Piala Dunia 2026: Jepang dan Jerman Tersingkir Dramatis, Gagal Melaju ke Babak 16 Besar

Penyerang Jepang, Ayase Ueda, menunjukkan raut kecewa seusai timnya kalah 1-2 dari Brasil pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Texas, 29 Juni 2026. Hasil tersebut mengakhiri langkah Samurai Biru di turnamen. (Sumber Foto : RONALDO SCHEMIDT / AFP)

PILARadio.com – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan kejutan besar setelah dua tim kuat, Jepang dan Jerman, harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat. Kedua negara tersebut tersingkir secara dramatis di babak 32 besar setelah mengalami kekalahan dengan cara yang berbeda.

Jepang harus menerima kenyataan pahit usai kalah tipis dari Brasil dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Sementara itu, Jerman harus pulang setelah drama adu penalti melawan Paraguay yang mengakhiri catatan impresif mereka dalam sejarah Piala Dunia.

Kegagalan tersebut menjadi pukulan berat bagi para pemain, terutama bagi kiper Jepang, Zion Suzuki, yang merasa memiliki tanggung jawab besar atas hasil pertandingan. Penjaga gawang berusia muda itu mengakui dirinya masih memiliki kekurangan dan seharusnya mampu memberikan kontribusi lebih besar untuk membantu Jepang bertahan di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.

Jepang Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Setelah Kalah Dramatis dari Brasil

Pertandingan Brasil melawan Jepang dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 berlangsung di Houston Stadium pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Laga tersebut berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal, mempertemukan dua tim dengan gaya permainan berbeda namun sama-sama memiliki ambisi besar untuk melangkah jauh di turnamen.

Jepang tampil percaya diri dan mampu memberikan tekanan kepada Brasil. Tim berjuluk Samurai Biru tersebut bahkan berhasil membuka keunggulan lebih dulu pada babak pertama melalui gol Kaishu Sano.

Gol tersebut membuat Jepang berada dalam posisi menguntungkan. Mereka mampu menjaga keunggulan hingga turun minum dan membuat Brasil harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, Brasil menunjukkan mental juara pada babak kedua. Tim Samba meningkatkan intensitas serangan dan akhirnya berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Casemiro.

Setelah skor berubah menjadi 1-1, pertandingan semakin berjalan ketat. Kedua tim saling menyerang untuk mencari gol kemenangan. Ketika laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Brasil mencetak gol penentu melalui Gabriel Martinelli pada masa injury time.

Gol tersebut menghancurkan harapan Jepang untuk melanjutkan langkah di Piala Dunia 2026. Brasil memastikan kemenangan 2-1 sekaligus membuat Jepang harus tersingkir secara dramatis.

Zion Suzuki Akui Masih Banyak Kekurangan Usai Jepang Gagal Melaju

Usai pertandingan, kiper Jepang Zion Suzuki mengungkapkan rasa kecewanya terhadap hasil yang diraih timnya. Ia menilai Jepang sudah berjuang maksimal sepanjang pertandingan, tetapi hasil akhir tidak berpihak kepada mereka.

Menurut Suzuki, kegagalan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berat karena Jepang sebenarnya memiliki peluang besar untuk menciptakan sejarah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

“Yang paling menyakitkan adalah hasil yang tidak sesuai harapan. Kami tidak bisa meraih kemenangan. Kami sudah berjuang sampai akhir, tetapi harus menerima kekalahan. Ini adalah perasaan yang sangat sulit,” ujar Suzuki seperti dikutip dari situs resmi FIFA.

Suzuki juga secara terbuka mengakui bahwa dirinya merasa bertanggung jawab atas gol-gol yang bersarang di gawang Jepang. Ia menilai masih ada beberapa momen penting ketika dirinya seharusnya bisa melakukan penyelamatan lebih baik.

“Secara pribadi, saya merasa seharusnya bisa mencegah gol-gol yang membuat kami kebobolan. Saya masih belum cukup baik dan belum mampu melakukan penyelamatan yang dibutuhkan tim pada momen-momen penting. Saya tahu masih harus terus berkembang,” katanya.

Meski kecewa, Suzuki tidak ingin kegagalan di Piala Dunia 2026 menjadi akhir dari perjalanan kariernya. Ia justru menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk berkembang lebih jauh.

