Studi Baru Ungkap Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Penyakit Hati dan Kanker Liver

Ilustrasi Kopi (Tangkapan Layar)

PILARadio.com – Kebiasaan minum kopi setiap hari ternyata tidak hanya berkaitan dengan peningkatan energi dan rasa lebih fokus saat menjalani aktivitas. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi kopi secara rutin memiliki hubungan dengan penurunan risiko berbagai penyakit hati, termasuk sirosis hingga kanker hati.

Studi berskala besar tersebut mengungkap bahwa orang yang mengonsumsi kopi dalam jumlah tertentu memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami gangguan kesehatan pada organ hati dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsi kopi. Bahkan, manfaat tersebut tetap terlihat pada orang yang mengonsumsi lima cangkir kopi atau lebih dalam sehari.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 354 ribu partisipan yang dipantau dalam jangka waktu panjang selama lebih dari satu dekade. Hasil penelitian kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Clinical Gastroenterology and Hepatology.

Temuan tersebut menambah daftar panjang penelitian yang membahas hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan tubuh. Selama ini kopi dikenal sebagai minuman yang mengandung kafein dan mampu membantu meningkatkan kewaspadaan. Namun, para peneliti menemukan bahwa manfaat kopi terhadap kesehatan hati kemungkinan besar tidak hanya berasal dari kandungan kafein.

Manfaat Kopi untuk Hati Diduga Berasal dari Kandungan Antioksidan

Peneliti utama dalam studi ini, Dr. Hyunseok Kim, spesialis hepatologi transplantasi dari Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, menjelaskan bahwa efek positif kopi terhadap kesehatan hati kemungkinan lebih berkaitan dengan kandungan antioksidan yang terdapat di dalam kopi.

Menurutnya, penelitian tersebut menemukan adanya manfaat yang hampir serupa pada orang yang mengonsumsi kopi tanpa kafein atau decaf. Hal itu menunjukkan bahwa kafein bukan satu-satunya faktor utama yang memberikan perlindungan terhadap organ hati.

“Ini mungkin merupakan data tindak lanjut jangka panjang yang paling komprehensif mengenai dampak kopi,” ujar Dr. Kim.

Ia menjelaskan bahwa kandungan senyawa antioksidan dalam kopi diduga mampu membantu mengurangi proses peradangan dan memperlambat kerusakan jaringan hati.

Antioksidan sendiri merupakan senyawa yang membantu tubuh melawan stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh terlalu banyak sehingga dapat merusak sel. Jika berlangsung terus-menerus, stres oksidatif dapat berkontribusi terhadap berbagai penyakit kronis, termasuk gangguan pada organ hati.

Penelitian Mengukur Risiko Sirosis hingga Kanker Hati

Dalam penelitian tersebut, para ahli melihat hubungan antara konsumsi kopi dengan beberapa indikator penyakit hati, terutama sirosis dan karsinoma hepatoseluler.

Sirosis merupakan kondisi ketika jaringan hati mengalami kerusakan permanen dan membentuk jaringan parut. Kondisi ini biasanya terjadi akibat gangguan hati yang berlangsung dalam waktu lama, seperti penyakit hati berlemak, hepatitis virus, maupun konsumsi alkohol berlebihan.

Ketika jaringan parut semakin banyak terbentuk, fungsi hati dapat terganggu dan meningkatkan risiko komplikasi serius.

Secara global, sirosis menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup besar. Kondisi ini diperkirakan telah dialami oleh lebih dari 58 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan sekitar 1,5 juta kematian setiap tahunnya.

Selain sirosis, penelitian tersebut juga melihat risiko karsinoma hepatoseluler, yaitu jenis kanker hati yang paling umum terjadi.

Kanker hati menjadi salah satu penyakit serius dengan angka kasus yang terus mendapat perhatian. Data global menunjukkan bahwa penyakit ini menyebabkan ratusan ribu kematian setiap tahunnya.

Melalui penelitian tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa konsumsi kopi memiliki hubungan dengan penurunan risiko terhadap kedua kondisi tersebut.

Semakin Banyak Minum Kopi, Risiko Penyakit Hati Cenderung Menurun

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara jumlah konsumsi kopi harian dengan tingkat risiko penyakit hati.

Berdasarkan data yang dianalisis, peserta yang minum kopi dalam jumlah tertentu memiliki risiko lebih rendah mengalami gangguan hati dibandingkan kelompok yang tidak banyak mengonsumsi kopi.

Berikut rincian hasil penelitian berdasarkan jumlah konsumsi kopi:

Minum 1 hingga 2 cangkir kopi per hari

Konsumsi kopi sebanyak satu hingga dua cangkir sehari dikaitkan dengan:

  • Risiko sirosis lebih rendah sekitar 20 persen.
  • Risiko kanker hati lebih rendah sekitar 24 persen.
  • Kemungkinan meninggal akibat penyakit hati lebih rendah sekitar 31 persen.

Minum 3 hingga 4 cangkir kopi per hari

Kelompok yang mengonsumsi tiga hingga empat cangkir kopi sehari menunjukkan hasil yang lebih tinggi, yaitu:

  • Risiko terkena sirosis turun sekitar 35 persen.
  • Risiko kanker hati turun sekitar 35 persen.
  • Risiko kematian akibat penyakit hati turun sekitar 41 persen.

