PILARadio.com – Pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya di ajang balap motor dunia. Kali ini, Veda sukses mengamankan posisi runner-up dalam balapan Moto3 Malaysia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Minggu (1/11/2026) siang WIB.
Hasil Moto3 Malaysia 2026 menjadi pencapaian membanggakan bagi pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut. Veda berhasil menyelesaikan balapan di posisi kedua setelah melewati persaingan ketat dengan sejumlah pembalap yang juga mengincar podium.
Mengawali balapan dari posisi kedelapan, Veda tidak langsung mendapatkan posisi ideal ketika lampu start padam. Bahkan, pembalap Honda Team Asia tersebut sempat turun ke urutan kesembilan sebelum perlahan memperbaiki posisinya.
Namun, Veda mampu menunjukkan kecepatan dan keberanian untuk kembali masuk ke barisan depan. Pada akhir lap pertama, pembalap berusia 17 tahun itu berhasil menembus posisi lima besar.
Sejak awal perlombaan, persaingan di barisan depan berlangsung cukup sengit. Veda harus berhadapan dengan sejumlah pembalap tangguh, di antaranya Hakim Danish yang tampil di hadapan pendukung tuan rumah, David Almansa, serta Alvaro Carpe.
Keempat pembalap tersebut silih berganti menempati posisi terdepan dalam kelompok pengejar. Aksi saling menyalip bahkan terus terjadi ketika balapan memasuki putaran-putaran terakhir.
Sementara itu, Maximo Quiles tampil sangat kuat di barisan terdepan. Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut mampu melepaskan diri dari persaingan kelompok kedua dan menjaga keunggulan hingga menyentuh garis finis.
Veda akhirnya berhasil mengamankan posisi kedua setelah melewati duel sengit dengan Alvaro Carpe pada lap terakhir. Hasil tersebut membuat pembalap Indonesia itu kembali naik podium setelah sebelumnya meraih posisi ketiga pada Moto3 Brasil 2026.
Alvaro Carpe harus puas menyelesaikan balapan di urutan ketiga. Sementara itu, pembalap tuan rumah Hakim Danish gagal mempertahankan peluang podium setelah melebar di tikungan terakhir dan akhirnya finis di posisi keempat.
Jalannya Balapan Moto3 Malaysia 2026
Balapan Moto3 Malaysia 2026 berlangsung dalam 15 putaran di Sirkuit Internasional Sepang. Sejak awal perlombaan, persaingan sudah berlangsung ketat, terutama di kelompok pembalap yang memperebutkan posisi podium.
Maximo Quiles memulai balapan dari pole position dan langsung terlibat persaingan dengan David Almansa. Namun, Almansa mampu mengambil alih pimpinan lomba setelah melakukan manuver di Tikungan 2.
Di belakang mereka, Alvaro Carpe, Joel Kelso, dan Hakim Danish juga berusaha mempertahankan posisi masing-masing. Sementara itu, Veda Ega Pratama yang memulai balapan dari barisan kedua harus bekerja keras untuk memperbaiki posisinya.
Veda sempat turun ke posisi kesembilan setelah start. Meski demikian, situasi tersebut tidak membuat pembalap Honda Team Asia kehilangan momentum.
Pada akhir lap pertama, Veda berhasil memperbaiki posisinya hingga menempati urutan kelima. Pergerakan tersebut menjadi awal dari perjuangannya untuk masuk ke dalam kelompok pembalap yang memperebutkan podium.
Memasuki lap kedua, Veda mulai mendekati posisi Hakim Danish. Pembalap Indonesia itu berusaha menjaga ritme balapan sambil mencari kesempatan untuk melakukan manuver menyalip.
Persaingan di barisan depan semakin menarik karena beberapa pembalap memiliki kecepatan yang relatif berdekatan. Setiap kesempatan untuk mengambil posisi harus dimanfaatkan dengan tepat agar tidak kehilangan momentum.
Di sisi lain, persaingan juga mulai menguras tenaga para pembalap. Mereka harus menjaga konsentrasi sepanjang putaran karena karakter balapan Moto3 yang sering menghadirkan perubahan posisi dalam waktu singkat.
