Garuda Indonesia Masuk Daftar 10 Maskapai dengan Makanan Pesawat Terbaik Dunia

Garuda Indonesia Masuk Daftar 10 Maskapai dengan Makanan Pesawat Terbaik Dunia (Tangkapan Layar)

PILARadio.com – Garuda Indonesia kembali mencatatkan pencapaian di tingkat internasional. Maskapai nasional Indonesia tersebut masuk dalam daftar 10 besar maskapai penerbangan dunia dengan makanan pesawat atau in-flight meals terbaik pada 2026 versi lembaga riset konsumen Canstar.

Dalam pemeringkatan tersebut, Garuda Indonesia menempati posisi ke-10 dari 100 maskapai yang masuk dalam daftar. Pencapaian ini menjadi perhatian karena penilaian tidak hanya melihat popularitas sebuah maskapai, tetapi juga pengalaman penumpang terhadap makanan yang disajikan selama penerbangan.

Bagi penumpang, makanan pesawat menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman selama berada di dalam kabin. Terlebih untuk penerbangan jarak jauh, sajian makanan dapat menjadi salah satu layanan yang ikut menentukan kenyamanan perjalanan.

Garuda Indonesia dikenal sebagai maskapai yang membawa unsur kuliner Indonesia ke dalam layanan penerbangannya. Berbagai menu khas Nusantara menjadi bagian dari sajian yang diberikan kepada penumpang, baik dalam penerbangan domestik maupun internasional.

Masuknya Garuda Indonesia ke dalam daftar 10 besar versi Canstar sekaligus menjadi perhatian terhadap upaya maskapai nasional tersebut dalam mempertahankan kualitas layanan kepada pengguna jasa penerbangan.

Garuda Indonesia Peringkat ke-10

Dalam daftar yang dirilis Canstar, Garuda Indonesia berada di posisi ke-10 dari 100 maskapai penerbangan dunia dengan makanan pesawat terbaik pada 2026.

Pemeringkatan tersebut menjadi salah satu bentuk penilaian terhadap pengalaman penumpang saat menikmati makanan selama penerbangan. Canstar menggunakan data ulasan konsumen sebagai salah satu dasar dalam menyusun daftar.

Mengutip Antara, proses penilaian dilakukan dengan standardisasi skor yang memperhitungkan jumlah ulasan dari masing-masing maskapai.

Artinya, penilaian tidak hanya melihat nilai rata-rata yang diperoleh sebuah maskapai. Volume ulasan juga menjadi bagian dari proses pengolahan data sehingga hasil yang diperoleh dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai pengalaman konsumen.

Data yang digunakan Canstar berasal dari 125.849 ulasan penumpang.

Ulasan tersebut dikumpulkan dari berbagai platform yang berkaitan dengan pengalaman penerbangan, termasuk Airlinemeals.net dan Skytrax. Data tersebut dihimpun pada November 2025.

Dengan jumlah ulasan yang mencapai lebih dari 125 ribu, daftar tersebut mencakup pengalaman dari banyak penumpang yang memberikan penilaian terhadap makanan yang mereka dapatkan selama penerbangan.

Penilaian Berdasarkan Ulasan Penumpang

Salah satu hal penting dalam pemeringkatan Canstar adalah penggunaan ulasan penumpang sebagai sumber data.

Pengalaman menikmati makanan di dalam pesawat memang dapat berbeda bagi setiap orang. Faktor seperti jenis menu, rasa, tampilan makanan, pilihan makanan, suhu saat disajikan, hingga kesesuaian dengan kebutuhan penumpang dapat memengaruhi penilaian.

Karena itu, semakin banyak ulasan yang tersedia, semakin banyak pula pengalaman penumpang yang dapat diperhitungkan dalam proses standardisasi.

Canstar menerapkan sistem standardisasi skor dengan mempertimbangkan volume ulasan masing-masing maskapai.

Metode tersebut digunakan agar hasil pemeringkatan tidak hanya bergantung pada jumlah penilaian yang sangat sedikit.

Canstar juga menerapkan sistem otomatis untuk merek maskapai yang memperoleh kurang dari 50 ulasan.

Dengan pendekatan tersebut, daftar 100 maskapai yang dibuat Canstar memiliki dasar penilaian yang berasal dari data ulasan konsumen.

Bagi Garuda Indonesia, posisi ke-10 menunjukkan bahwa makanan yang disajikan selama penerbangan mendapatkan respons positif dalam data yang digunakan lembaga riset konsumen tersebut.

Makanan Pesawat Menjadi Bagian dari Pengalaman Penerbangan

Makanan pesawat sering kali dianggap sebagai layanan tambahan. Namun, bagi sebagian penumpang, makanan menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan.

