KUNINGAN, PILARadio – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Senin sore. Akibatnya, sejumlah rumah dan pertokoan mengalami kerusakan setelah diterjang hujan deras dan angin kencang di wilayah tersebut. 1Beginilah detik-detik video viral hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Desa Luragung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Senin sore. Hujan deras tersebut juga disertai butiran es yang membuat warga panik hingga mengumandangkan azan.
Akibat kejadian tersebut, pada Selasa siang, sejumlah pertokoan di Jalan Raya Luragung terlihat mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa bangunan roboh akibat kencangnya tiupan angin yang disertai hujan sangat deras. Tidak hanya itu, dua unit mobil yang sedang terparkir di dalam garasi juga tertimpa material baja ringan dari bangunan yang ambruk. Hujan deras disertai angin kencang tersebut berlangsung cukup lama hingga meluluhlantakkan sejumlah pertokoan di sepanjang Jalan Raya Luragung.
“Jadi sore tuh tiba-tiba gelap dan angin gede dan hujan juga tapi es gitu jadi beberapa bangunan itu roboh dan memang anginnya kenceng banget hampir semua pertokoan disini terdampak angin kencang” Ujar seorang warga bernama Dhika.
Sementara itu, Kepala Desa Luragung Tonggoh mengatakan, sebanyak 64 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat hujan es yang disertai angin kencang. Bahkan, tiga warga mengalami luka-luka setelah tertimpa material bangunan sehingga harus dilarikan ke puskesmas terdekat. Kepala desa juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait.
“Jadi memang awal langsung hujan es dan disertai angin dan memang angin kencang terjadi sebanyak 2 kali dan kalau digambarkan suasana saat itu mencekam dan memang beberapa warga terluka akibat material bangunan untuk yang terdampak sebanyak 64 rumah warga” Ujar Kepala Desa Luragung Tonggoh, Emnar Maeso Jenar.
Pascakejadian, sejumlah warga bergotong royong memperbaiki rumah masing-masing yang mengalami kerusakan. Warga berharap pihak terkait dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki rumah dan pertokoan yang rusak agar aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan perdagangan, dapat kembali berjalan normal.