Joel Kelso yang sempat berada dalam kelompok persaingan mengalami kecelakaan dan tidak dapat melanjutkan balapan. David Munoz juga mulai kesulitan mempertahankan kecepatan menjelang pertengahan perlombaan.
Kondisi tersebut membuat persaingan di barisan depan semakin mengerucut. Lima pembalap yang kemudian menjadi pusat perhatian adalah Maximo Quiles, David Almansa, Hakim Danish, Alvaro Carpe, dan Veda Ega Pratama.
Kelima pembalap tersebut memperlihatkan kemampuan masing-masing dalam menjaga posisi dan mencari celah untuk melakukan serangan.
Maximo Quiles Mulai Menjauh dari Para Pesaing
Memasuki lap kelima, Maximo Quiles mulai memperlihatkan kecepatannya. Pembalap asal Spanyol tersebut berhasil mengambil alih posisi terdepan dari David Almansa melalui manuver di Tikungan 15.
Setelah berhasil memimpin balapan, Quiles tidak membuang kesempatan untuk memperlebar jarak dengan para pesaingnya.
Juara dunia Moto3 2026 tersebut mampu menjaga konsistensi sepanjang putaran berikutnya. Kecepatan yang ditunjukkan membuat para pembalap di belakangnya kesulitan untuk mengejar posisi terdepan.
Dalam beberapa putaran, Quiles mulai menciptakan jarak yang cukup nyaman. Ia tidak lagi terlalu terlibat dalam pertarungan posisi yang berlangsung di kelompok kedua.
Situasi tersebut membuat perhatian penonton beralih kepada perebutan posisi kedua dan ketiga. Empat pembalap, yakni Veda Ega Pratama, Alvaro Carpe, Hakim Danish, dan David Almansa, menjadi pusat persaingan.
Keempatnya memiliki peluang untuk naik podium. Namun, persaingan yang begitu rapat membuat tidak ada satu pembalap pun yang benar-benar aman.
Veda sendiri mulai menunjukkan peningkatan performa setelah berhasil masuk ke kelompok depan. Pembalap Indonesia tersebut mampu menjaga jarak dengan para rival sekaligus mencari kesempatan untuk melakukan serangan.
Pada lap kedelapan, Veda berhasil menembus posisi tiga besar. Ia mulai memberikan tekanan kepada pembalap yang berada di depannya.
Pergerakan tersebut menjadi sinyal bahwa Veda memiliki peluang besar untuk kembali meraih podium di Moto3 Malaysia 2026.
Veda Ega Pratama Terlibat Duel Sengit dengan Hakim Danish
Salah satu bagian paling menarik dalam balapan Moto3 Malaysia 2026 adalah persaingan antara Veda Ega Pratama dan Hakim Danish.
Hakim Danish yang merupakan pembalap tuan rumah mendapatkan dukungan besar dari penonton yang memadati Sirkuit Sepang.
Berlaga di hadapan pendukung sendiri tentu menjadi motivasi tersendiri bagi Danish untuk mendapatkan hasil terbaik. Ia berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk mempertahankan posisinya di barisan depan.
Namun, Veda juga tidak ingin kehilangan peluang untuk meraih podium. Pembalap asal Gunungkidul itu terus memberikan tekanan kepada para pesaingnya.
Memasuki lap kesembilan, Veda mulai terlibat persaingan langsung dengan Alvaro Carpe. Ia sempat berhasil menyalip pembalap Red Bull KTM Ajo tersebut.
Akan tetapi, posisi Veda kembali mendapat ancaman setelah Carpe mampu memberikan perlawanan. Keduanya beberapa kali terlibat aksi saling mendekat dan menyalip.
Hakim Danish juga terus berada dalam persaingan. Pembalap Malaysia itu beberapa kali mampu memperbaiki posisinya dan membuat perebutan podium semakin sulit diprediksi.
Sementara itu, David Almansa yang sebelumnya sempat memimpin balapan mulai mendapatkan tekanan dari para pesaingnya.
Situasi tersebut membuat posisi kedua hingga kelima terus berubah. Tidak ada jarak yang cukup jauh di antara para pembalap dalam kelompok tersebut.
Veda harus mengatur strategi dengan cermat. Ia tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga harus mampu membaca pergerakan lawan agar tidak kehilangan posisi ketika memasuki tikungan.