Hal tersebut terutama dirasakan dalam penerbangan jarak menengah dan jarak jauh. Penumpang menghabiskan waktu berjam-jam di dalam kabin sehingga layanan makanan menjadi salah satu fasilitas yang dinantikan.

Ketika makanan yang disajikan memiliki rasa yang baik dan pilihan menu yang beragam, pengalaman penerbangan dapat terasa berbeda.

Sebaliknya, sajian yang kurang sesuai dengan selera penumpang bisa menjadi salah satu bagian yang paling mudah diingat dari sebuah perjalanan.

Karena itu, kualitas in-flight meals menjadi salah satu aspek yang diperhatikan maskapai dalam mengembangkan layanan.

Persaingan antar maskapai pun tidak hanya terjadi pada harga tiket, jadwal penerbangan, jaringan rute, atau kenyamanan kursi. Layanan selama berada di dalam pesawat juga menjadi bagian dari pengalaman pelanggan.

Dalam konteks tersebut, masuknya Garuda Indonesia ke dalam 10 besar maskapai dengan makanan pesawat terbaik dunia menjadi catatan tersendiri.

Garuda Indonesia Konsisten Mengangkat Kuliner Indonesia

Salah satu ciri layanan makanan Garuda Indonesia adalah keberadaan menu yang mengangkat cita rasa Indonesia.

Sebagai maskapai nasional, Garuda Indonesia memiliki kesempatan untuk memperkenalkan berbagai kuliner Nusantara kepada penumpang.

Hal tersebut menjadi penting terutama dalam penerbangan internasional.

Penumpang dari luar negeri yang belum pernah mencoba makanan Indonesia dapat mengenal berbagai cita rasa Nusantara melalui menu yang disajikan selama perjalanan.

Bagi penumpang asal Indonesia, sajian tersebut juga memberikan rasa yang lebih akrab.

Penerbangan internasional dapat berlangsung selama berjam-jam. Dalam kondisi tersebut, makanan dengan cita rasa yang familiar bisa menjadi bagian dari kenyamanan penumpang.

Garuda Indonesia melihat menu khas Indonesia tidak hanya sebagai makanan yang disajikan di dalam pesawat, tetapi juga sebagai bagian dari identitas layanan maskapai.

Menu Nusantara Jadi Identitas Layanan

Kuliner Indonesia memiliki kekayaan yang sangat luas.

Setiap daerah mempunyai makanan dengan karakteristik rasa dan bahan yang berbeda. Kondisi tersebut memberikan banyak pilihan bagi maskapai untuk mengembangkan menu yang dapat diperkenalkan kepada penumpang.

Mulai dari makanan dengan cita rasa gurih, pedas, manis, hingga berbagai makanan yang menggunakan rempah-rempah khas Indonesia.

Ketika menu tersebut dihadirkan dalam penerbangan, makanan Indonesia dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata bagi penumpang internasional.

Penumpang tidak harus menunggu sampai tiba di Indonesia untuk mengenal cita rasa Nusantara. Sebagian pengalaman tersebut dapat diperkenalkan sejak masih berada di dalam pesawat.

Konsep seperti ini juga sejalan dengan peran sebuah maskapai nasional dalam memperkenalkan identitas negara melalui layanan penerbangan.

Respons Garuda Indonesia atas Pencapaian Canstar

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, mengatakan pencapaian tersebut menjadi cerminan bagi perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pengguna jasa penerbangan.

Menurut Thomas, posisi Garuda Indonesia dalam daftar Canstar menjadi sinyal positif sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus melakukan transformasi layanan.

Transformasi tersebut diarahkan pada peningkatan pengalaman pelanggan atau customer experience.

Bagi maskapai, pengalaman pelanggan mencakup banyak aspek. Mulai dari proses sebelum keberangkatan, pelayanan di bandara, proses naik pesawat, kenyamanan di dalam kabin, hingga layanan makanan selama penerbangan.

Karena itu, pencapaian dalam kategori makanan pesawat dapat menjadi salah satu bagian dari evaluasi layanan secara keseluruhan.

Thomas juga menyampaikan bahwa posisi Garuda Indonesia dalam daftar tersebut menunjukkan adanya apresiasi positif dari penumpang terhadap kualitas makanan yang disajikan selama penerbangan.

Fokus pada Pengalaman Pelanggan

Perkembangan industri penerbangan membuat maskapai harus memperhatikan berbagai aspek yang dapat memengaruhi kepuasan penumpang.

