PILARadio.com – Kasus kanker pada kelompok usia muda dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian para peneliti di berbagai negara. Para ilmuwan terus berupaya mencari tahu alasan di balik meningkatnya jumlah diagnosis kanker tertentu yang terjadi pada orang berusia lebih muda dibandingkan generasi sebelumnya.
Sebuah penelitian terbaru mengungkap adanya kemungkinan hubungan antara peningkatan kasus kanker usia dini dengan proses penuaan biologis yang berlangsung lebih cepat. Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari program Cancer Grand Challenges Initiative melalui proyek PROSPECT menemukan bahwa generasi muda saat ini memiliki kecenderungan mengalami perubahan biologis tubuh lebih cepat dibandingkan kelompok usia sebelumnya.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa seseorang dapat memiliki kondisi tubuh yang secara biologis lebih tua dibandingkan usia sebenarnya. Kondisi inilah yang kemudian diduga berkaitan dengan meningkatnya risiko munculnya beberapa jenis kanker pada usia lebih muda.
Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Medicine dan menjadi salah satu kajian terbaru yang mencoba memahami faktor penyebab meningkatnya kasus kanker pada generasi muda.
Para peneliti menjelaskan bahwa usia kronologis atau usia berdasarkan tahun kelahiran tidak selalu menggambarkan kondisi kesehatan tubuh seseorang secara akurat. Dua orang yang memiliki usia sama dapat memiliki kondisi biologis yang berbeda tergantung berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan, hingga faktor genetik.
Penuaan Biologis Diduga Berhubungan dengan Risiko Kanker Usia Dini
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menemukan adanya hubungan antara peningkatan usia biologis dengan risiko kanker tertentu yang muncul lebih awal.
Salah satu temuan penting menunjukkan bahwa usia biologis pada organ tertentu dapat berkaitan dengan jenis kanker spesifik. Misalnya, sistem imun yang menunjukkan tanda-tanda penuaan lebih cepat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru pada usia muda.
Sementara itu, perubahan biologis pada jaringan lemak tubuh ditemukan memiliki hubungan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal yang muncul sebelum usia lanjut.
Para peneliti menyebutkan bahwa memahami usia biologis seseorang dapat membantu mengidentifikasi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker sejak awal.
Yin Cao dari Washington University menjelaskan bahwa apabila seseorang dengan risiko kanker tinggi dapat diketahui ketika masih sehat, strategi pencegahan dan pemeriksaan dini dapat lebih difokuskan kepada kelompok yang membutuhkan perhatian lebih besar.
“Jika kita dapat mengidentifikasi orang muda dengan risiko kanker tertinggi saat mereka masih sehat, kita bisa memfokuskan strategi pencegahan dan deteksi dini kepada kelompok yang paling berpotensi mendapatkan manfaat dari intervensi awal,” ujar Yin Cao dalam keterangannya.
Apa Itu Usia Biologis dan Mengapa Berbeda dengan Usia Sebenarnya?
Usia biologis merupakan ukuran yang digunakan untuk melihat kondisi tubuh seseorang berdasarkan tingkat perubahan atau kerusakan yang terjadi di dalam tubuh.
Berbeda dengan usia kronologis yang hanya dihitung berdasarkan tanggal lahir, usia biologis menggambarkan bagaimana tubuh mengalami proses penuaan.
Sebagai contoh, dua orang sama-sama berusia 50 tahun secara kalender. Namun, salah satu orang yang memiliki kebiasaan merokok selama bertahun-tahun, kurang berolahraga, dan memiliki pola hidup tidak sehat bisa saja memiliki usia biologis lebih tua dibandingkan orang lain yang menerapkan gaya hidup sehat.
Artinya, meskipun memiliki usia yang sama, kondisi organ tubuh kedua orang tersebut dapat berbeda.
Mengukur usia biologis bukanlah hal yang sederhana. Para peneliti menggunakan berbagai indikator untuk memperkirakan kondisi tubuh seseorang.
Beberapa metode yang digunakan antara lain melihat perubahan DNA, panjang telomer, kadar zat kimia tertentu dalam darah, serta berbagai tanda biologis lainnya.
Dalam penelitian terbaru ini, para ilmuwan menggunakan beberapa metode pengukuran usia biologis, salah satunya adalah PhenoAge.
Metode PhenoAge memperkirakan usia biologis berdasarkan sembilan indikator biokimia dalam darah. Beberapa indikator tersebut antara lain albumin yang diproduksi oleh hati dan kreatinin yang berkaitan dengan fungsi ginjal.
Selain PhenoAge, peneliti juga menggunakan metode Klemera and Doubal Method (KDM). Kedua metode tersebut dianggap sebagai pendekatan yang cukup akurat karena mampu memperkirakan risiko kesehatan dan melihat hubungan antara usia biologis dengan kemungkinan kematian.