Persaingan seperti ini menjadi salah satu karakter menarik dalam kelas Moto3. Selisih kemampuan para pembalap yang relatif berdekatan membuat perebutan posisi sering berlangsung hingga putaran terakhir.
Pertarungan Empat Pembalap Semakin Panas Menjelang Lap Terakhir
Memasuki lima putaran terakhir, persaingan untuk mendapatkan posisi kedua semakin memanas.
Maximo Quiles masih berada di depan dan semakin sulit dikejar. Sementara itu, Veda Ega Pratama harus menghadapi tekanan dari Alvaro Carpe, Hakim Danish, dan David Almansa.
Keempat pembalap tersebut terus bertukar posisi. Aksi saling menyalip bahkan beberapa kali membuat posisi Veda mengalami perubahan.
Ketika balapan menyisakan empat putaran, Veda sempat kehilangan posisi setelah Hakim Danish dan David Almansa berhasil melewatinya.
Situasi tersebut membuat pembalap Indonesia itu harus kembali bekerja keras untuk merebut tempatnya di kelompok depan.
Meski demikian, Veda tidak menyerah. Ia terus menjaga kecepatan dan berusaha memanfaatkan setiap celah yang terbuka.
Ketika balapan menyisakan tiga putaran, Veda berhasil memperbaiki posisinya. Ia kembali masuk ke persaingan utama untuk memperebutkan posisi kedua.
David Almansa yang sebelumnya berada di posisi depan juga mulai mendapatkan tekanan. Veda mampu mengambil kesempatan dan kembali berada dalam posisi yang menguntungkan.
Dua putaran menjelang finis, persaingan semakin intens. Veda berhasil merebut kembali posisi kedua setelah melewati duel dengan para rivalnya.
Namun, jarak antara para pembalap masih sangat dekat. Kesalahan kecil saja bisa membuat posisi podium berubah dalam hitungan detik.
Alvaro Carpe dan Hakim Danish terus membayangi Veda. Keduanya berusaha mencari kesempatan untuk mengambil alih posisi kedua sebelum balapan berakhir.
Veda harus tetap fokus karena Quiles sudah terlalu jauh di depan untuk dikejar. Target realistis yang harus dipertahankan adalah posisi kedua dari ancaman para pesaingnya.
Drama Lap Terakhir, Veda Berhasil Amankan Runner-up
Lap terakhir menjadi penentu keberhasilan Veda Ega Pratama dalam meraih podium kedua Moto3 Malaysia 2026.
Ketika memasuki putaran penentuan, Alvaro Carpe melancarkan serangan dan berhasil mengambil alih posisi kedua dari Veda melalui Tikungan 1.
Untuk sesaat, pembalap Indonesia itu harus turun ke posisi ketiga. Namun, Veda tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan balasan.
Ia kembali menyalip Carpe di Tikungan 4 dan merebut posisi kedua.
Persaingan semakin ketat karena Hakim Danish juga berusaha memanfaatkan situasi untuk mendekati kedua pembalap tersebut.
Danish kemudian melakukan manuver terhadap Carpe di Tikungan 12. Namun, Carpe kembali membalas di Tikungan 14.
Memasuki Tikungan 15, Danish mencoba melakukan serangan terakhir kepada Carpe. Sayangnya, manuver tersebut membuat pembalap tuan rumah melebar.
Situasi itu menjadi keuntungan bagi Veda yang mampu mempertahankan posisinya di depan.
Setelah melewati rangkaian tikungan terakhir, Veda akhirnya berhasil menyelesaikan balapan di posisi kedua.
Hasil tersebut sekaligus memastikan pembalap Indonesia itu naik podium di Sirkuit Sepang.
Sementara itu, Maximo Quiles berhasil menyentuh garis finis lebih dahulu dan keluar sebagai pemenang Moto3 Malaysia 2026.
Alvaro Carpe menempati posisi ketiga, sedangkan Hakim Danish harus puas berada di urutan keempat. David Almansa menyelesaikan balapan di posisi kelima.
Hakim Danish Gagal Raih Podium di Hadapan Pendukung Sendiri
Hasil Moto3 Malaysia 2026 juga menghadirkan cerita berbeda bagi Hakim Danish.