Harga tiket menjadi salah satu pertimbangan. Namun, bagi banyak penumpang, pelayanan selama perjalanan juga memiliki peran penting.

Pengalaman pelanggan dapat terbentuk dari hal-hal yang terlihat sederhana.

Keramahan awak kabin, ketepatan waktu, kenyamanan tempat duduk, kebersihan kabin, hiburan selama penerbangan, hingga makanan yang disajikan dapat menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Garuda Indonesia menempatkan peningkatan pengalaman pelanggan sebagai salah satu bagian dari transformasi layanan.

Masuknya maskapai tersebut dalam daftar 10 besar Canstar dapat menjadi salah satu catatan dalam proses tersebut.

Komitmen Mengembangkan Menu Khas Nusantara

Garuda Indonesia menyatakan akan terus menyempurnakan layanan makanan di dalam penerbangan.

Pengembangan menu khas Nusantara menjadi salah satu bagian yang akan dilakukan secara berkelanjutan.

Berbagai variasi makanan Indonesia akan terus dikembangkan dengan mempertimbangkan konsistensi kualitas serta kebutuhan penumpang.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi maskapai.

Makanan yang disiapkan untuk penerbangan harus melewati proses yang berbeda dibandingkan makanan yang langsung disajikan di restoran.

Makanan harus dipersiapkan dalam jumlah besar, dikemas, disimpan, kemudian dipanaskan atau disajikan kembali di dalam pesawat.

Pada saat yang sama, kualitas rasa dan tampilan tetap perlu dijaga.

Karena itu, pengembangan in-flight meals membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek, bukan hanya resep makanan.

Tantangan Menyajikan Makanan di Dalam Pesawat

Menyajikan makanan di dalam pesawat memiliki tantangan tersendiri.

Lingkungan kabin pesawat berbeda dengan restoran. Ketinggian penerbangan, proses penyimpanan, keterbatasan ruang, hingga metode pemanasan makanan menjadi bagian yang harus diperhatikan.

Maskapai juga harus memastikan makanan memenuhi standar keamanan dan kualitas sebelum diberikan kepada penumpang.

Selain itu, makanan perlu disiapkan dalam jumlah yang sesuai dengan kapasitas penerbangan.

Pilihan menu juga harus mempertimbangkan kebutuhan penumpang yang beragam.

Ada penumpang yang memiliki preferensi tertentu, sementara sebagian lainnya membutuhkan makanan dengan ketentuan khusus.

Karena itu, pengembangan menu penerbangan tidak bisa hanya mengutamakan rasa.

Kualitas, konsistensi, keamanan, tampilan, serta kesesuaian dengan kebutuhan penumpang menjadi bagian penting dalam proses penyajiannya.

Pengalaman Makan di Ketinggian

Makan di dalam pesawat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan makan di darat.

Suasana kabin, keterbatasan ruang, dan kondisi penerbangan membuat makanan yang disajikan harus mampu memberikan pengalaman yang tetap nyaman bagi penumpang.

Dalam penerbangan jarak jauh, makanan bahkan menjadi salah satu aktivitas yang dapat memecah waktu perjalanan.

Penumpang dapat menikmati hidangan sambil beristirahat, menonton film, membaca, atau berbincang dengan penumpang lain.

Karena itu, kualitas makanan dapat memberikan kesan tersendiri terhadap perjalanan.

Hal tersebut pula yang membuat penilaian terhadap in-flight meals menjadi bagian menarik dalam industri penerbangan.

Maskapai Internasional Lain Masuk 10 Besar

Garuda Indonesia bukan satu-satunya maskapai yang mendapatkan perhatian dalam daftar Canstar.

Sejumlah maskapai internasional juga masuk dalam daftar 10 besar dengan makanan pesawat terbaik.

Nama-nama seperti Qatar Airways, Asiana Airlines, EVA Air, dan Singapore Airlines turut berada dalam jajaran tersebut.

Keberadaan maskapai-maskapai internasional tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan dalam layanan makanan di industri penerbangan.

Masing-masing maskapai memiliki pendekatan tersendiri dalam menyajikan makanan kepada penumpang.

Ada maskapai yang menonjolkan kuliner lokal, sementara lainnya mengembangkan menu yang disesuaikan dengan rute dan karakter penumpang.

Garuda Indonesia sendiri membawa pendekatan melalui makanan khas Nusantara.

Kuliner sebagai Bagian dari Identitas Maskapai

Makanan dapat menjadi salah satu cara maskapai memperkenalkan identitas negara asalnya.

Maskapai dari negara tertentu dapat memperkenalkan makanan tradisional kepada penumpang melalui layanan di dalam kabin.

