Dramatis! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Lewat Drama Adu Penalti

Selebrasi para penggawa Timnas Indonesia usai memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Thailand lewat adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam. (Foto: Dok. FIFA)

PILARadio.com – Timnas Indonesia akhirnya memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati pertandingan dramatis menghadapi Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10).

Tim Garuda harus berjuang hingga babak adu penalti untuk memastikan kemenangan setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga pertandingan berakhir.

Pertandingan Indonesia vs Thailand berlangsung ketat sejak menit pertama. Kedua kesebelasan tampil dengan tempo tinggi dan sama-sama berusaha mengambil kendali permainan.

Indonesia sempat lebih dominan dalam penguasaan bola. Tim Garuda tercatat menguasai permainan hingga 65 persen pada babak pertama. Namun, dominasi tersebut belum mampu menghasilkan gol.

Thailand yang lebih banyak menunggu juga beberapa kali berusaha memanfaatkan kesempatan melalui serangan balik. Akan tetapi, hingga 45 menit pertama selesai, tidak ada gol yang tercipta.

Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pertandingan semakin menarik. Indonesia dan Thailand saling jual beli serangan. Tim Garuda terus mencoba membongkar pertahanan lawan, sementara Thailand berusaha mencari celah melalui serangan cepat.

Drama pertandingan kemudian mulai terjadi ketika Nicolas Mickelson melakukan pelanggaran terhadap Romeny di depan kotak penalti.

Mickelson yang sebelumnya telah mengantongi kartu kuning harus menerima kartu kuning kedua. Artinya, pemain Thailand tersebut mendapatkan kartu merah dan harus meninggalkan lapangan.

Thailand pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain kemudian coba dimanfaatkan Indonesia. Dean James dipercaya mengambil tendangan bebas dari depan kotak penalti Thailand.

Sepakannya mampu menembus pagar betis pemain Thailand. Bola kemudian membentur kaki Iklas Sanron yang berada di dalam area pertahanan.

Kiper Thailand salah langkah dalam mengantisipasi arah bola. Bola akhirnya masuk ke dalam gawang.

Indonesia pun unggul 1-0.

Indonesia Unggul, Thailand Tak Menyerah

Gol tersebut membuat pertandingan semakin sengit. Indonesia berusaha mempertahankan keunggulan, sedangkan Thailand tidak ingin menyerah meski harus bermain dengan 10 pemain.

Tim Garuda mencoba memanfaatkan momentum setelah unggul jumlah pemain.

Namun, keunggulan Indonesia ternyata tidak bertahan lama.

Thailand terus memberikan tekanan dan berusaha mencari gol penyama kedudukan. Pertahanan Indonesia mendapat tekanan dari sejumlah serangan yang dilancarkan tim lawan.

Memasuki menit ke-87, Thailand akhirnya berhasil menyamakan kedudukan.

Iklas Sanron mencetak gol setelah memanfaatkan bola lambung yang masuk ke area pertahanan Indonesia. Barisan pertahanan Tim Garuda dinilai lengah dalam mengantisipasi datangnya bola.

Skor berubah menjadi 1-1.

Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka. Kedua tim berusaha mencari gol kemenangan pada sisa waktu pertandingan.

Indonesia mencoba kembali membangun serangan. Thailand juga terus memberikan tekanan meski harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

Namun, hingga wasit asal Uzbekistan meniup peluit panjang, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir.

Karena pertandingan harus menghasilkan pemenang, Indonesia dan Thailand melanjutkan pertandingan ke babak tambahan atau extra time.

Pertandingan Berlanjut ke Extra Time

Dua babak tambahan masing-masing berlangsung selama 15 menit.

Situasi pertandingan semakin menegangkan. Para pemain dari kedua kesebelasan harus menjaga konsentrasi setelah menjalani 90 menit pertandingan dengan tempo tinggi.

Indonesia masih berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

Thailand, di sisi lain, tetap memberikan perlawanan. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga beberapa kali mencoba membangun serangan untuk membalikkan keadaan.

Pada babak tambahan pertama, belum ada gol yang tercipta.

Skor 1-1 masih bertahan.

Pertandingan kemudian memasuki extra time babak kedua.

Drama kembali terjadi pada periode ini.

Thailand justru berhasil mencetak gol dan membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Peeradol Chamrasamee menjadi pemain yang membawa Thailand unggul pada menit ke-111.

Gol tersebut tercipta melalui skenario serangan balik. Thailand memanfaatkan ruang yang terbuka dan mengirimkan umpan matang ke dalam kotak penalti Indonesia.

Peeradol Chamrasamee kemudian menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol.