Penelitian Melibatkan Lebih dari 150 Ribu Orang
Untuk mendapatkan hasil penelitian, tim peneliti melakukan analisis terhadap data dari 154 ribu peserta UK Biobank.
UK Biobank merupakan penelitian jangka panjang yang melibatkan sekitar setengah juta orang dengan rentang usia 40 hingga 69 tahun. Data tersebut dikumpulkan sejak periode 2006 hingga 2010 dan digunakan untuk berbagai penelitian kesehatan.
Selain data UK Biobank, penelitian juga menggunakan informasi dari sekitar 10 ribu peserta program All of Us milik National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat.
Dalam penelitian kanker usia dini, seseorang yang berusia di bawah 55 tahun biasanya masih dikategorikan sebagai kelompok usia muda.
Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan usia biologis antara generasi yang lebih muda dan generasi sebelumnya.
Peserta di Inggris yang lahir antara tahun 1965 hingga 1974 ditemukan memiliki usia biologis rata-rata lebih tinggi dibandingkan kelompok yang lahir pada periode 1950 hingga 1954 setelah memperhitungkan usia sebenarnya.
Sementara itu, pola serupa juga terlihat pada data peserta di Amerika Serikat. Bahkan, kelompok yang lahir antara tahun 1990 hingga 1999 menunjukkan peningkatan usia biologis yang lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.
Namun, para peneliti mengingatkan bahwa hasil dari data Amerika Serikat memiliki tingkat kepastian lebih rendah karena jumlah responden yang dianalisis lebih sedikit.
Peningkatan Usia Biologis Tidak Berarti Semua Anak Muda Akan Terkena Kanker
Meskipun penelitian menemukan hubungan antara penuaan biologis dan risiko kanker, para ilmuwan menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti sebagian besar generasi muda akan mengalami kanker.
Penelitian ini hanya menunjukkan adanya peningkatan risiko relatif.
Hasil studi menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu standar deviasi pada usia biologis berkaitan dengan peningkatan risiko sekitar 8 persen untuk mengalami kanker padat atau solid cancer pada usia dini.
Kanker padat merupakan jenis kanker yang membentuk massa jaringan, berbeda dengan kanker yang berkaitan dengan darah atau cairan tubuh.
Sebagai gambaran, angka kejadian kanker pada masyarakat Amerika berada di kisaran ratusan kasus per 100 ribu orang setiap tahun. Jika peningkatan risiko relatif tersebut diterapkan, maka jumlah tambahan kasus tetap berada dalam angka yang relatif kecil.
Para ahli juga mengingatkan bahwa faktor usia tetap menjadi salah satu faktor risiko terbesar kanker. Kelompok usia lanjut masih memiliki kemungkinan jauh lebih tinggi mengalami kanker dibandingkan kelompok usia muda.
Menurut data Cancer Research UK, kanker pada usia 20 hingga 40 tahun masih tergolong jarang dibandingkan kelompok usia yang lebih tua.
Faktor Penyebab Penuaan Biologis Masih Terus Diteliti
Para peneliti menyebutkan bahwa usia biologis kemungkinan merupakan hasil gabungan dari berbagai faktor.
Faktor genetik, pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan hidup, paparan lingkungan, hingga kondisi sosial dapat memengaruhi bagaimana tubuh mengalami proses penuaan.
Jyoti Nangalia dari Wellcome Sanger Institute yang tidak terlibat dalam penelitian mengatakan bahwa pengukuran usia biologis kemungkinan mencerminkan pengaruh berbagai faktor yang bekerja secara bersamaan.
Menurutnya, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui secara lebih jelas apa saja mekanisme yang menyebabkan seseorang mengalami penuaan biologis lebih cepat.
Sementara itu, Direktur Cancer Grand Challenges, David Scott, mengatakan bahwa penyebab meningkatnya kanker usia dini di dunia hingga kini masih belum sepenuhnya dipahami.
Menurutnya, penelitian seperti ini membantu ilmuwan melihat bahwa kanker tidak hanya berkaitan dengan perubahan pada sel tertentu, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh perubahan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Pentingnya Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker
Temuan mengenai hubungan penuaan biologis dan kanker menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda.
Penerapan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, menghindari rokok, membatasi konsumsi alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mengurangi berbagai faktor risiko penyakit.
Meski penelitian mengenai usia biologis masih terus berkembang, konsep ini membuka peluang baru dalam dunia kesehatan, khususnya untuk mendeteksi risiko penyakit lebih awal.
Dengan semakin berkembangnya teknologi medis, para peneliti berharap pengukuran usia biologis dapat membantu dokter menentukan strategi pencegahan yang lebih tepat bagi setiap individu.
Studi terbaru ini menjadi salah satu langkah penting untuk memahami mengapa kanker mulai meningkat pada usia muda dan bagaimana cara terbaik untuk melakukan pencegahan sejak dini.
Sumber : www.kumparan.com

