PILARadio.com – Indonesia kembali mengukir prestasi di panggung internasional. Kali ini, prestasi tersebut datang dari ajang marching arts Asian Music Games 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kontingen Indonesia berhasil meraih gelar juara pada kategori Ensemble Melodica Junior Division. Prestasi tersebut diraih oleh 21 atlet muda yang tampil di bawah naungan Harmonie Swara Indonesia.
Tim tersebut sukses membawa pulang medali emas atau Gold Medal setelah memperoleh skor 92,450 dari dewan juri. Nilai tersebut sekaligus menempatkan penampilan mereka pada tingkatan High Gold, yang menjadi salah satu apresiasi tertinggi dalam penilaian kompetisi.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian membanggakan karena para anggota tim masih berusia di bawah 12 tahun. Meski masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama, mereka mampu tampil di kompetisi internasional dengan membawa nama Indonesia.
Asian Music Games 2026 sendiri menjadi salah satu ajang marching arts yang mempertemukan peserta dari berbagai negara di kawasan Asia.
Kompetisi tersebut tidak hanya menguji kemampuan memainkan alat musik, tetapi juga menuntut kekompakan, kedisiplinan, ketepatan ritme, penguasaan panggung, serta kemampuan peserta menjaga penampilan selama pertandingan.
Indonesia Raih Gold Medal di Asian Music Games 2026
Prestasi Harmonie Swara Indonesia di Kuala Lumpur menjadi hasil dari persiapan panjang yang dilakukan selama enam bulan.
Sebanyak 21 atlet muda yang tergabung dalam tim harus menjalani latihan secara rutin sebelum berangkat ke Malaysia. Mereka berasal dari sejumlah sekolah di Jakarta.
Beberapa di antaranya adalah SDN Rawamangun 12, SDN Menteng 01, SDN Menteng 02, SD Pelita, SDN Cipinang 01, SMPN 216, dan SMPN 107.
Latar belakang sekolah yang berbeda tidak menjadi penghalang bagi para peserta untuk membentuk satu tim.
Justru, proses latihan selama berbulan-bulan menjadi bagian penting untuk menyatukan kemampuan masing-masing anggota. Mereka harus belajar memainkan bagian masing-masing sekaligus mendengarkan permainan anggota lainnya.
Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sebagian besar peserta masih berada pada usia sekolah dasar.
Dalam sebuah pertunjukan ensemble, kesalahan kecil dari satu pemain dapat memengaruhi keseluruhan penampilan. Ketidaktepatan tempo, nada yang kurang tepat, atau keterlambatan masuknya satu alat musik dapat membuat permainan tidak terdengar harmonis.
Karena itu, latihan tidak hanya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga membangun kemampuan bermain sebagai sebuah kelompok.
Latihan Enam Bulan Jadi Kunci
Sebelum tampil di Asian Music Games 2026, para peserta menjalani latihan intensif selama enam bulan.
Waktu tersebut digunakan untuk mempersiapkan berbagai aspek yang dibutuhkan dalam kompetisi. Mulai dari teknik memainkan alat musik, ketepatan nada, tempo, kekompakan, hingga kesiapan mental saat tampil di hadapan dewan juri.
Pelatih Harmonie Swara Indonesia, Eryck Agustinus, mengatakan proses persiapan tidak hanya berfokus pada kemampuan musik.
Menurutnya, tantangan terbesar adalah bagaimana membuat 21 anak dengan karakter dan kemampuan yang berbeda dapat tampil sebagai satu kesatuan.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana mereka bisa memainkan lagu, tetapi bagaimana 21 anak ini bisa bermain sebagai satu kesatuan. Mereka harus belajar mendengar satu sama lain, menjaga tempo, disiplin, dan tetap tenang,” ujar Eryck melalui keterangan resminya, Senin (8/9).
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana proses latihan untuk kompetisi marching arts tidak hanya membutuhkan kemampuan memainkan alat musik.