Bagi Indonesia, hal tersebut memberikan peluang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada wisatawan mancanegara.

Indonesia memiliki banyak makanan yang dikenal luas, tetapi masih terdapat banyak kuliner daerah yang belum dikenal oleh masyarakat internasional.

Penerbangan internasional dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan makanan tersebut.

Ketika penumpang mencoba makanan Indonesia selama penerbangan dan mendapatkan pengalaman yang baik, makanan tersebut dapat menjadi bagian dari kesan mereka terhadap Indonesia.

Dengan demikian, layanan makanan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan selama perjalanan.

Ada unsur budaya yang dapat ikut diperkenalkan melalui menu yang tersedia.

Garuda Indonesia dan Promosi Kuliner Indonesia

Sebagai maskapai nasional, Garuda Indonesia memiliki posisi strategis untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Pesawat Garuda Indonesia melayani penumpang dari berbagai negara dan kota.

Setiap penumpang yang masuk ke dalam kabin pada dasarnya menjadi bagian dari pengalaman yang dibangun oleh maskapai.

Menu khas Indonesia dapat menjadi salah satu unsur yang memperkuat pengalaman tersebut.

Sajian makanan tidak hanya dinilai dari rasa, tetapi juga dapat membawa cerita tentang Indonesia.

Bumbu, bahan makanan, teknik pengolahan, hingga cara penyajian dapat menjadi bagian dari pengalaman kuliner.

Hal ini membuat pengembangan menu Nusantara memiliki potensi yang cukup besar dalam mendukung citra layanan Garuda Indonesia.

Data Canstar Dikumpulkan pada November 2025

Pemeringkatan Canstar yang menempatkan Garuda Indonesia di posisi ke-10 menggunakan data ulasan yang dihimpun pada November 2025.

Total terdapat 125.849 ulasan penumpang yang dianalisis.

Data tersebut berasal dari sejumlah platform terkemuka, termasuk Airlinemeals.net dan Skytrax.

Penggunaan data ulasan konsumen memberikan sudut pandang berbeda dibandingkan penghargaan yang sepenuhnya ditentukan oleh panel juri.

Dalam pemeringkatan berbasis ulasan, pengalaman penumpang menjadi salah satu sumber utama informasi.

Tentu saja, setiap ulasan berasal dari pengalaman individu dan dapat memiliki penilaian berbeda.

Namun, ketika jumlah ulasan yang dianalisis mencapai lebih dari 125 ribu, data tersebut memberikan kumpulan pengalaman konsumen dalam jumlah besar.

Canstar kemudian melakukan standardisasi skor dengan mempertimbangkan volume ulasan dari setiap maskapai.

Sistem Otomatis untuk Maskapai dengan Sedikit Ulasan

Canstar juga menerapkan sistem otomatis bagi brand maskapai yang memiliki kurang dari 50 ulasan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari metode pengolahan data dalam pemeringkatan.

Jumlah ulasan menjadi salah satu faktor penting karena satu maskapai bisa saja mendapatkan penilaian tinggi dari sedikit responden, sementara maskapai lain memperoleh penilaian dari jumlah penumpang yang jauh lebih besar.

Dengan mempertimbangkan volume ulasan, Canstar berupaya membuat proses standardisasi skor lebih terukur.

Data tersebut kemudian digunakan untuk menyusun daftar maskapai yang memiliki makanan pesawat dengan penilaian terbaik.

Arti Pencapaian bagi Garuda Indonesia

Masuknya Garuda Indonesia ke posisi ke-10 dapat menjadi catatan positif bagi maskapai nasional tersebut.

Pencapaian itu menunjukkan bahwa layanan makanan Garuda Indonesia mendapatkan perhatian dalam pemeringkatan yang menggunakan ulasan konsumen.

Bagi perusahaan, penghargaan atau pengakuan seperti ini juga dapat menjadi masukan untuk terus memperbaiki layanan.

Garuda Indonesia sendiri menyatakan akan melakukan pengembangan secara berkelanjutan.

Konsistensi menjadi salah satu tantangan terbesar.

Mempertahankan kualitas makanan pada setiap penerbangan dengan rute, waktu, dan kondisi yang berbeda tentu membutuhkan pengelolaan yang tidak sederhana.

Penumpang juga memiliki selera yang berbeda-beda.

Karena itu, pengembangan menu perlu terus menyesuaikan kebutuhan pelanggan.

Menu Indonesia Berpotensi Semakin Beragam

Ke depan, Garuda Indonesia menyatakan akan terus mengembangkan variasi menu khas Nusantara.

