Korban Oknum Polisi Dirawat Intensif di Rumah Sakit dan Mendapat Penanganan Khusus

Korban Oknum Polisi Dirawat Intensif di Rumah Sakit dan Mendapat Penanganan Khusus (Foto : Darfan)

CIREBON, PILARadio – Korban penganiayaan, penyiraman air keras, hingga pencekokan sabu yang diduga dilakukan oleh oknum polisi di Tegal masih mendapatkan perawatan khusus di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati, Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin siang. Korban menjalani penanganan intensif dari tim medis Rumah Sakit Gunung Jati.

Setelah tiba di Rumah Sakit Gunung Jati Kota Cirebon pada Minggu sore, M, korban dugaan penyiksaan oleh oknum polisi di Kota Tegal, masih menjalani perawatan intensif dari tim medis hingga Senin sore. M dirawat di ruang rawat inap umum setelah dilakukan observasi terhadap luka bakar serius yang dideritanya. Bahkan, luka yang terdapat di hampir separuh tubuh korban masih terus mengeluarkan cairan.

Diketahui, M mengalami luka bakar setelah disiram air keras oleh Aiptu N, yang merupakan suami sirinya, pada September tahun lalu. Sejak kondisi lukanya semakin parah, M bersama keluarganya telah menjalani perawatan sebanyak 11 kali di Rumah Sakit Gunung Jati, yang terdiri atas tiga kali rawat inap dan delapan kali rawat jalan. Saat ini, M masih terdaftar sebagai pasien rawat inap setelah kembali dirawat sejak kemarin di Rumah Sakit Gunung Jati.

“Didalam pengamatan kami beliau sebagai pasien sudah melakukan perawatan sebanyak 11 kali terdiri atas tiga kali rawat inap dan delapan kali rawat jalan dan hingga saat ini beliau masih teraftar sebagai pasien rawat inap” Ujar Direktur RSD Gunung Jati, dr. Katibi.

Sementara itu, untuk mempercepat proses penyembuhan, M ditangani oleh sejumlah dokter spesialis, termasuk dokter bedah plastik. Saat ini, tim medis memfokuskan penanganan pada penyembuhan luka kulit yang diderita korban akibat dugaan kekerasan yang dilakukan Aiptu N. Sejauh ini, kondisi M yang sempat menurun kini berangsur stabil.

“Untuk saat ini kita memfokuskan penanganan pada penyembuhan luka kulit yang diderita korban akibat dugaan kekerasan saat ini kondisi korban berangsur stabil dan untuk mempercepat proses penyembuhan, M ditangani oleh sejumlah dokter spesialis, termasuk dokter bedah plastik” Ujar Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal, dr. Beni Ceptiawan.

M menjadi korban dugaan penyiksaan, pencekokan narkoba, hingga kekerasan seksual menyimpang yang diduga dilakukan oleh Aiptu N selama dua tahun menjalani hubungan sebagai istri siri.

M yang sebelumnya merasa takut karena adanya intimidasi dan ancaman untuk mengungkap dugaan kejahatan tersebut, akhirnya memberanikan diri melapor setelah mendapatkan perlindungan dari kuasa hukumnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top