertunjukan.
Dalam sebuah konser, drummer tidak hanya dituntut mampu memainkan instrumen dengan tepat, tetapi juga harus menjaga stamina selama tampil di atas panggung.
Penggunaan pedal drum, khususnya untuk memainkan bagian bass drum, membutuhkan pergerakan kaki yang konsisten. Karena itu, cedera pada bagian kaki dapat menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pemain drum.
Aktivitas panggung yang padat juga membutuhkan kesiapan fisik. Seorang musisi yang menjalani tur atau tampil dalam berbagai konser harus mampu menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.
Cedera yang dialami Chimot sejak 2025 menjadi salah satu latar belakang yang perlu diperhatikan ketika melihat keputusannya untuk mundur dari for Revenge.
Meski demikian, informasi mengenai kondisi medis secara terperinci maupun perkembangan pemulihan cedera tersebut belum dijelaskan dalam keterangan pengunduran dirinya yang disampaikan melalui video konser Titik Sadrah.
Karena itu, keputusan Chimot untuk mundur tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan cedera yang dialaminya.
Yang jelas, setelah melewati perjalanan panjang selama dua dekade, Chimot akhirnya memutuskan untuk mengakhiri keterlibatannya sebagai personel for Revenge.
Bagi para penggemar, kabar ini tentu membawa perasaan campur aduk. Di satu sisi, mereka harus menerima kenyataan bahwa salah satu personel pendiri tidak lagi berada dalam formasi band. Namun, di sisi lain, perjalanan for Revenge masih akan berlanjut bersama personel yang tersisa.
Chimot Merupakan Personel Pendiri for Revenge Sejak April 2006
Archims Pribadi atau Chimot bukanlah nama baru dalam perjalanan for Revenge. Ia merupakan salah satu personel asli yang ikut membentuk band tersebut pada April 2006.
Pada awal pembentukannya, for Revenge didirikan oleh tiga orang, yakni Chimot, Abie Nugraha yang mengisi posisi bass, serta Hagie Juliandri sebagai gitaris.
Ketiganya menjadi fondasi awal perjalanan for Revenge sebelum band tersebut mengalami sejumlah perubahan formasi.
Sejak awal, perjalanan sebuah band tentu membutuhkan proses panjang untuk menemukan karakter musik yang sesuai. Hal tersebut juga dialami for Revenge dalam membangun identitas mereka di industri musik Indonesia.
Mereka melewati berbagai proses, mulai dari latihan, menciptakan lagu, tampil di berbagai kesempatan, hingga memperkenalkan karya kepada pendengar.
Sebagai drummer sekaligus salah satu pendiri, Chimot menjadi bagian dari fase awal tersebut.
Perjalanan selama bertahun-tahun membuat for Revenge mengalami sejumlah perubahan personel. Meski demikian, band ini tetap melanjutkan aktivitas bermusiknya dan menghasilkan sejumlah karya yang kemudian dikenal oleh penggemar.
Pada 2010, for Revenge merilis album debut bertajuk Fireworks. Album tersebut menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan mereka karena menandai langkah band ini dalam memperkenalkan karya dalam format album penuh.
Setelah merilis album pertama, for Revenge terus mengembangkan perjalanan musiknya dengan menghadirkan sejumlah karya baru.
Perubahan formasi tidak menghentikan aktivitas mereka. Justru, setiap fase menghadirkan warna dan pengalaman tersendiri bagi perjalanan band tersebut.
Dua dekade bukan waktu yang singkat untuk mempertahankan sebuah kelompok musik. Banyak hal yang harus dilalui, mulai dari perubahan tren musik, perkembangan industri, hingga dinamika internal para personel.
Chimot menjadi saksi perjalanan tersebut sejak for Revenge pertama kali dibentuk.
Karena itu, pengunduran dirinya pada 2026 menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjalanan band asal Bandung tersebut.
Perjalanan for Revenge dari Fireworks hingga Perayaan Patah Hati
Selama kurang lebih 20 tahun berkarya, for Revenge telah merilis sejumlah album yang menjadi bagian dari perjalanan musik mereka.
Band ini setidaknya telah memiliki lima album studio, mulai dari Fireworks yang dirilis pada 2010 hingga Perayaan Patah Hati – Babak 2 pada 2025.
Setiap album menjadi penanda perkembangan musikal for Revenge sekaligus memperlihatkan perjalanan mereka dalam membangun identitas di industri musik Indonesia.