Para peserta juga harus memiliki kemampuan untuk saling mendengarkan. Ketika satu pemain memainkan bagian tertentu, pemain lainnya harus mampu menyesuaikan tempo dan dinamika permainan.
Kekompakan tersebut menjadi semakin penting ketika tampil di kompetisi internasional.
Tantangan Membentuk Tim Anak-Anak
Membentuk tim yang terdiri dari anak-anak tentu memiliki tantangan tersendiri.
Para peserta tidak hanya dituntut memahami materi musik, tetapi juga belajar mengenai disiplin latihan dan tanggung jawab terhadap kelompok.
Masing-masing anggota memiliki peran yang tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan pertunjukan.
Ketika satu anggota tidak dapat menjalankan bagiannya dengan baik, penampilan tim secara keseluruhan dapat ikut terdampak.
Karena itu, latihan selama enam bulan menjadi proses yang panjang bagi para peserta. Mereka harus berulang kali memainkan materi yang sama untuk memperbaiki kesalahan dan membangun kekompakan.
Proses tersebut juga mengajarkan para peserta bahwa hasil sebuah pertunjukan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu.
Kemampuan untuk bekerja sama menjadi salah satu faktor penting dalam meraih hasil terbaik.
Bagi anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang berharga.
Mereka belajar bahwa sebuah target besar membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan kemauan untuk terus memperbaiki kekurangan.
Tampil di Hadapan Juri Internasional
Asian Music Games 2026 memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta Indonesia.
Jika sebelumnya mereka terbiasa berlatih di lingkungan sekolah atau mengikuti kompetisi di dalam negeri, kali ini mereka harus tampil di hadapan dewan juri dalam sebuah kejuaraan internasional.
Tekanan tentu berbeda.
Para peserta harus menjaga konsentrasi sejak awal hingga akhir penampilan. Mereka tidak hanya harus mengingat materi yang sudah dilatih selama berbulan-bulan, tetapi juga mampu menjaga ketenangan ketika berada di atas panggung.
Bagi peserta yang masih berusia di bawah 12 tahun, pengalaman tampil di luar negeri tentu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Kuala Lumpur menjadi tempat bagi mereka untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus membawa nama Indonesia di tengah peserta dari berbagai negara.
Hasil yang diperoleh pun terbilang membanggakan.
Skor 92,450 membuat Harmonie Swara Indonesia mendapatkan Gold Medal dengan predikat High Gold.
Gio: Latihan Enam Bulan Akhirnya Terbayar
Salah satu anggota tim, Gio, merasakan langsung perjuangan selama proses persiapan.
Gio merupakan siswa kelas 5 SDN Rawamangun 12. Ia menjadi bagian dari 21 anggota yang tampil di kategori Ensemble Melodica Junior Division.
Menurut Gio, salah satu hal yang cukup sering diperbaiki selama latihan adalah masalah tempo.
Ia bersama teman-temannya harus berulang kali melakukan latihan agar permainan dapat terdengar kompak.
Proses tersebut membutuhkan kesabaran karena kesalahan kecil harus diperbaiki secara bersama-sama.
Namun, semua kerja keras itu akhirnya memberikan hasil ketika nama Indonesia diumumkan sebagai peraih Gold Medal.
“Waktu diumumkan mendapat Gold Medal, saya surprise banget karena latihan kami selama enam bulan akhirnya terbayar,” kata Gio.
Bagi Gio dan anggota tim lainnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras yang mereka lakukan selama berbulan-bulan tidak sia-sia.
Medali emas yang dibawa pulang dari Kuala Lumpur juga menjadi pengalaman yang kemungkinan akan terus mereka ingat.
Dukungan Orang Tua dan Sekolah
Keberhasilan para atlet muda tersebut tidak hanya berasal dari latihan yang dilakukan oleh peserta dan pelatih.