Pembalap Malaysia tersebut sebenarnya memiliki peluang cukup besar untuk mendapatkan podium di hadapan pendukung sendiri.
Sepanjang balapan, Danish mampu bersaing dengan para pembalap papan atas. Ia bahkan beberapa kali berhasil mengambil alih posisi yang sebelumnya ditempati Veda Ega Pratama maupun Alvaro Carpe.
Dukungan penonton di Sirkuit Sepang menjadi salah satu hal yang membuat penampilannya mendapatkan perhatian.
Namun, persaingan yang semakin ketat pada lap terakhir membuat peluang podium Danish akhirnya terlepas.
Ketika berusaha melakukan manuver terhadap Carpe di Tikungan 15, Danish justru melebar. Kesempatan tersebut membuatnya kehilangan posisi dalam perebutan podium.
Ia akhirnya harus menerima hasil finis di urutan keempat.
Meski gagal naik podium, Danish tetap mampu menyelesaikan balapan dengan hasil yang kompetitif. Ia hanya terpaut 4,410 detik dari pemenang, Maximo Quiles.
Sementara itu, Carpe berhasil mengamankan posisi ketiga dengan selisih 4,184 detik dari Quiles.
Bagi penonton tuan rumah, hasil tersebut tentu bukan akhir yang diharapkan. Namun, persaingan yang ditampilkan Danish sepanjang balapan memperlihatkan bahwa ia mampu memberikan perlawanan kepada para pembalap di barisan depan.
Maximo Quiles Keluar sebagai Pemenang Moto3 Malaysia 2026
Di tengah ketatnya persaingan memperebutkan posisi kedua, Maximo Quiles tampil sangat dominan.
Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut berhasil mempertahankan keunggulan setelah mengambil alih posisi terdepan pada lap kelima.
Setelah melewati David Almansa, Quiles mampu menjaga ritme dan memperlebar jarak dengan para pesaing.
Keunggulan tersebut membuatnya tidak terlalu mendapatkan tekanan dari kelompok pembalap yang memperebutkan podium kedua.
Quiles akhirnya menyelesaikan balapan dengan catatan waktu 33 menit 7,634 detik.
Kemenangan di Sepang menjadi kemenangan ke-11 Quiles pada musim Moto3 2026. Hasil tersebut juga menjadi kemenangan pertamanya setelah memastikan gelar juara dunia di Mandalika.
Dengan keberhasilan tersebut, Quiles kembali memperlihatkan dominasinya dalam persaingan kelas Moto3.
Sementara itu, Veda Ega Pratama berhasil menjadi pembalap dengan posisi finis terbaik kedua setelah melewati pertarungan panjang melawan para pesaingnya.
Podium Kedua Veda Ega Pratama di Moto3 2026
Keberhasilan finis sebagai runner-up di Malaysia menjadi podium kedua bagi Veda Ega Pratama sepanjang musim Moto3 2026.
Sebelumnya, pembalap asal Gunungkidul tersebut berhasil meraih posisi ketiga pada seri Brasil di awal musim.
Dua hasil podium tersebut menjadi pencapaian penting bagi Veda yang sedang menjalani musim debutnya di kelas Moto3.
Sebagai pembalap muda Indonesia, persaingan di kejuaraan dunia tentu menghadirkan tantangan yang tidak mudah. Ia harus berhadapan dengan pembalap dari berbagai negara yang telah memiliki pengalaman dan kemampuan kompetitif.
Namun, hasil di Brasil dan Malaysia memperlihatkan bahwa Veda mampu bersaing di kelompok depan.
Podium di Sepang juga menjadi hasil yang sangat berarti karena diraih melalui pertarungan langsung hingga putaran terakhir.
Tidak seperti balapan yang dapat diselesaikan dengan menjaga jarak aman, Veda harus terus melakukan manuver untuk mempertahankan posisinya.
Ia bahkan sempat turun dari posisi kedua ke posisi ketiga sebelum akhirnya berhasil merebut kembali tempat tersebut.
Keberhasilan mengatasi tekanan dari Carpe dan Danish menjadi salah satu bagian penting dari pencapaiannya di Malaysia.
