PILARadio.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi dijatuhi sanksi denda oleh Komite Disiplin Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Sanksi tersebut diberikan akibat empat pelanggaran yang terjadi dalam gelaran AFC Futsal 2026. Total denda yang harus dibayarkan PSSI mencapai 14.000 dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp235 juta.
Denda tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran berbeda yang dinilai melanggar Kode Disiplin AFC, khususnya terkait aspek keamanan, ketertiban, serta pengelolaan pertandingan. Keputusan ini menambah daftar catatan penting bagi PSSI dalam penyelenggaraan ajang internasional, terutama dalam hal manajemen keamanan pertandingan futsal.
Rincian Denda PSSI di AFC Futsal 2026
Berdasarkan keputusan resmi Komite Disiplin AFC, sanksi terhadap PSSI dijatuhkan atas insiden yang terjadi dalam beberapa pertandingan AFC Futsal 2026. Salah satu pelanggaran utama terjadi pada laga antara Timnas Futsal Indonesia melawan Korea Selatan yang berlangsung pada 27 Januari 2026.
Dalam pertandingan tersebut, AFC mencatat adanya individu yang memasuki area lapangan dan area teknis tanpa memiliki akreditasi resmi setelah pertandingan berakhir. Atas pelanggaran ini, PSSI dikenai denda sebesar 3.000 dolar Amerika Serikat.
Tak hanya itu, AFC juga mencatat adanya penonton yang masuk ke lapangan pertandingan tanpa akreditasi seusai laga Indonesia versus Korea Selatan pada tanggal yang sama. Pelanggaran ini dinilai sebagai kelalaian dalam pengendalian penonton dan keamanan stadion. Untuk pelanggaran kedua ini, PSSI kembali dijatuhi denda sebesar 3.000 dolar Amerika Serikat.
Pelanggaran Keamanan Jadi Sorotan AFC
Selain dua pelanggaran tersebut, Komite Disiplin AFC juga menilai PSSI gagal memenuhi kewajiban pencegahan keselamatan serta tidak mampu memastikan ketertiban dan keamanan pertandingan. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya penonton yang bisa memasuki area lapangan tanpa pengawasan memadai.
Atas pelanggaran ketiga ini, AFC menjatuhkan sanksi denda yang lebih besar, yakni sebesar 5.000 dolar Amerika Serikat. AFC menegaskan bahwa federasi tuan rumah memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga keamanan, baik bagi pemain, ofisial, maupun penonton selama pertandingan berlangsung hingga usai.
Ketiga sanksi tersebut diputuskan Komite Disiplin AFC dalam sidang yang digelar pada 1 Februari 2026. Dalam keputusan itu, AFC juga menetapkan batas waktu pembayaran denda, yakni paling lambat 30 hari sejak tanggal penetapan, sesuai dengan ketentuan dalam Kode Disiplin AFC.
Denda Tambahan dari Laga Iran vs Afghanistan
Selain insiden pada laga Indonesia versus Korea Selatan, PSSI juga kembali dikenai sanksi denda terkait pertandingan lain di ajang AFC Futsal 2026. Denda tambahan sebesar 3.000 dolar Amerika Serikat diberikan karena PSSI dianggap tidak mampu menjaga keamanan seusai laga Iran versus Afghanistan yang berlangsung pada 1 Februari 2026.
Dalam pertandingan tersebut, tercatat adanya lima penonton yang masuk ke area lapangan setelah laga berakhir. AFC menilai kejadian ini sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap regulasi keamanan pertandingan internasional.
Sanksi tambahan ini diputuskan Komite Disiplin AFC dalam sidang yang digelar pada 7 Februari 2026. Sama seperti sanksi sebelumnya, PSSI diwajibkan membayar denda tersebut paling lambat 30 hari sejak tanggal penetapan keputusan.
Total Denda Capai Rp235 Juta
Dengan adanya empat sanksi tersebut, total denda yang harus dibayar PSSI mencapai 14.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp235 juta. Jumlah ini menjadi salah satu denda terbesar yang diterima PSSI dalam ajang futsal tingkat Asia dalam beberapa tahun terakhir.
AFC menegaskan bahwa sanksi ini bukan hanya bersifat hukuman, tetapi juga sebagai bentuk peringatan agar federasi anggota lebih serius dalam menerapkan standar keamanan dan manajemen pertandingan.
AFC Tekankan Pentingnya Keamanan Pertandingan
Dalam regulasinya, AFC menempatkan aspek keamanan sebagai salah satu prioritas utama dalam setiap kompetisi resmi. Federasi tuan rumah bertanggung jawab penuh terhadap pengamanan stadion, pengaturan penonton, serta pencegahan potensi gangguan yang dapat membahayakan pemain, ofisial, dan suporter.
Masuknya penonton atau individu tanpa akreditasi ke area lapangan dinilai sebagai pelanggaran serius karena dapat memicu risiko keselamatan dan mengganggu jalannya pertandingan. Oleh karena itu, AFC tidak segan menjatuhkan sanksi tegas kepada federasi yang dianggap lalai.
Evaluasi untuk PSSI
Sanksi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PSSI dalam penyelenggaraan ajang internasional ke depan. Penguatan sistem pengamanan, peningkatan koordinasi dengan panitia lokal, serta penegakan aturan akses stadion menjadi hal yang harus diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang.
Pengamat sepak bola menilai bahwa denda ini seharusnya menjadi momentum bagi PSSI untuk meningkatkan profesionalisme dalam mengelola pertandingan berskala internasional, terutama di tengah meningkatnya kepercayaan AFC kepada Indonesia sebagai tuan rumah berbagai ajang futsal dan sepak bola.
AFC Juga Beri Sanksi ke Federasi dan Pemain Lain
Selain menjatuhkan sanksi kepada PSSI, Komite Disiplin AFC juga memberikan berbagai sanksi kepada pihak lain dalam gelaran AFC Futsal 2026. Beberapa pemain dari Kirgistan, Australia, dan Vietnam turut menerima hukuman akibat pelanggaran disiplin di pertandingan masing-masing.
Tak hanya pemain, federasi sepak bola Kirgistan juga dilaporkan menerima sanksi dari AFC terkait pelanggaran regulasi yang terjadi selama turnamen berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa AFC menerapkan aturan secara menyeluruh dan konsisten kepada seluruh peserta kompetisi.
Harapan ke Depan
Dengan adanya sanksi ini, diharapkan PSSI dapat segera melakukan pembenahan menyeluruh, khususnya dalam aspek keamanan pertandingan. Kepatuhan terhadap regulasi AFC menjadi kunci agar Indonesia tidak kembali menerima sanksi serupa di masa mendatang.
AFC Futsal 2026 menjadi ajang pembelajaran penting bagi seluruh federasi peserta, termasuk PSSI, untuk terus meningkatkan standar penyelenggaraan kompetisi demi menjaga kredibilitas dan keamanan sepak bola Asia.
Sumber : www.cnnindonesia.com


