Thailand berbalik unggul 2-1.

Elkan Baggott Selamatkan Indonesia

Dalam posisi tertinggal, Indonesia tidak menyerah.

Tim Garuda terus berusaha mencari gol penyama kedudukan. Waktu pertandingan semakin menipis, sementara Thailand berusaha mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

Indonesia terus menekan pertahanan Thailand.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Lima menit setelah Thailand mencetak gol, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan melalui Elkan Baggott.

Gol tersebut tercipta setelah terjadi kemelut di dalam kotak penalti Thailand.

Elkan Baggott memanfaatkan situasi tersebut dan melepaskan tembakan.

Bola sempat membentur mistar gawang sebelum akhirnya masuk ke dalam gawang Thailand.

Skor kembali imbang 2-2.

Gol tersebut membuat harapan Indonesia untuk menjadi juara kembali terbuka.

Para pemain Tim Garuda terus berusaha mencari peluang, tetapi waktu yang tersisa tidak cukup untuk menciptakan gol tambahan.

Thailand juga tidak mampu kembali mencetak gol.

Skor 2-2 bertahan hingga babak tambahan selesai.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Gelar Juara FIFA ASEAN Cup Ditentukan Lewat Adu Penalti

Adu penalti menjadi penentu gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Situasi tersebut membuat tekanan semakin besar bagi para pemain kedua tim. Setiap eksekutor harus mampu menjalankan tugasnya dengan tenang karena satu kegagalan bisa menentukan hasil akhir pertandingan.

Indonesia kemudian menurunkan empat eksekutor yang berhasil menjalankan tugas dengan sempurna.

Kevin Diks menjadi salah satu pemain Indonesia yang sukses mencetak gol dari titik penalti.

Dean James juga berhasil menjalankan tugasnya.

Elkan Baggott yang sebelumnya mencetak gol pada babak extra time kembali menjadi salah satu eksekutor Indonesia dan berhasil menuntaskan tendangannya.

Shayne Pattynama kemudian turut mencetak gol dalam adu penalti.

Empat eksekutor Indonesia tersebut berhasil mencetak gol.

Di sisi Thailand, dua pemain gagal menjalankan tugasnya.

Yooyen Sarach gagal mencetak gol setelah tendangannya membentur tiang gawang.

Kegagalan berikutnya terjadi ketika Nattapong Sayriya mengambil tendangan penalti.

Sepakannya berhasil ditepis kiper Indonesia, Audero.

Kegagalan dua eksekutor Thailand tersebut menjadi keuntungan besar bagi Tim Garuda.

Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam drama adu penalti.

Hasil tersebut memastikan Timnas Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Drama Panjang Berakhir dengan Gelar Juara

Perjalanan Indonesia untuk memastikan gelar juara berlangsung penuh drama.

Tim Garuda sempat bermain imbang tanpa gol pada babak pertama. Setelah turun minum, Indonesia kemudian mendapatkan keuntungan setelah Nicolas Mickelson menerima kartu merah.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Indonesia untuk mencetak gol melalui tendangan bebas Dean James yang berujung gol.

Namun, Thailand mampu membalas dan menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron pada menit ke-87.

Pertandingan kemudian berlanjut ke extra time.

Thailand kembali mengejutkan Indonesia setelah Peeradol Chamrasamee mencetak gol pada menit ke-111.

Dalam posisi tertinggal, Indonesia kembali menunjukkan perlawanan.

Elkan Baggott mencetak gol lima menit kemudian sehingga skor berubah menjadi 2-2.

Tidak ada gol tambahan hingga extra time selesai.

Adu penalti kemudian menjadi penentu.

Indonesia akhirnya memenangkan adu penalti dengan skor 4-2.

Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Tim Garuda mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Babak Pertama Indonesia Dominan tetapi Tanpa Gol

Pada babak pertama, Indonesia tampil cukup dominan dalam penguasaan bola.

Tim Garuda mampu menguasai hingga 65 persen permainan.

Penguasaan bola tersebut menunjukkan Indonesia berusaha mengendalikan pertandingan sejak awal.

Namun, dominasi dalam penguasaan bola belum mampu menghasilkan gol.

Thailand tampil disiplin dalam menjaga pertahanan. Setiap upaya Indonesia untuk masuk ke area berbahaya berusaha dihentikan.

Indonesia juga belum mampu memanfaatkan sejumlah peluang yang didapat.

Di sisi lain, Thailand mencoba menunggu dan memanfaatkan kesempatan ketika mendapatkan ruang untuk melakukan serangan.

Situasi tersebut membuat pertandingan berjalan sengit.

Hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih belum mampu mencetak gol.