Bagi Veda, hasil ini juga menjadi tambahan pengalaman dalam menghadapi situasi balapan yang penuh tekanan.
Setiap seri memberikan pelajaran berbeda, mulai dari strategi start, menjaga posisi, membaca pergerakan lawan, hingga mengambil keputusan ketika memasuki tikungan.
Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan Moto3 yang dikenal memiliki banyak pertarungan dalam satu kelompok pembalap.
Veda Ega Pratama Tebus Kegagalan Balapan di Phillip Island
Podium kedua di Moto3 Malaysia 2026 juga menjadi hasil yang terasa spesial bagi Veda setelah mengalami akhir pekan yang mengecewakan di Phillip Island, Australia.
Pada seri sebelumnya, Veda sebenarnya memiliki modal bagus karena berhasil mendapatkan pole position.
Posisi start terdepan tersebut membuka peluang baginya untuk memperjuangkan hasil maksimal dalam balapan.
Namun, kondisi cuaca ekstrem membuat perlombaan di Phillip Island tidak dapat digelar sesuai rencana.
Situasi tersebut tentu menjadi pengalaman yang tidak mudah bagi seorang pembalap. Setelah menjalani rangkaian persiapan dan berhasil mendapatkan posisi start terbaik, kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di lintasan justru tidak dapat dimanfaatkan.
Veda pun harus menunda peluangnya untuk mendapatkan hasil bagus pada seri tersebut.
Kondisi di Phillip Island berbeda dengan persaingan yang berlangsung di Sepang. Di Malaysia, Veda mendapatkan kesempatan untuk kembali membuktikan kemampuannya melalui balapan yang berlangsung selama 15 putaran.
Hasilnya cukup memuaskan. Ia berhasil menyelesaikan perlombaan di posisi kedua meskipun harus memulai balapan dari posisi kedelapan.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas hasil kurang beruntung pada seri sebelumnya.
Podium di Malaysia juga menunjukkan bahwa Veda mampu bangkit dan tetap menjaga konsistensi setelah menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan.
Dalam dunia balap motor, hasil sebuah seri memang tidak selalu dapat diprediksi. Faktor cuaca, kondisi lintasan, strategi tim, hingga persaingan dengan pembalap lain dapat memengaruhi hasil akhir.
Karena itu, kemampuan untuk kembali fokus setelah mengalami kegagalan menjadi salah satu modal penting bagi seorang pembalap.
Tambahan 20 Poin, Veda Naik ke Posisi Ketujuh Klasemen Moto3 2026
Hasil positif di Sirkuit Sepang juga memberikan dampak terhadap posisi Veda Ega Pratama dalam klasemen sementara Moto3 2026.
Berkat keberhasilan finis di posisi kedua, Veda mendapatkan tambahan 20 poin.
Sebelum balapan Malaysia, pembalap Honda Team Asia tersebut mengoleksi 111 poin. Setelah mendapatkan tambahan poin dari podium di Sepang, jumlah keseluruhannya meningkat menjadi 131 poin.
Tambahan tersebut membuat Veda naik satu tingkat ke posisi ketujuh klasemen sementara pembalap Moto3 2026.
Ia berhasil melewati Valentin Perrone yang kini berada di posisi kedelapan dengan koleksi 121 poin.
Pencapaian ini menjadi perkembangan positif bagi Veda, terutama karena ia masih menjalani musim debut di kelas Moto3.
Sementara itu, Maximo Quiles semakin kokoh di puncak klasemen dengan total 376 poin.
David Almansa berada di posisi kedua dengan 228 poin. Adapun Brian Uriarte dan Alvaro Carpe sama-sama mengumpulkan 205 poin.
Hasil tersebut memperlihatkan persaingan klasemen yang masih menarik, terutama untuk posisi di luar peringkat pertama.
Bagi Veda, tambahan 20 poin dari Malaysia menjadi modal penting untuk menghadapi seri berikutnya.
Posisi ketujuh juga memperlihatkan perkembangan yang telah dicapai sepanjang musim. Ia mampu mengumpulkan poin dari sejumlah balapan dan menambah koleksi podium meskipun menghadapi persaingan ketat.
