CIREBON, PILARadio – Kelangkaan solar industri atau non-subsidi mengakibatkan ratusan kapal nelayan di Pelabuhan Kejawanan, Kota Cirebon, Jawa Barat, tak bisa berlayar, Kamis siang. Bahkan, kapal di atas tiga puluh gross ton yang menggunakan bahan bakar industri sudah lebih dari sebulan teronggok dan menumpuk di pelabuhan. Pemilik kapal pun dibuat pusing lantaran solar industri yang susah didapat untuk memenuhi kebutuhan selama berlayar.
Ratusan kapal nelayan lintas pulau ini menumpuk di Pelabuhan Kejawanan, Kota Cirebon, Kamis siang. Sudah sebulan lebih, kapal di atas tiga puluh gross ton ini teronggok di area pelabuhan nelayan. Para nelayan tak dapat berlayar lantaran kebutuhan bahan bakar tidak terpenuhi, bahkan cenderung kosong.
Umumnya, kapal di atas tiga puluh gross ton ini membutuhkan dua puluh empat kiloliter atau setara dengan dua puluh empat ribu liter. Para pemilik kapal sudah berupaya meminta tambahan jatah dari lima belas kiloliter menjadi dua puluh kiloliter, namun itu pun tak terpenuhi karena ketiadaan stok solar industri. Bahkan, mereka sudah berusaha mencari solar industri ke pihak swasta, namun juga tak membuahkan hasil.
“Sudah hampir sebulan ratusan kapal nelayan tak bisa berlayar dikarenakan ketersediaan solar yang sedikit. Umumnya, kapal di atas tiga puluh gross ton ini membutuhkan dua puluh empat kiloliter atau setara dengan dua puluh empat ribu liter. Para pemilik kapal sudah berupaya meminta tambahan jatah dari lima belas kiloliter menjadi dua puluh kiloliter, namun itu pun tak terpenuhi karena ketiadaan stok solar industri.” Ujar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kota Cirebon, Kasrudin
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kota Cirebon sudah berupaya menindaklanjuti keluh kesah nelayan yang kesulitan mendapatkan BBM non-subsidi. Pertamina pun sudah mengirimkan delapan ribu liter Pertamina Dex, namun jumlah tersebut jauh dari cukup mengingat ratusan kapal yang membutuhkan. Pihaknya pun masih berusaha menghubungi pihak swasta agar ratusan kapal yang mangkrak di pelabuhan ini bisa segera berlayar.
“Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kota Cirebon telah menindaklanjuti keluhan nelayan soal BBM non-subsidi. Pertamina mengirim 8.000 liter Pertamina Dex, namun masih belum cukup, sehingga pihaknya terus mencari bantuan swasta agar ratusan kapal bisa kembali berlayar.” Ujar Kabid Kelautan dan Perikanan DKPP Kota Cirebon, Yudi Lukman Hakim.
Kelangkaan BBM non-subsidi di Pelabuhan Perikanan Kejawanan ini dirasa paling parah dalam dua tahun terakhir. Jika biasanya solar non-subsidi hilang dalam waktu singkat, kini cukup lama, lebih dari satu bulan. Pemilik kapal pun berharap pasokan bisa kembali normal agar kapal bisa kembali berlayar mencari ikan.


