Skor 0-0 membuat pertandingan tetap terbuka pada babak kedua.

Babak Kedua Semakin Sengit

Setelah turun minum, intensitas pertandingan meningkat.

Indonesia berusaha terus menekan Thailand.

Peluang mulai tercipta dan kedua tim terlibat dalam jual beli serangan.

Indonesia kemudian mendapat keuntungan ketika Nicolas Mickelson melakukan pelanggaran terhadap Romeny di depan kotak penalti.

Karena sebelumnya sudah mendapatkan kartu kuning, Mickelson harus menerima kartu kuning kedua.

Kartu merah pun diberikan kepada pemain Thailand tersebut.

Indonesia mendapatkan keuntungan karena Thailand harus bermain dengan 10 pemain.

Tendangan bebas kemudian diberikan kepada Tim Garuda.

Dean James mengambil kesempatan tersebut.

Tendangannya berhasil melewati pagar betis dan bola membentur kaki Iklas Sanron.

Kiper Thailand salah mengantisipasi bola sehingga Indonesia berhasil mencetak gol.

Tim Garuda unggul 1-0.

Namun, Thailand tidak menyerah.

Thailand Menyamakan Kedudukan pada Menit ke-87

Setelah tertinggal, Thailand meningkatkan tekanan.

Indonesia mencoba mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai.

Namun, pertahanan Tim Garuda akhirnya kembali ditembus.

Pada menit ke-87, Iklas Sanron berhasil mencetak gol penyama kedudukan.

Gol tersebut bermula dari bola lambung yang masuk ke area pertahanan Indonesia.

Barisan pertahanan Indonesia dinilai lengah sehingga Iklas mampu memanfaatkan peluang tersebut.

Skor menjadi 1-1.

Sisa pertandingan berlangsung semakin menegangkan.

Indonesia masih berusaha mendapatkan gol kedua sebelum waktu normal selesai.

Namun, tidak ada gol tambahan.

Pertandingan pun berlanjut ke babak extra time.

Thailand Berbalik Unggul di Extra Time

Babak tambahan menjadi periode yang menguras tenaga kedua tim.

Indonesia dan Thailand sama-sama sudah melewati 90 menit pertandingan.

Namun, kedua tim tetap berusaha mencari kemenangan.

Thailand kemudian mampu mencetak gol pada extra time babak kedua.

Peeradol Chamrasamee membawa Thailand unggul 2-1 pada menit ke-111.

Gol tersebut tercipta dari serangan balik.

Thailand memanfaatkan ruang di pertahanan Indonesia dan mengirimkan umpan matang ke dalam kotak penalti.

Peeradol menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol.

Indonesia kembali berada dalam posisi tertinggal.

Waktu pertandingan semakin sedikit.

Tim Garuda harus segera mencari gol penyama jika ingin menghindari kekalahan.

Para pemain Indonesia terus mencoba menekan pertahanan Thailand.

Elkan Baggott Cetak Gol Penting

Tekanan Indonesia akhirnya menghasilkan gol.

Lima menit setelah Thailand unggul, Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan.

Gol tersebut lahir dari situasi kemelut di kotak penalti Thailand.

Baggott mendapatkan kesempatan melepaskan tembakan.

Bola yang ditendangnya sempat membentur mistar gawang sebelum masuk ke gawang.

Skor menjadi 2-2.

Gol tersebut menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan.

Indonesia yang sebelumnya tertinggal kembali memiliki kesempatan untuk menjadi juara.

Thailand juga terus berusaha mencari gol ketiga.

Namun, sampai pertandingan selesai, skor 2-2 tidak berubah.

Adu penalti akhirnya menjadi jalan terakhir untuk menentukan juara.

Kevin Diks hingga Shayne Pattynama Sukses Jalankan Tugas

Indonesia tampil tenang dalam adu penalti.

Empat pemain yang dipercaya menjadi eksekutor mampu menjalankan tugas masing-masing.

Kevin Diks berhasil mencetak gol.

Dean James juga sukses memasukkan bola ke gawang Thailand.

Elkan Baggott kembali menunjukkan perannya setelah sebelumnya mencetak gol pada babak extra time.

Baggott berhasil menuntaskan tendangan penalti.

Shayne Pattynama kemudian melengkapi keberhasilan Indonesia.

Keempat eksekutor Indonesia mencetak gol.

Di kubu Thailand, dua eksekutor mengalami kegagalan.

Yooyen Sarach gagal setelah tendangannya membentur tiang gawang.

Nattapong Sayriya juga gagal mencetak gol setelah sepakannya ditepis Audero.

Indonesia pun memenangkan adu penalti dengan skor 4-2.