Dengan beberapa seri tersisa, kesempatan untuk memperbaiki posisi klasemen masih terbuka.
Hasil Lengkap Moto3 Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang
Balapan utama Moto3 Malaysia 2026 berlangsung selama 15 putaran. Maximo Quiles berhasil keluar sebagai pemenang, sedangkan Veda Ega Pratama menyelesaikan balapan di posisi kedua.
Berikut hasil 20 besar Moto3 Malaysia 2026:
| Posisi | Pembalap | Selisih |
| 1 | Maximo Quiles | 33:07,634 |
| 2 | Veda Ega Pratama | +3,734 detik |
| 3 | Alvaro Carpe | +4,184 detik |
| 4 | Hakim Danish | +4,410 detik |
| 5 | David Almansa | +4,914 detik |
| 6 | Joel Esteban | +9,403 detik |
| 7 | Adrian Fernandez | +9,514 detik |
| 8 | David Munoz | +9,533 detik |
| 9 | Brian Uriarte | +9,650 detik |
| 10 | Eddie O’Shea | +12,064 detik |
| 11 | Ryusei Yamanaka | +14,640 detik |
| 12 | Guido Pini | +17,110 detik |
| 13 | Zen Mitani | +20,678 detik |
| 14 | Adrian Cruces | +27,274 detik |
| 15 | Valentin Perrone | +27,382 detik |
| 16 | Casey O’Gorman | +27,562 detik |
| 17 | Kiattisak Singhapong | +27,823 detik |
| 18 | Leo Rammerstorfer | +27,983 detik |
| 19 | Ruche Moodley | +35,243 detik |
| 20 | Marco Morelli | +38,537 detik |
Dari hasil tersebut, Veda menjadi pembalap yang berhasil finis di posisi kedua dengan selisih 3,734 detik dari Maximo Quiles.
Alvaro Carpe melengkapi tiga besar, sedangkan Hakim Danish harus puas berada di posisi keempat.
Seri Berikutnya, Veda Ega Pratama Bersiap Hadapi Moto3 Qatar
Setelah menyelesaikan balapan di Malaysia, perhatian selanjutnya akan tertuju pada seri Moto3 berikutnya.
Kejuaraan Dunia Moto3 2026 dijadwalkan berlanjut ke Grand Prix Qatar pada 6 hingga 8 November 2026.
Hasil di Sepang tentu menjadi modal positif bagi Veda Ega Pratama untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Podium kedua yang diraih di Malaysia memperlihatkan bahwa pembalap Indonesia tersebut memiliki kemampuan untuk bersaing dengan para pembalap papan atas.
Meski demikian, setiap seri memiliki karakter lintasan dan tantangan yang berbeda. Veda bersama Honda Team Asia perlu kembali mempersiapkan motor dan strategi agar dapat mempertahankan performa kompetitif.
Persaingan di Moto3 juga menuntut konsistensi. Kecepatan dalam satu balapan memang penting, tetapi kemampuan mengumpulkan poin secara berkelanjutan akan sangat menentukan posisi akhir dalam klasemen.
Bagi Veda, pencapaian di Brasil dan Malaysia menjadi bekal berharga untuk menghadapi sisa musim.
Dukungan tim, persiapan teknis, serta kemampuan membaca situasi balapan akan menjadi bagian penting dalam upayanya mendapatkan hasil terbaik.
Keberhasilan finis sebagai runner-up di Moto3 Malaysia 2026 juga memberikan kebanggaan tersendiri bagi penggemar balap motor Indonesia.
Veda mampu membuktikan bahwa pembalap muda Indonesia memiliki peluang untuk bersaing dan mendapatkan tempat di podium kejuaraan dunia.
Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga momentum positif tersebut ketika kembali turun ke lintasan pada seri Qatar.
Hasil Moto3 Malaysia 2026 menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Veda Ega Pratama pada musim debutnya. Setelah meraih podium ketiga di Brasil, ia kembali naik podium dengan finis sebagai runner-up di Sepang.
Dengan tambahan 20 poin dan posisi ketujuh klasemen sementara, Veda memiliki alasan kuat untuk terus menjaga performa hingga akhir musim 2026.
Sumber : www.bola.com