Pengembangan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih banyak makanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Keragaman kuliner Indonesia memberikan banyak pilihan yang dapat diolah menjadi menu penerbangan.

Namun, proses tersebut tetap perlu mempertimbangkan karakteristik makanan yang sesuai untuk disajikan di dalam pesawat.

Tidak semua makanan memiliki karakter yang sama ketika diproses, disimpan, dan disajikan kembali.

Karena itu, diperlukan pengembangan yang berkelanjutan agar cita rasa dan kualitas makanan tetap terjaga.

Makanan Pesawat Jadi Salah Satu Penentu Pengalaman Penumpang

Bagi penumpang, makanan mungkin hanya menjadi salah satu bagian kecil dari keseluruhan perjalanan.

Namun, ketika layanan tersebut dilakukan dengan baik, pengalaman tersebut dapat menjadi hal yang diingat.

Terlebih bagi penumpang yang melakukan perjalanan panjang.

Makanan dapat menjadi salah satu momen untuk beristirahat dan menikmati perjalanan.

Karena itu, tidak mengherankan jika kualitas in-flight meals menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dari lembaga riset konsumen.

Daftar Canstar 2026 memperlihatkan bahwa makanan pesawat menjadi bagian dari persaingan layanan antar maskapai.

Garuda Indonesia kini berada dalam jajaran tersebut bersama sejumlah nama besar di industri penerbangan dunia.

Masuk 10 Besar Dunia

Posisi ke-10 yang diraih Garuda Indonesia menjadi pencapaian yang berkaitan langsung dengan layanan makanan di dalam pesawat.

Pemeringkatan tersebut bukan hanya mencerminkan keberadaan Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional Indonesia, tetapi juga menunjukkan bagaimana layanan kuliner menjadi bagian dari pengalaman penerbangan yang dinilai oleh penumpang.

Dengan data dari 125.849 ulasan yang dikumpulkan pada November 2025, Canstar menyusun daftar 100 maskapai dengan makanan pesawat terbaik.

Garuda Indonesia kemudian berada di posisi ke-10.

Nama-nama seperti Qatar Airways, Asiana Airlines, EVA Air, dan Singapore Airlines juga tercatat dalam 10 besar.

Pencapaian tersebut membuat layanan makanan Garuda Indonesia mendapatkan sorotan di tengah persaingan maskapai internasional.

Garuda Indonesia Terus Perkuat Layanan

Garuda Indonesia menyatakan pencapaian tersebut menjadi momentum untuk melanjutkan transformasi layanan yang berfokus pada pengalaman pelanggan.

Layanan makanan menjadi salah satu aspek yang akan terus disempurnakan.

Pengembangan menu khas Nusantara juga menjadi bagian dari komitmen tersebut.

Bagi Garuda Indonesia, makanan bukan hanya soal memenuhi kebutuhan penumpang selama perjalanan.

Ada peluang untuk memperkenalkan cita rasa Indonesia kepada penumpang internasional.

Dengan terus melakukan pembenahan, maskapai nasional tersebut berupaya menjaga konsistensi kualitas makanan sekaligus menyesuaikan menu dengan selera dan kebutuhan penumpang.

Masuknya Garuda Indonesia dalam 10 besar maskapai dengan makanan pesawat terbaik dunia versi Canstar pada 2026 menjadi salah satu catatan dalam perjalanan tersebut.

Pencapaian ini juga memperlihatkan bahwa pengalaman penumpang di dalam pesawat semakin menjadi bagian penting dalam persaingan industri penerbangan.

Di tengah banyaknya maskapai yang menawarkan rute dan layanan penerbangan, kualitas makanan dapat menjadi salah satu detail yang membedakan pengalaman penumpang.

Bagi Indonesia, kehadiran menu khas Nusantara dalam penerbangan juga memiliki nilai tambahan. Setiap hidangan yang disajikan dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada masyarakat dari berbagai negara.

Dengan posisi ke-10 dalam daftar Canstar, Garuda Indonesia kini tercatat bersama sejumlah maskapai internasional yang mendapatkan pengakuan dalam kategori makanan pesawat.

Ke depan, pengembangan menu, konsistensi kualitas, dan penyesuaian dengan kebutuhan penumpang akan menjadi bagian penting dalam menjaga pengalaman tersebut.

Pencapaian ini sekaligus menjadi catatan bahwa makanan di dalam pesawat bukan sekadar fasilitas selama perjalanan. Bagi maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, sajian tersebut juga dapat menjadi bagian dari identitas, pelayanan, sekaligus cara memperkenalkan cita rasa Indonesia kepada dunia.

Sumber : www.kumparan.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top