Berikut lima album studio for Revenge yang telah dirilis.
- Fireworks (2010)
Fireworks menjadi album debut for Revenge yang dirilis pada 2010.
Album ini merupakan salah satu karya penting dalam perjalanan awal band. Setelah dibentuk pada April 2006, for Revenge akhirnya memiliki kesempatan untuk memperkenalkan materi musik mereka melalui album penuh.
Perilisan Fireworks menjadi langkah awal bagi band tersebut untuk membangun eksistensi di tengah perkembangan musik independen Indonesia.
Album debut juga menjadi bagian penting bagi sebuah band karena memperlihatkan karakter musik yang ingin mereka tawarkan kepada pendengar.
Bagi for Revenge, Fireworks menjadi fondasi untuk perjalanan yang kemudian terus berkembang selama bertahun-tahun.
- Second Chance (2013)
Tiga tahun setelah album debut, for Revenge kembali menghadirkan album bertajuk Second Chance pada 2013.
Album ini menjadi bagian dari perjalanan mereka setelah melewati fase awal pembentukan band.
Dalam industri musik, perilisan album kedua sering menjadi tantangan tersendiri karena sebuah band harus mampu mempertahankan karakter sekaligus menunjukkan perkembangan karya.
Second Chance menjadi salah satu bukti bahwa for Revenge tetap melanjutkan aktivitas bermusiknya setelah merilis Fireworks.
- Auristella (2019)
Setelah beberapa tahun, for Revenge kembali menghadirkan album studio bertajuk Auristella pada 2019.
Album ini menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan panjang mereka sebelum memasuki fase popularitas yang lebih luas.
Dalam perjalanannya, for Revenge terus mengalami perubahan formasi dan perkembangan musikal.
Auristella menjadi salah satu karya yang memperlihatkan keberlanjutan aktivitas band tersebut di tengah dinamika industri musik.
- Perayaan Patah Hati – Babak 1 (2022)
Pada 2022, for Revenge merilis album Perayaan Patah Hati – Babak 1.
Judul album ini kemudian menjadi bagian dari identitas karya mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Perayaan Patah Hati – Babak 1 juga menandai fase baru dalam perjalanan for Revenge setelah sebelumnya merilis Auristella.
Album tersebut memperlihatkan bagaimana band ini terus menghadirkan karya dan menjaga hubungan dengan pendengarnya.
Nama Perayaan Patah Hati kemudian kembali digunakan dalam proyek album berikutnya.
- Perayaan Patah Hati – Babak 2 (2025)
Pada 2025, for Revenge melanjutkan proyek tersebut melalui album Perayaan Patah Hati – Babak 2.
Album ini menjadi rilisan studio terbaru dalam daftar lima album yang telah dihasilkan band tersebut.
Perilisan Perayaan Patah Hati – Babak 2 juga menjadi bagian dari perjalanan for Revenge menjelang momen perubahan besar dalam formasi mereka pada 2026.
Dengan lima album studio tersebut, for Revenge telah melewati perjalanan panjang yang dimulai sejak 2006.
Karya-karya tersebut menjadi bagian dari jejak perjalanan Chimot bersama band yang ikut didirikannya.
Perubahan Formasi Menjadi Bagian dari Perjalanan for Revenge
Sepanjang perjalanan kariernya, for Revenge beberapa kali mengalami perubahan formasi.
Hal tersebut menjadi bagian dari dinamika yang dialami band sejak pertama kali dibentuk.
Pada awal pembentukannya, for Revenge terdiri dari Chimot, Abie Nugraha, dan Hagie Juliandri.
Seiring berjalannya waktu, band tersebut mengalami pergantian personel hingga akhirnya memiliki formasi yang dikenal penggemar dalam beberapa tahun terakhir.
Formasi terbaru sebelum pengumuman pengunduran diri Chimot terdiri dari empat personel, yaitu:
- Chimot sebagai drummer.
- Boniex Noer sebagai vokalis.
- Arief Ismail sebagai gitaris.
- Izha Muhammad sebagai bassist.
Keempat personel tersebut menjadi bagian dari perjalanan for Revenge dalam beberapa tahun terakhir.
Kini, setelah Chimot menyampaikan pengunduran dirinya, for Revenge memasuki fase baru dengan tiga personel yang masih bertahan.
Boniex Noer, Arief Ismail, dan Izha Muhammad menjadi personel yang melanjutkan perjalanan band tersebut.
