PILARadiocom – Spotify secara resmi mengumumkan bahwa video klip Opalite milik Taylor Swift yang dirilis pada Jumat (6/2) malam berhasil memecahkan rekor sebagai video klip paling banyak ditonton dalam sejarah platform streaming tersebut. Capaian ini kembali menegaskan posisi Taylor Swift sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di era digital, sekaligus memperkuat dominasinya di industri musik global.
Video klip Opalite dirilis secara resmi sebagai single kedua dari album terbaru Taylor Swift bertajuk The Life of a Showgirl. Peluncuran video ini dilakukan secara eksklusif di layanan Spotify Premium dan Apple Music. Keputusan tersebut diambil menyusul perubahan kebijakan Billboard yang tidak lagi menghitung streaming video YouTube sebagai bagian dari perolehan streaming lagu dalam tangga musik mereka.
Langkah strategis ini terbukti efektif. Tak lama setelah perilisan, video klip Opalite langsung mencuri perhatian penggemar dan mencatatkan jumlah penonton fantastis. Pada Sabtu (7/2), Spotify mengonfirmasi bahwa video klip tersebut resmi memecahkan rekor penayangan tertinggi sepanjang sejarah platform tersebut.
Dengan pencapaian ini, Taylor Swift mencetak sejarah baru sebagai musisi pertama yang berhasil memegang rekor Spotify untuk tiga kategori sekaligus, yakni lagu, album, dan video klip. Prestasi ini semakin mengukuhkan reputasi Swift sebagai artis yang tidak hanya sukses secara musikal, tetapi juga piawai dalam memanfaatkan strategi distribusi digital.
Secara konsep, video klip Opalite mengusung tema budaya populer era 1980-an dan 1990-an. Taylor Swift secara sadar memilih nuansa retro tersebut sebagai latar visual sekaligus narasi utama dalam video. Opalite mengisahkan pertemuan dua insan dengan kesamaan emosional yang kemudian saling mengisi, mengubah kehidupan yang semula sepi menjadi penuh warna dan makna.
Dalam video musik ini, Swift tampil sebagai tokoh sentral yang menavigasi perjalanan emosional tersebut. Visual yang ditampilkan sarat dengan simbol dan referensi budaya populer masa lalu. Beberapa di antaranya adalah permainan origami buka-tutup yang dikenal sebagai origami peramal, tayangan senam aerobik khas televisi era 80-an, hingga pemotretan di studio dengan gaya klasik yang identik dengan dekade tersebut.
Menariknya, video klip Opalite ditulis dan disutradarai langsung oleh Taylor Swift. Hal ini menegaskan keterlibatan total Swift dalam setiap aspek kreatif karyanya, mulai dari musik, visual, hingga storytelling. Sentuhan personal tersebut menjadi salah satu faktor kuat yang membuat video ini terasa autentik dan emosional bagi para penggemar.
Tak hanya mengandalkan konsep visual, Swift juga menghadirkan deretan bintang tamu papan atas dalam video klip Opalite. Sejumlah nama besar ikut tampil, di antaranya Cillian Murphy, Domhnall Gleeson, Greta Lee, Jodie Turner-Smith, Graham Norton, hingga Lewis Capaldi. Kehadiran para selebritas ini menambah daya tarik video sekaligus memperkuat nuansa kolaboratif yang ingin ditampilkan Swift.
Taylor Swift mengungkapkan bahwa ide pembuatan video musik Opalite berawal dari momen tak terduga. Gagasan tersebut muncul saat dirinya hadir sebagai bintang tamu bersama Cillian Murphy, Domhnall Gleeson, Greta Lee, Jodie Turner-Smith, dan Lewis Capaldi dalam sebuah acara yang dipandu oleh Graham Norton. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian promosi album The Life of a Showgirl.
Dalam salah satu segmen wawancara, Domhnall Gleeson sempat melontarkan candaan kepada Swift bahwa dirinya ingin tampil dalam video musik sang penyanyi. Candaan tersebut justru memicu ide kreatif bagi Taylor Swift.
“Pada saat itu, selama wawancara, saya langsung mendapat ide. Jadi seminggu kemudian Gleeson menerima email berisi naskah yang saya tulis untuk video Opalite, di mana dia memainkan peran utama,” ujar Taylor Swift.
Swift kemudian mengembangkan ide tersebut lebih jauh. Ia berpikir akan menjadi sesuatu yang menarik jika seluruh tamu yang hadir di acara Graham Norton malam itu turut dilibatkan dalam proyek video musiknya.
“Saya berpikir akan sangat keren jika semua tamu kami di acara Graham Norton malam itu, termasuk Graham sendiri, bisa ikut serta. Rasanya seperti proyek kelompok sekolah, tetapi untuk orang dewasa, dan tentu saja tanpa paksaan,” ungkap Swift.
Menurut Swift, hal yang paling membahagiakan dari proses produksi video klip Opalite adalah antusiasme para bintang tamu. Ia menyebut seluruh pemeran dengan sukarela ikut “melakukan perjalanan waktu” kembali ke era 1990-an demi menyukseskan video tersebut.
“Yang membuat saya senang, semua orang dari acara tersebut benar-benar berusaha untuk kembali ke tahun 90-an bersama kami dan membantu pembuatan video ini,” tambahnya.
Meski saat ini tayang perdana secara eksklusif di Spotify Premium dan Apple Music, video musik Opalite juga dijadwalkan akan dirilis di YouTube pada 8 Februari 2026. Rencana perilisan ini diperkirakan akan kembali mendongkrak jumlah penonton dan memperluas jangkauan audiens global.
Keberhasilan Opalite memecahkan rekor Spotify menunjukkan bahwa Taylor Swift masih berada di puncak pengaruhnya. Dengan kombinasi konsep kreatif yang kuat, strategi distribusi yang cermat, serta keterlibatan emosional dengan penggemar, Swift kembali membuktikan dirinya sebagai ikon musik lintas generasi yang mampu menjembatani nostalgia masa lalu dengan platform digital masa kini.
Sumber : www.cnnindonesia.com


