Menurutnya, bermain di level tertinggi seperti Piala Dunia merupakan kesempatan berharga yang harus dijadikan pembelajaran.

“Berkompetisi di panggung seperti ini adalah sesuatu yang harus saya jadikan motivasi. Saat ini memang sulit secara emosional untuk memikirkan turnamen berikutnya, tetapi kesempatan berikutnya pasti akan datang. Saya ingin menyimpan pengalaman ini dan terus melangkah maju,” tutur Suzuki.

Jerman Gagal ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalah Adu Penalti dari Paraguay

Selain Jepang, kejutan lain juga terjadi ketika Jerman harus tersingkir dari Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Die Mannschaft tersebut gagal melewati babak 32 besar setelah kalah dalam drama adu penalti menghadapi Paraguay.

Laga Jerman vs Paraguay berlangsung di Gillette Stadium, Boston, pada Selasa (30/6/2026) pagi WIB. Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim sama-sama menunjukkan permainan disiplin.

Paraguay tampil berani menghadapi salah satu raksasa sepak bola dunia. Mereka bahkan mampu mencuri keunggulan menjelang akhir babak pertama melalui Julio Enciso.

Gol tersebut membuat Jerman berada dalam tekanan. Namun, tim asuhan Julian Nagelsmann menunjukkan kualitasnya dan berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua.

Kai Havertz menjadi penyelamat sementara Jerman setelah mencetak gol penyeimbang yang mengubah skor menjadi 1-1.

Kedua tim kemudian saling berusaha mencari gol kemenangan. Namun, hingga waktu normal 90 menit berakhir, skor tetap imbang. Begitu pula pada masa tambahan waktu, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti.

Rekor Adu Penalti Jerman di Piala Dunia Akhirnya Terhenti

Drama terjadi dalam babak tos-tosan. Jerman yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim paling kuat dalam adu penalti justru harus merasakan kegagalan.

Paraguay berhasil menang dengan skor 4-3 dalam adu penalti. Tiga pemain Jerman gagal menjalankan tugasnya, yaitu Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah.

Sementara dari kubu Paraguay, hanya Arnaldo Sanabria dan Fabian Balbuena yang gagal mengeksekusi penalti.

Kekalahan tersebut tidak hanya membuat Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026, tetapi juga mengakhiri rekor luar biasa mereka dalam sejarah adu penalti di turnamen tersebut.

Sebelumnya, Jerman memiliki catatan sempurna dalam empat pertandingan adu penalti di Piala Dunia. Mereka selalu keluar sebagai pemenang ketika pertandingan harus ditentukan melalui titik putih.

Catatan tersebut terjadi pada Piala Dunia 1982 ketika Jerman mengalahkan Prancis di semifinal, Piala Dunia 1986 saat menang atas Meksiko di perempat final, Piala Dunia 1990 ketika menyingkirkan Inggris di semifinal, serta Piala Dunia 2006 saat mengalahkan Argentina di perempat final.

Dalam empat pertandingan tersebut, Jerman hanya sekali gagal mencetak gol dari eksekusi penalti. Momen itu terjadi pada Piala Dunia 1982 ketika tendangan Uli Stielke berhasil digagalkan kiper Prancis Jean-Luc Ettori.

Namun, sejarah tersebut akhirnya berakhir di Piala Dunia 2026. Tiga kegagalan eksekusi penalti membuat Jerman harus menerima kenyataan pahit dan mengakhiri perjuangan mereka lebih awal.

Paraguay Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Di sisi lain, kemenangan atas Jerman menjadi pencapaian besar bagi Paraguay. Tim asuhan Gustavo Alfaro berhasil menciptakan kejutan dengan menyingkirkan salah satu kandidat kuat juara.

Paraguay kini berhak melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Mereka akan menghadapi pemenang pertandingan antara Prancis dan Swedia pada fase berikutnya.

Tersingkirnya Jepang dan Jerman menjadi bukti bahwa Piala Dunia 2026 masih menyimpan banyak kejutan. Tidak ada tim yang bisa dianggap aman karena setiap pertandingan menghadirkan persaingan ketat hingga menit terakhir.

Bagi Jepang dan Jerman, kegagalan ini tentu menjadi evaluasi besar. Namun, pengalaman tampil di panggung dunia akan menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Sumber : www.sport.detik.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top