Perubahan ini tentu menjadi tantangan tersendiri, mengingat Chimot merupakan salah satu pendiri yang telah bersama for Revenge sejak awal.
Namun, melalui pesan yang disampaikan dalam konser Titik Sadrah, Chimot secara terbuka menunjukkan kepercayaannya kepada tiga rekan yang masih bertahan.
Ia bahkan secara khusus meminta mereka untuk menjaga for Revenge dan melanjutkan perjalanan band yang telah dibangun selama 20 tahun.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pengumuman pengunduran dirinya.
for Revenge Masuki Babak Baru Setelah Ditinggal Chimot
Keputusan Chimot untuk mundur membuat for Revenge memasuki babak baru dalam perjalanan karier mereka.
Setelah dua dekade bersama, band ini harus melanjutkan aktivitas tanpa salah satu personel pendirinya.
Bagi sebuah kelompok musik, pergantian personel merupakan perubahan yang dapat membawa pengaruh terhadap dinamika internal maupun aktivitas panggung.
Terlebih, Chimot telah menjadi bagian dari for Revenge sejak awal pembentukan pada April 2006.
Meski demikian, tiga personel yang masih bertahan memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjalanan band tersebut.
Boniex, Arief, dan Izha menjadi sosok yang secara khusus mendapatkan pesan dari Chimot dalam video yang diputar pada konser Titik Sadrah.
Kepercayaan yang disampaikan Chimot memperlihatkan harapannya agar for Revenge tetap berjalan dan tidak berhenti meskipun dirinya sudah tidak lagi menjadi bagian dari band.
Bagi penggemar, perubahan formasi ini tentu akan menghadirkan rasa kehilangan. Mereka telah mengenal for Revenge melalui berbagai karya dan penampilan yang melibatkan formasi sebelumnya.
Namun, perjalanan sebuah band tidak selalu berhenti ketika salah satu personel memutuskan untuk mundur.
Masih ada karya, penampilan, dan berbagai kemungkinan baru yang dapat dihadirkan oleh personel yang tersisa.
Hingga pengumuman tersebut disampaikan, perhatian penggemar kini tertuju pada bagaimana for Revenge akan melanjutkan aktivitas bermusik dengan formasi tiga personel.
Selain itu, keputusan Chimot juga menandai dimulainya perjalanan baru bagi dirinya setelah tidak lagi terlibat sebagai personel band yang telah dibangun selama dua dekade.
Pesan Perpisahan Chimot Jadi Momen Emosional bagi for Revenge Family
Pengunduran diri Chimot bukan hanya menjadi kabar bagi para personel, tetapi juga bagi penggemar yang selama ini mengikuti perjalanan for Revenge.
Komunitas penggemar yang dikenal dengan sebutan for Revenge Family telah menjadi bagian dari perjalanan band tersebut.
Dalam video yang ditampilkan di konser Titik Sadrah, Chimot secara khusus menyebut para penggemar dari seluruh Indonesia.
Ia meminta mereka untuk tetap menjaga for Revenge bersama Boniex, Arief, dan Izha.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa penggemar memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan panjang band.
Selama 20 tahun, for Revenge telah melewati berbagai fase, mulai dari masa awal pembentukan hingga merilis lima album studio.
Dalam perjalanan tersebut, dukungan pendengar menjadi salah satu bagian yang menyertai perkembangan band.
Karena itu, pesan Chimot kepada for Revenge Family terasa cukup personal.
Ia tidak hanya berbicara kepada rekan-rekannya, tetapi juga kepada orang-orang yang telah mengikuti perjalanan musik mereka selama bertahun-tahun.
Pernyataan dengan suara bergetar dan ungkapan kasih sayang kepada Boniex membuat video tersebut semakin emosional.
Momen itu sekaligus menjadi penanda bahwa perjalanan Chimot sebagai personel for Revenge telah mencapai titik akhir.
Meski demikian, karya-karya yang telah dihasilkan bersama band tersebut akan tetap menjadi bagian dari perjalanan musik mereka.
Bagi penggemar, nama Chimot akan selalu memiliki tempat dalam sejarah for Revenge, terutama karena perannya sebagai salah satu pendiri sejak April 2006.
Kini, setelah 20 tahun bersama, Chimot memilih membuka lembaran baru. Sementara itu, Boniex, Arief, dan Izha akan melanjutkan perjalanan for Revenge dengan membawa warisan musik yang telah dibangun bersama selama ini.
Sumber : www.cnnindonesia.com