Audero Jadi Penentu di Adu Penalti

Peran kiper menjadi sangat penting dalam adu penalti.

Selain para eksekutor yang harus mampu mengeksekusi bola dengan sempurna, penjaga gawang juga dituntut membaca arah tendangan lawan.

Dalam pertandingan Indonesia vs Thailand, Audero berhasil melakukan penyelamatan penting.

Ia mampu menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya.

Penyelamatan tersebut membuat Indonesia semakin dekat dengan gelar juara.

Sebelumnya, satu tendangan Thailand juga gagal setelah membentur tiang.

Situasi tersebut membuat Indonesia memiliki keunggulan dalam adu penalti.

Ketika empat eksekutor Indonesia sukses mencetak gol, hasil akhir pun menjadi milik Tim Garuda.

Indonesia menang 4-2 melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Indonesia Sukses Melewati Laga Penuh Drama

Pertandingan melawan Thailand menjadi salah satu laga yang penuh dengan perubahan keadaan.

Indonesia sempat dominan pada babak pertama, tetapi belum mampu mencetak gol.

Pada babak kedua, Tim Garuda unggul setelah Thailand kehilangan satu pemain karena kartu merah.

Indonesia kemudian mencetak gol melalui tendangan bebas Dean James.

Namun, Thailand mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-87.

Pertandingan kemudian berlanjut ke extra time.

Thailand sempat berbalik unggul 2-1 melalui Peeradol Chamrasamee.

Indonesia kembali bangkit lewat gol Elkan Baggott.

Skor 2-2 bertahan hingga akhir extra time.

Adu penalti kemudian menjadi penentu.

Empat eksekutor Indonesia sukses menjalankan tugas, sedangkan dua pemain Thailand gagal.

Indonesia akhirnya menang 4-2 dan memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Keberhasilan mengalahkan Thailand melalui adu penalti memastikan Timnas Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Gelar tersebut diraih melalui pertandingan yang berlangsung panjang dan penuh tekanan.

Indonesia harus melewati waktu normal, dua babak extra time, hingga adu penalti untuk memastikan kemenangan.

Skor akhir pertandingan dalam waktu normal dan extra time adalah 2-2.

Thailand sempat unggul setelah mencetak gol melalui Peeradol Chamrasamee.

Namun, Elkan Baggott berhasil menyamakan kedudukan.

Indonesia kemudian tampil lebih efektif saat adu penalti.

Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses mencetak gol.

Sementara itu, Thailand gagal mencetak dua gol dari eksekusinya.

Yooyen Sarach gagal setelah bola membentur tiang, sedangkan tendangan Nattapong Sayriya ditepis Audero.

Skor adu penalti 4-2 pun memastikan Indonesia keluar sebagai pemenang.

Gelar Juara Jadi Momen Bersejarah bagi Tim Garuda

Kemenangan atas Thailand sekaligus menjadi momen bersejarah bagi Timnas Indonesia.

Tim Garuda berhasil memastikan gelar juara setelah melewati pertandingan yang berlangsung selama lebih dari 90 menit.

Perjuangan Indonesia tidak mudah.

Sempat bermain imbang tanpa gol pada babak pertama, Indonesia kemudian unggul pada babak kedua.

Namun, Thailand mampu menyamakan kedudukan.

Pada extra time, Thailand bahkan kembali memimpin.

Indonesia kembali menunjukkan daya juang dan berhasil mencetak gol penyama melalui Elkan Baggott.

Ketika tidak ada gol tambahan, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Empat eksekutor Indonesia kemudian tampil sempurna.

Kemenangan 4-2 melalui adu penalti memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi milik Indonesia.

Pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu pun menjadi malam yang penuh drama bagi Tim Garuda.

Indonesia tidak hanya harus menghadapi tekanan dari Thailand, tetapi juga melewati berbagai perubahan skor sebelum akhirnya memastikan kemenangan.

Dari skor 0-0 di babak pertama, Indonesia unggul 1-0, kemudian Thailand menyamakan kedudukan. Pada extra time, Thailand kembali unggul 2-1 sebelum Elkan Baggott membuat skor menjadi 2-2.

Adu penalti akhirnya menjadi penentu terakhir.

Indonesia menang 4-2 dan memastikan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Gelar tersebut diraih setelah Tim Garuda melewati pertandingan yang penuh ketegangan, drama kartu merah, pergantian keunggulan, hingga adu penalti.

Kemenangan atas Thailand sekaligus menutup perjuangan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil yang membanggakan.

Tim Garuda akhirnya membawa pulang gelar juara setelah melalui perjuangan panjang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top