Dukungan orang tua serta pihak sekolah juga menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka menuju Asian Music Games 2026.
Para peserta harus membagi waktu antara kegiatan latihan dan pendidikan.
Sebagai pelajar, mereka tetap memiliki kewajiban mengikuti kegiatan sekolah. Di sisi lain, mereka juga harus mempersiapkan diri untuk kompetisi internasional.
Dukungan orang tua diperlukan agar anak-anak dapat menjalani kedua aktivitas tersebut dengan baik.
Begitu pula dengan pihak sekolah yang memberikan ruang bagi para siswa untuk mengembangkan bakat di bidang musik.
Eryck Agustinus menegaskan bahwa medali emas yang diraih bukan hasil kerja satu atau dua orang saja.
Prestasi tersebut merupakan buah dari konsistensi seluruh anggota tim selama menjalani proses latihan.
Dukungan dari orang tua dan sekolah juga menjadi faktor yang membantu para peserta tetap fokus dalam mempersiapkan diri.
Asian Music Games 2026 Digelar di Kuala Lumpur
Asian Music Games merupakan kejuaraan marching arts tingkat Asia yang mempertemukan peserta dari berbagai kategori.
Kompetisi ini mempertandingkan sejumlah cabang, mulai dari marching band, drumline, hingga colour guard.
Pelaksanaan Asian Music Games 2026 berlangsung pada 4 hingga 13 September 2026 di sejumlah arena di Kuala Lumpur, Malaysia.
Beberapa lokasi yang digunakan dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut antara lain Stadium Titi Wangsa dan Stadium Bola Sepak Cheras.
Dengan cakupan kompetisi yang cukup luas, Asian Music Games menjadi salah satu panggung bagi kelompok marching arts untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Bagi peserta muda dari Indonesia, kesempatan mengikuti kompetisi ini tidak hanya soal mengejar medali.
Mereka juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan peserta dari negara lain dan merasakan atmosfer kompetisi internasional.
Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi perkembangan mereka jika nantinya ingin melanjutkan aktivitas di bidang musik maupun marching arts.
Marching Arts Bukan Sekadar Bermain Musik
Marching arts sering kali identik dengan pertunjukan musik yang dilakukan secara berkelompok.
Namun, kompetisi di bidang ini membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan memainkan alat musik.
Peserta harus mampu menjaga ritme, tempo, dan harmoni secara bersamaan.
Kekompakan menjadi salah satu aspek yang sangat penting. Setiap anggota memiliki bagian masing-masing dan harus memastikan permainan mereka tidak keluar dari pola yang telah ditentukan.
Disiplin juga menjadi bagian dari proses latihan.
Peserta harus datang sesuai jadwal, mengikuti arahan pelatih, dan melakukan evaluasi apabila terdapat kesalahan.
Untuk peserta usia muda, proses tersebut dapat membentuk kebiasaan positif yang berguna tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka belajar mengenai tanggung jawab, kerja sama, konsistensi, dan bagaimana menghadapi tekanan ketika tampil di depan banyak orang.
Pengalaman Internasional untuk Atlet Muda Indonesia
Keberhasilan di Kuala Lumpur juga memberikan gambaran bahwa atlet muda Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di tingkat internasional.
Usia yang masih muda tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tampil di panggung kompetisi Asia.
Sebaliknya, pengalaman mengikuti kejuaraan seperti Asian Music Games dapat menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang.
Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, semakin terbiasa pula para peserta menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Pengalaman tersebut dapat membantu mereka mengembangkan kemampuan, baik secara teknis maupun mental.
Bagi Indonesia, keberhasilan Harmonie Swara Indonesia juga menjadi tambahan prestasi dalam bidang marching arts.
Tidak hanya olahraga konvensional yang dapat membawa nama Indonesia ke tingkat internasional. Bidang seni pertunjukan dan musik juga memiliki peluang yang sama untuk menjadi ruang prestasi bagi generasi muda.
