CIREBON, PILARadio – Produksi kue keranjang atau dodol Cina menjelang perayaan Imlek di Kota Cirebon, Jawa Barat, mengalami penurunan. Penurunan ini dipengaruhi pergeseran tradisi, di mana generasi muda lebih memilih berbagi angpau atau uang tunai dibandingkan kue keranjang.
Menurunnya permintaan kue keranjang terasa jelas bagi produsen pembuat dodol Cina, salah satunya di kawasan Kanggraksan, Kota Cirebon.
Perajin kue keranjang menyebut jumlah pesanan tahun ini menurun dan belum mencapai 1 ton. Padahal, di puncak kejayaannya, produksi dodol Cina bisa menyentuh 21 ton menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Selama ini, kue keranjang menjadi hidangan wajib saat perayaan Imlek, sekaligus simbol berbagi keberkahan dan mempererat tali persaudaraan. Namun, seiring perkembangan zaman, tradisi tersebut perlahan mulai bergeser.
Generasi muda kini dinilai lebih praktis dengan memberikan angpau atau uang tunai kepada keluarga dan kerabat bila dibandingkan membawa kue keranjang.
“Untuk tahun ini jumlah pesanan menurun memang biasanya mencapai 1 Ton dan pernah rekor sampao 21 ton tetapi mungkin seiring perkembangan zaman tradisi membagikan kue keranjang ini mulai bergeser dan lebih memilih memberikan angpau atau uang tunai” Ujar Perajin dodol Cina, Budi.
Sementara itu, pengamat budaya Tionghoa, Jeremy Huang, menyebut kue keranjang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek. Kue keranjang sudah ada sejak tahun 1046 hingga 256 SM pada Dinasti Zhou dan masih bertahan hingga saat ini.
“Kue keranjang sudah ada sejak tahun 1046 hingga 256 SM pada Dinasti Zhou dan masih bertahan hingga saat ini. Kue Keranjang atau Dodol cina ini mempunyai filosofi agar mempererat tali persaudaraan.” Ujar Pengamat budaya Tionghoa, Jeremy Huang.
Perajin kue keranjang tetap mempertahankan proses pembuatan kue keranjang secara tradisional. Mereka berharap tradisi kuliner khas Imlek ini tetap dilestarikan dan kembali diminati di masa mendatang.


















