CIREBON, PILARadio – Beragam tradisi dilakukan masyarakat dalam memperingati Tahun Baru Islam. Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, atraksi sembur api hingga sepak bola api turut mewarnai peringatan Tahun Baru Hijriah, Senin malam. Bahkan, ratusan anak-anak hingga emak-emak rela berdesakan untuk berebut hujan uang dari tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk rasa syukur menyambut tahun baru Islam.
Dengan membawa obor di tangan dan minyak tanah di mulut, sejumlah santri serta warga Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, menggelar atraksi api, Senin malam. Semburan minyak tanah memicu kepulan api hingga asap pekat yang membuat suasana peringatan Tahun Baru Islam semakin meriah.
Selain atraksi sembur api, permainan sepak bola api juga turut menghidupkan suasana peringatan satu Muharram 1448 Hijriah. Suasana semakin meriah saat tokoh masyarakat setempat yang juga pengasuh Yayasan Al-Busthomi menggelar tradisi hujan uang. Warga, mulai dari anak-anak hingga emak-emak yang sudah berkumpul, langsung berebut uang kertas yang dilemparkan ke udara. Meski saling berebut, warga tetap larut dalam suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan.
“Ini saweran dapet 18rb sempet rebutan juga tiap tahun biasanya gini tiap tahun dalam menyambut tahun baru islam” Ujar Seorang Warga, Erah.
Bagi masyarakat, Tahun Baru Hijriah menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus mengungkapkan rasa syukur karena masih diberikan kesempatan menyambut tahun baru Islam. Atraksi api yang dilakukan santri dan warga menjadi simbol semangat mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan. Masyarakat berharap peringatan Tahun Baru Islam ini dapat menjadi pengingat untuk terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
“Setiap tahun, masyarakat menggelar atraksi sembur api hingga sepak bola api untuk memperingati Tahun Baru Hijriah. Tradisi hujan uang juga menjadi bentuk rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi. Masyarakat berharap momentum ini dapat meningkatkan keimanan dan menjadi pengingat untuk lebih dekat kepada Sang Pencipta.” Ujar panitia Tahun Baru Islam, Subandi.
Tradisi rutin yang diikuti hampir seluruh warga Desa Sinarrancang ini kemudian ditutup dengan kegiatan berkumpul bersama di masjid desa setempat.