Predikat High Gold Jadi Apresiasi Tertinggi
Skor 92,450 yang diraih Harmonie Swara Indonesia membawa mereka mendapatkan Gold Medal dengan predikat High Gold.
Hasil tersebut menjadi pencapaian yang cukup penting karena diperoleh melalui penilaian dewan juri dalam kompetisi internasional.
Bagi para peserta, angka tersebut bukan sekadar nilai.
Di balik skor tersebut terdapat proses latihan selama enam bulan, evaluasi yang dilakukan berulang kali, serta usaha untuk menyatukan permainan 21 peserta.
Setiap latihan yang dilakukan menjadi bagian dari persiapan menuju penampilan utama.
Kesalahan tempo yang ditemukan selama latihan harus diperbaiki. Begitu pula dengan persoalan nada dan kekompakan.
Semua aspek tersebut kemudian diuji ketika mereka tampil di Kuala Lumpur.
Hasil akhirnya menjadi sebuah penghargaan yang membanggakan bagi para peserta, pelatih, orang tua, sekolah, dan seluruh pihak yang mendukung perjalanan mereka.
Prestasi yang Diharapkan Jadi Motivasi
Keberhasilan Indonesia di Asian Music Games 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi lebih banyak anak muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang musik.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan musik dapat menjadi wadah untuk membangun kemampuan sekaligus membuka kesempatan tampil di tingkat internasional.
Bagi para peserta Harmonie Swara Indonesia, perjalanan di Kuala Lumpur juga menjadi pengalaman yang dapat mereka jadikan sebagai motivasi untuk terus berlatih.
Medali emas bukan berarti perjalanan berhenti.
Justru, keberhasilan tersebut dapat menjadi awal untuk menghadapi kompetisi lain dengan tantangan yang berbeda.
Pelatih dan peserta masih memiliki banyak hal yang dapat dikembangkan, terutama dari sisi teknik, kekompakan, dan pengalaman tampil.
Sementara bagi anak-anak yang baru mengenal dunia marching arts, keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bahwa proses panjang dapat menghasilkan pencapaian apabila dilakukan dengan konsisten.
Indonesia Ukir Prestasi di Asian Music Games 2026
Indonesia akhirnya berhasil membawa pulang gelar juara dari Asian Music Games 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Harmonie Swara Indonesia meraih Gold Medal dalam kategori Ensemble Melodica Junior Division setelah memperoleh skor 92,450 dari dewan juri.
Sebanyak 21 atlet muda menjadi bagian dari keberhasilan tersebut. Mereka merupakan pelajar dari sejumlah sekolah di Jakarta dan sebagian besar masih berusia di bawah 12 tahun.
Persiapan selama enam bulan menjadi bagian penting dari keberhasilan tim.
Para peserta tidak hanya berlatih memainkan musik, tetapi juga belajar menjaga tempo, mendengarkan permainan anggota lain, membangun kekompakan, serta mempertahankan ketenangan ketika tampil.
Pelatih Eryck Agustinus menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari konsistensi latihan para siswa dan dukungan orang tua serta sekolah.
Sementara itu, Gio, siswa kelas 5 SDN Rawamangun 12, mengaku terkejut sekaligus senang ketika timnya dinyatakan mendapatkan Gold Medal.
Bagi para peserta, perjuangan selama enam bulan akhirnya terbayar dengan prestasi di panggung internasional.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu tampil dan bersaing dalam kompetisi marching arts tingkat Asia.
Asian Music Games 2026 yang berlangsung pada 4 hingga 13 September di Kuala Lumpur menjadi pengalaman penting bagi 21 atlet muda Harmonie Swara Indonesia.
Mereka tidak hanya pulang membawa medali emas, tetapi juga membawa pengalaman berharga dari sebuah kompetisi internasional.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak generasi muda Indonesia yang berprestasi di bidang musik dan marching arts.
Sumber : www.cnnindonesia.com