Minum 5 cangkir kopi atau lebih per hari

Pada kelompok yang mengonsumsi lima cangkir atau lebih dalam sehari, penelitian menemukan:

  • Risiko sirosis turun sekitar 32 persen.
  • Risiko kanker hati turun sekitar 47 persen.
  • Kemungkinan meninggal akibat penyakit hati turun sekitar 42 persen.

Meski angka tersebut terlihat cukup menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan bukti bahwa kopi secara langsung menyebabkan seseorang terbebas dari penyakit hati.

Ahli diet dan nutrisi, Lauren Manaker, mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut memang menarik karena menunjukkan hubungan antara kebiasaan sederhana seperti minum kopi dengan kesehatan organ tubuh.

Namun, menurutnya, masyarakat tetap perlu memahami bahwa masih ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi risiko penyakit hati.

Tambahan Gula dalam Kopi Perlu Diperhatikan

Penelitian ini juga menemukan bahwa manfaat kopi terhadap kesehatan hati masih terlihat pada sebagian orang yang menambahkan gula atau pemanis alternatif ke dalam minuman mereka.

Namun, para ahli tetap mengingatkan agar konsumsi gula tetap dikendalikan. Penambahan gula dalam jumlah berlebihan justru dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan secara keseluruhan.

Dr. Kim menjelaskan bahwa peserta penelitian yang menggunakan pemanis tertentu menunjukkan tanda-tanda peradangan hati yang lebih tinggi. Peradangan tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit hati berlemak.

Karena itu, meskipun kopi memiliki potensi manfaat bagi tubuh, cara penyajiannya juga perlu diperhatikan.

Minum kopi dengan tambahan gula berlebihan, krimer tinggi lemak, atau bahan tambahan lainnya dapat mengurangi manfaat kesehatan yang mungkin diperoleh.

Sebagai panduan umum, Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan agar konsumsi gula tambahan dibatasi tidak lebih dari 6 persen dari total kalori harian.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar:

  • 9 sendok teh atau 36 gram gula per hari untuk pria.
  • 6 sendok teh atau 26 gram gula per hari untuk wanita.

Selain itu, respons tubuh terhadap kafein juga berbeda pada setiap orang. Sebagian orang dapat mengonsumsi kopi tanpa masalah, sementara sebagian lainnya mungkin mengalami gangguan tidur, jantung berdebar, atau masalah pencernaan.

Studi Menggunakan Data Kesehatan Jangka Panjang

Salah satu kekuatan utama penelitian ini adalah jumlah peserta yang sangat besar serta penggunaan berbagai metode pemeriksaan kesehatan.

Para peneliti tidak hanya melihat kebiasaan konsumsi kopi, tetapi juga menggunakan pemindaian MRI dan analisis protein untuk melihat kondisi organ hati secara lebih mendalam.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa peminum kopi cenderung memiliki profil protein hati yang lebih sehat serta kadar lemak dan peradangan hati yang lebih rendah.

Menurut Lauren Manaker, penggunaan berbagai metode pengukuran menjadi salah satu keunggulan penelitian tersebut karena memberikan gambaran yang lebih lengkap.

Ketika hasil pemeriksaan pencitraan, kadar protein, dan data kesehatan menunjukkan pola yang sama, kesimpulan penelitian menjadi lebih kuat dibandingkan jika hanya menggunakan satu indikator.

Meski demikian, penelitian ini tetap memiliki sejumlah keterbatasan.

Salah satunya adalah kebiasaan konsumsi kopi peserta hanya diukur pada awal penelitian dan saat pemeriksaan MRI dilakukan sekitar 10 tahun kemudian. Artinya, perubahan pola konsumsi kopi selama periode tersebut belum sepenuhnya dapat diketahui.

Selain itu, sebagian besar peserta penelitian berasal dari kelompok masyarakat Eropa dengan kondisi kesehatan tertentu. Hal ini membuat para peneliti menyebutkan bahwa hasil penelitian masih perlu diuji pada kelompok masyarakat dengan latar belakang yang lebih beragam.

Kopi Juga Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Kronis Lain

Terlepas dari keterbatasan penelitian, para ilmuwan menilai temuan ini memberikan gambaran penting mengenai potensi manfaat kopi bagi kesehatan.

Kandungan antioksidan dalam kopi diketahui memiliki peran dalam mengurangi peradangan dan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Selain kesehatan hati, sejumlah penelitian sebelumnya juga menemukan hubungan antara konsumsi kopi dengan risiko lebih rendah terhadap beberapa penyakit kronis lainnya.

Beberapa di antaranya adalah diabetes tipe 2, penyakit jantung, gagal jantung, stroke, hingga gangguan fungsi otak seperti demensia.

Meski begitu, kopi tetap bukan pengganti pola hidup sehat. Menjaga kesehatan hati tetap membutuhkan kombinasi berbagai faktor, seperti menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menghindari konsumsi alkohol berlebihan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Dengan kata lain, secangkir kopi harian dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat, tetapi manfaatnya akan lebih optimal jika disertai kebiasaan hidup yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Sumber : www.kompas.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top